Part 1: Awal

631 20 0
                                        


"Sering sekali saya bertanya kepada
Diri saya sendiri, apakah orang seperti
Saya pantas untuk dicintai?"

_Revan Zefano Radinka_

...

_HUJAN BERCERITA_

HAPPY READING🥀
.
.
.
.
.

"NAYRAA... Bangun sayang" teriak seorang paruh baya sambil menaiki tangga

Tok

Tok

Tok

"NAYRAA.." teriaknya lagi

"IYA MAH... Nayra udah bangun" balas gadis itu dari dalam

"Cepet nay papah sama adikmu udah nungguin dibawah, jangan lama lama, kalau udah langsung ke bawah" ujarnya sambil menuruni tangga

"IYA MAH..." teriaknya lagi dari dalam

Dia adalah Nayra lebih tepatnya Nayra Agatha Khansa gadis yang berusia 22 tahun yang memiliki paras cantik, ceria dan sedikit bawel

Sedangkan di meja makan papa nayra geleng geleng melihat kelakuan istri dan anak nya yang berteriak teriak

"Kenapa sih mah.. jangan teriak teriak begitu deh" kata papah nayra sambil mengambil buah apel yang sudah di kupas

"Tau mama tuh dari tadi pagi udah teriak teriak" Sahut Shafa adik nayra

Nayra memang mempunyai adik yang berumur 17 tahun yang saat ini sudah memasuki masa SMA, Shafanna Azzahra yang sifatnya tak jauh beda dari kakanya bawel

"Itu lohh kakakmu lama banget turunnya" sambil menyiapkan makanan untuk suaminya

"Ihh mama apaan sih kayak gak pernah muda aja, nayra tuh masih nyisir rambut nayra biar rapih" timpal seorang gadis sambil menuruni tangga dengan menenteng tasnya

"Anak papa kan emang selalu rapih dan cantik" goda Papa Nayra sambil tersenyum menatap putri sulungnya

"Jadi kak nayra doang yang cantik Shafa enggak nihh" dengan wajah yang sedikit menekuk

"anak papa itu gak ada yang jelek, semuanya cantik cantik" ucap papa nayra sambil memegang dagu si putri bungsu yang kini juga sudah beranjak dewasa

Shafa pun tersenyum malu mendengar ucapan papanya

"yaudah duduk nay kita makan" lanjutnya setelah melihat putrinya sudah ada di meja makan

"Iya pah" nayra pun duduk

Lalu suara dentingan dari sendok dan piring yang beradu itupun terdengar, bertanda keluarga itu makan dengan nikmat.

Setelah makan

"Nay kamu mau bareng sama Papa atau gimana?" ucap mama nayra sambil menatap putrinya

"Enggak deh mah nayra mau naik motor nayra aja kan toko nayra beda arah sama sekolahnya Shafa, kasian papa nanti kalo haris bolak balik takut telat ke kantornya" kata nayra sambil siap siap berangkat

Lalu nayra pun menyalami kedua tangan mama dan papa nya.

"Hati hati nay bawa motornya" papa nayra mengingatkan

Bukannya dia tidak mau untuk mengantar putri sulungnya, tapi putrinya ini memang sering kali menolak ajakannya

"Iya pah, yaudah nayra berangkat dulu mah, pah, dek assalamu'alaikum"
Sambil sedikit berlari kearah pintu

"Wa'alaikumsalam" ucap ketiganya yang masih berada di meja makan.

Beda hal nya di tempat lain

Seorang laki laki sedang duduk menyendiri sambil memainkan piano nya, dengan lihai jemari tangannya yang lentik itu bergerak kesana kemari untuk menciptakan nada nada yang sangat indah, sampai lelaki itupun tak sadar bahwa dia sudah duduk disana dari setengah jam yang lalu.

Dia adalah Revan lebih tepatnya Revan Zefano Radinka seorang laki laki yang berusia 25 tahun, Revan mempunyai kekurangan dalam pengelihatannya sejak kecelakaan sepuluh tahun lalu yang menimpanya.

Meski Revan memiliki kekurangan tapi dia mampu menciptakan nada piano yang sangat indah, seindah wajahnya, Revan memang memiliki paras yang tampan, dulunya dia orang yang ceria dan ramah kepada semua orang, tapi semenjak kecelakaan itu dia menjadi sosok yang pendiam dan sering menyendiri.

Tiba tiba saja ada yang menariknya dengan kasar dan itu membuat Revan terkejut

"REVAN BERDIRI KAMU" Bentak papa Revan dengan keras

Dia adalah Hadi papa Revan, pak Hadi memang orang yang tegas dan keras, tapi sebenarnya dia menyayangi revan, tapi semenjak mama Revan meninggal dunia, entah mengapa dia menjadi sangat kasar kepada Revan, dia ingin Revan menjadi apa yang dia mau.

"Kenapa lagi pah" kata Revan dengan pasrah
Sebenarnya Revan sudah lelah harus menghadapi papanya yang keras kepala

"KENAPA LAGI? KAMU MASIH NGELAWAN PAPAH?
AYO IKUT PAPA SEKARANG KE KANTOR, KAMU HARUS BELAJAR BISNIS BIAR BISA BERGUNA" sambil menarik tangan Revan dengan kasar

"TAPI REVAN GAK MAU PAH BISNIS ITU BUKAN BIDANG REVAN" dengan Berteriak sambil Menahan tangannya agar tidak ditarik oleh sang papa

"OH BERANI YA KAMU SEKARANG NGEBANTAH PAPA" Sambil mengangkat tangannya dan...

PLAK

Suara tamparan itu menggema sampai seisi ruangan

"Papah itu kanapa sih gak pernah gertiin Revan, Revan itu gak bisa pah ditempat yang banyak orang, kepala revan sakit" dengan mata yang berkaca kaca

"JANGAN BANYAK ALASAN KAMU, PAPAH NGELAKUIN INI AGAR KAMU BERGUNA REVAN" Sambil menunjuk nunjuk ke arah Revan.

"Jadi selama ini dimata papah Revan gak berguna pah?" Revan menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh

"IYA KAMU TIDAK BERGUNA, SEKARANG CEPAT KAMU KE MOBIL KITA BERANGKAT" Sambil mencekal tangan Revan dengan kuat.

Revan hanya diam saja membiarkan dirinya ditarik oleh sang papa ke mobil, meskipun dia hampir jatuh tapi papa nya tidak peduli sedikitpun kepadanya.

Mobil pun Berangkat.


...

_HUJAN BERCERITA_

Maaf kalau masih banyak typo
Author hanyalah manusia biasa yang
Tak luput dari salah dan dosa hehe..
Ig author : @ndfnisya
.
.
.
.
_TERIMA KASIH_

JUMPA LAGI
.
.
See you again
Bay bay👋

Rabu 29 Mei 2024

HUJAN BERCERITA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang