"Apa?! Saya gantiin Erina?!" tanya Deasy terkejut.
"Pak Karel, kamu bilang apa barusan?!" Erina juga terkejut.
Kedua perempuan itu terkejut, pasalnya Karel meminta Deasy untuk menggantikan tugas Erina mengajar Bahasa Inggris di kelas biasa. Dan Erina lebih fokus di kelas khusus.
"Kamu bilang saya harus menggantikan tugas Bu Erina agar supaya Bu Erina fokus di kelas khusus?" tanya Deasy mengulang permintaan Karel.
"Iya, biar Bu Erina hanya fokus ke kelas khusus saja," jawab Karel dengan tenangnya lalu pria itu mengambil kantong tembakau dari dalam kantong kemejanya dan menyelipkan kantong tembakau tersebut ke dalam mulutnya.
"Pak Karel, saya tidak mau jauh dengan anak didik saya di kelas biasa," Erina menolak permintaan Karel.
"Bagaimana kalau saya yang jadi wali kelas khusus dan Bu Erina fokus mengajar di kelas biasa?" usul Deasy.
"Tidak bisa. Sebab anak-anak kelas khusus lebih membutuhkan Bu Erina," tolak Karel sambil menunjuk Erina yang duduk di depannya. "Baiklah sekarang bahas pelatihan."
*****
Setelah pertemuan dan pembicaraan dengan Deasy selesai, Karel langsung mempersiapkan ruang istirahat atau ruang tidur untuk lima murid kelas khusus selama mengikuti pelatihan. Dari mengelap kaca dan patung bunda maria menggunakan kanebo, memindahkan meja dan kursi, menyapu dan mengepel serta merapihkan buku-buku di rak buku ia lakukan sendiri.
Kemudian Erina datang dan melihat Karel yang sedang menyusun buku-buku pelajaran dan alkitab di rak buku.
"Apa kamu akan memakai ruangan ini?" tanya Erina.
"Iya, ini untuk ruang tidur dan istirahat anak-anak," jawab Karel sambil melepas apron lalu melipatnya. Setelah menaruh apronnya di lemari besar lalu Karel mengambil sebuah kertas dari saku celana dan diberikan ke Erina. "Ini adalah daftar tugas kamu, ini adalah daftar bahan-bahan untuk sarapan dan makan malam. Sekolah hanya menyediakan makan siang saja."
Erina menerimanya lalu membaca isi yang tertulis di kertas kecil panjang yang sampai menjulang ke lantai yang berisi bahan makanan bergizi untuk keperluan selama pelatihan. "Iya-iya, terus yang memasak siapa nih?"
"Ya kamu lah, Bu Erina," jawab Karel menunjuk Erina.
"Hufttt.... Sudah saya duga," ucap Erina sambil menggembungkan pipinya lalu guru muda itu meniup poninya dengan bibir.
"Saya nggak mau anak-anak makan yang sembarangan karena akan berpengaruh pada konsentrasi belajar mereka."
"Iya saya mengerti. Terus kenapa kamu mengadakan pelatihan ini?" tanya Erina penasaran.
"Tim olahraga, anggota militer mereka juga mengadakan pelatihan karena akan menghadapi sebuah tugas. Sama halnya dengan pelajar yang akan menghadapi ujian akhir," jawab Karel menjelaskan maksud ia mengadakan pelatihan.
Erina mengangguk mengerti. "Iya-iya, saya paham."
Karel melihat ke jam tangan digitalnya lalu melirik ke Erina sambil mengangkat alis kirinya ke atas. "Oh iya, apa kamu punya waktu setelah ini?"
Erina langsung menatap Karel dengan bingung.
*****
"Kenapa kamu nggak bilang kalau mengajak saya membeli selimut dan alas tidur. Mana berat banget lagi, kenapa nggak pakai mobil atau motor sih," keluh Erina yang cukup keberatan karena membawa dua plastik besar berisi selimut dan alas tidur.
Ternyata Karel mengajak Erina membeli alas tidur dan selimut untuk pelatihan nanti. Dan sekarang ini mereka dalam perjalanan pulang menuju sekolah dengan jalan kaki.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Targets
RandomDenis, Ipang, Cecil, Dara dan Niko adalah lima orang yang berjuang mencapai target di sekolah terutama dalam hal akademis dan setelah lulus mereka harus berjuang dengan target pribadi mereka masing-masing
