Esok paginya...
Dara sedang berjalan kaki menuju gerbang sekolah dengan menunduk sambil memegangi kepalanya karena masih mengantuk dan sedikit pusing.
"Dara!"
Dara yang mendengar namanya dipanggil oleh seseorang dengan suara cempreng dan ia mengenali suara itu, ia menghentikan langkahnya dan membalikkan badan. Ia melihat Cecil berlari ke arahnya dengan tersenyum senang.
"Hai, Cil." Dara melambaikan tangan ke Cecil.
Cecil berhenti berlari lalu berdiri di samping Dara sambil tersenyum dan memegang paper bag berisi sesuatu untuk Ipang.
"Itu apa, Cil?" tanya Dara.
"Oh ini." Cecil mengeluarkan isi paper bag yang merupakan celana chinos berwarna hitam dan menunjukkannya ke Dara seraya tersenyum. "Ini celana chinos untuk Ipang. Bagus 'kan, Ra?"
Tak lama kemudian Denis datang menghampiri mereka berdua dengan menggunakan skateboard dan berdiri di samping Dara dan berniat melakukan sesuatu ke Dara.
"Lihat itu, ada pesawat lewat di atas kepala kalian." Denis menunjuk sesuatu yang ada di langit.
Sontak Dara dan Cecil menengok ke arah yang Denis tunjuk. Karena tidak ada sesuatu di langit, Dara menengok lagi ke arah Denis.
"Aw.... Denis ih!!" ringis Dara yang merasakan lesung pipinya ditusuk telunjuk Denis.
"Sumpah ya Ra, lo kalo ngambek tuh gemesin haha..." Denis tertawa lalu meninggalkan Dara dan Cecil sambil mendorong dan menaiki skateboard-nya.
"Denis!" teriak Dara kesal.
"Ra, kita ke toko buku dulu yuk," ajak Cecil teringat harus membeli buku.
Dara mengangguk lalu mereka berjalan menuju ke toko buku yang letaknya tidak jauh dari sekolah mereka karena cuma nyebrang jalan saja dan toko buku tersebut baru buka.
Sesampainya di toko buku dan berada di dalamnya, Cecil sedang memilih-milih buku pelajaran di rak sedangkan, Dara hanya di sampingnya.
"Aduh, gue lupa harus beli buku LKS matematika," ucap Dara baru teringat sesuatu yang penting.
"Buku LKS Bahasa Inggris sama Antropologi juga jangan lupa, Ra," ucap Cecil memberitahu.
"Hmmm... Cil, gue boleh pinjam duit lo nggak buat beli LKS?"
"Maaf banget ya, Ra. Duit gue hanya cukup buat gue beli buku," ucap Cecil jujur karena tidak membawa uang lebih di dompetnya. "Wah, apa itu? Lucu banget." Cecil langsung berlari menuju sesuatu yang menarik di dalam toko buku dan meninggalkan Dara.
Dara mengambil dompet dari dalam tas kecilnya. Setelah mengeluarkan dan membuka dompetnya, ternyata uang di dalamnya tidak cukup untuk membeli tiga buku LKS.
Di dalam toko buku yang sama ternyata ada Karel yang tidak sengaja melihat Dara dan teringat gadis itu yang hampir membuatnya celaka. Lalu Karel berjalan menghampiri Dara karena ia ingin Dara ikut rencananya nanti.
"Apa kamu perlu uang?" tanya Karel tepat berdiri di belakang Dara.
Dara yang sedang membelakangi Karel langsung membalikkan badannya karena terkejut. "Siapa kamu?"
"Saya akan memberikanmu uang tapi dengan syarat. Kamu harus melakukan suatu hal dalam waktu dua puluh menit nanti," ucap Karel sambil menyelipkan uang lima puluh ribu sepuluh lembar di jari.
Dara pun mengangguk dengan menyetujui syarat Karel walau ia tidak tahu harus ngapain selama dua puluh menit. Yang penting ia bisa membeli buku.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
The Targets
LosoweDenis, Ipang, Cecil, Dara dan Niko adalah lima orang yang berjuang mencapai target di sekolah terutama dalam hal akademis dan setelah lulus mereka harus berjuang dengan target pribadi mereka masing-masing
