Chapter 15

48 6 0
                                        

Dara jadi panik dan takut saat melihat Cecil terpojok oleh lima gadis tak dikenal. Takut temannya kenapa-napa, Dara langsung melepaskan sepatu kanannya dan berancang-ancang melempar sepatu itu ke arah mereka.

Dengan sekuat tenaga Dara melempar sepatunya dan langsung mengenai salah satu gadis tepat di kepala dan membuat mereka semua terkejut.

Dengan cepat Dara langsung berlari ke arah mereka dan menarik tangan Cecil yang sebelumnya mengambil bandonya yang terjatuh lalu berlari menjauhi 5 gadis berpenampilan butchy yang mengincar Cecil.

Dara dan Cecil terus berlari menjauh hingga memasuki sebuah gang kecil. Saat berlari di gang, tiba-tiba saja Dara tersandung dan terjatuh yang membuat kaki kanannya terluka.

Cecil dengan sigap langsung
membantu Dara berdiri dan mereka melanjutkan berlari menjauh dari kejaran lima gadis yang mengincar Cecil.

Saat sudah tiba di pinggir jalan, mereka melihat sebuah bis kopaja berhenti dan segera saja mereka menaikinya. Beruntung bis kopaja tersebut langsung berangkat yang membuat lima gadis berpenampilan butchy tersebut tidak bisa mengejar Dara dan Cecil.

Melihat kaki Dara yang terluka membuat Cecil berinisiatif membawa Dara ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut dari dokter.

*****

Setelah dari rumah sakit, Cecil mengajak Dara untuk mampir ke griya tawangnya untuk istirahat sebentar sebelum kembali ke sekolah.

Sesudah masuk ke dalam, Dara kagum melihat griya tawang Cecil yang terlihat mewah, bersih dan rapi.

"Ra, lo adalah orang pertama yang berkunjung ke penthouse gue. Bahkan Pipap saja gak tahu dimana gue tinggal," ucap Cecil memberitahu seraya tersenyum tipis.

"Kenapa, Cil?" tanya Dara bingung dan heran.

Cecil langsung memegang erat tangan Dara. "Karena gue bergantung pada lo sebagai sahabat pertama gue."

"Hey, Cecil. Kita 'kan sudah bersama dan berteman di sekolah."

"Gue kali ini serius, Ra. Gue gak pernah punya sahabat, sahabat sejati sesungguhnya, sahabat yang rela terluka hanya untuk gue." Cecil menunjuk kaki Dara yang terluka dengan matanya.

"Lo kan ada si Ivan."

"Ivan adalah orang yang paling gue sayang, Ra. Sekarang lo mandi ya," ucap Cecil lalu melangkah pergi setelah melepas genggamannya dari kedua tangan Dara.

"Cil, bokap nyokap lo kapan pulang?" tanya Dara yang membuat Cecil berhenti.

"Mereka gak akan pulang sampai gue mati dan jadi bangkai sekalipun. Gue akan menyediakan handuk dan baju ganti buat lo," ucap Cecil tanpa menoleh lalu berjalan menuju kamarnya.

Sambil menunggu Cecil kembali, Dara mulai melihat-lihat isi griya tawang mewah Cecil. Terdapat banyak sekali foto dan lukisan wajah Ipang yang terpasang.

*****

Dara dan Cecil mandi bersama dengan berendam satu bathtub berdua dengan mereka yang saling berhadapan satu sama lain, mereka berdua lalu melakukan pinky promise sebagai tanda persahabatan. Setelah itu hal tersebut malah berubah menjadi sangat intim karena Dara menghibur Cecil yang kesepian meskipun harus menahan perih akibat luka di kakinya.

Setelah selesai berendam di bathtub, Dara dan Cecil duduk di ruang tengah griya tawang. Dara duduk di sofa sambil kaki kanannya yang diperban diletakkan di atas meja kayu dan Cecil duduk memperhatikan kaki Dara yang terluka.

"Gue harap kaki lo cepat sembuh ya, Ra," ucap Cecil menunjuk kaki Dara yang diperban.

"Tadi kan dokter bilang akan cepat sembuh, Cil," sahut Dara.

The TargetsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang