Jika malam mempunyai bulan untuk menyinari bumi, maka aku mempunyai kamu untuk menyinari kehidupan ku!
________
Kerlap kerlip lampu menyilaukan mata, bahkan tidak jarang membuat orang yang melihatnya merasa pusing.
Aroma alkohol juga menguar cukup tajam. Orang-orang telah sibuk dengan dunianya masing-masing, ada banyak pasangan di sini yang menghabiskan waktunya bersama.
Berbeda dengan Madafa yang hanya duduk seorang diri dengan tenang di meja bar, sesekali menegak minumannya.
Gerakan tangan seorang bartender yang sangat cekatan memberikannya botol alkohol, saat Madafa mengangkat tangannya untuk mengisi gelas miliknya yang sudah kosong.
"Satu gelas lagi"
Dengan sekali tegakan minuman haram itu masuk melalui mulutnya, rasa panas berhasil menyerang tenggorokannya. Rasanya seperti terbakar.
"Kasih gue...satu gelas lagi"Madafa terus meminta bartender itu untuk menuangkannya minuman.
"Ga bisa bro, lo udah kobam banget"
Madafa berdecak kesal saat keinginannya di tolak"Satu aja, gue masih pengen"
Bartender itu cukup tahu tentang Madafa, dia memang sering melihat Madafa dan temannya kesini untuk sekedar minum-minum. Tapi sudah sejak lama dirinya baru melihat Madafa datang ketempat ini lagi.
"Lo bukannya tadi bareng si Gala? terus orangnya ke mana Daf?"
Katakan jika Bayu sang bartender itu yang bodoh. Kenapa orang yang sedang mabuk tetap ia ajak bicara"Hadeh, bego banget gue"
Lalu Bayu kembali menatap Madafa yang sudah menelungkupkan kepalanya di atas meja. Bayu berfikir sejenak, sepertinya akan tidak aman jika Madafa di biarkan begitu saja, ada banyak wanita yang sejak tadi menatap Madafa secara terang-terangan. Menatapnya dengan pandangan yang sangat Bayu tau.
"Lo nyusahin gue banget Daf"
Bayu baru saja akan memindahkan tubuh Madafa ke tempat yang lumayan aman, tapi tangannya tiba-tiba saja di cekal oleh seorang perempuan.
"Biar gue aja"Kata perempuan itu dengan senyum tipisnya, lalu mencoba mengangkat tubuh Madafa yang lumayan berat.
Tapi Bayu langsung menepis tangan perempuan itu. Bayu tidak akan membiarkan temannya terjerumus kedalam hal yang tidak seharusnya, meskipun sebagian dari hidup Madafa telah masuk kedalam jurang tersebut. Dunia malam.
"Lo siapa? lo ga bisa gitu aja bawa dia"
Perempuan itu terlihat jengkel dengan Bayu, lalu kembali menarik tangan Madafa untuk ikut dengannya"eungh, lepas"Madafa terlihat merancau dalam tidurnya. Dia benar-benar sudah mabuk berat.
"Ayo ikut aku, sebentar aja ya?"
Merasa perkataannya di abaikan Bayu menatap perempuan itu tajam, memberikan peringatan lewat matanya.
"Gue pacarnya, mau apa lo?"
Bayu berdecak tidak percaya, tidak mungkin Madafa memiliki kekasih. Pasti perempuan ini hanya mengaku-ngaku saja.
"Apa buktinya, kalo dia pacar lo?"
Perempuan itu terdiam sejenak, lalu memandang Madafa dengan intens"Nama dia Madafa kan?...liat, gue tau nama dia kan?"
"Sekedar nama ga menjamin kalo dia pacar lo"
Perempuan itu sudah hilang kesabaran, dengan jengkel mendorong Bayu hingga terjatuh ke belakang meja. Menyebabkan gelas dan botol-botol minuman itu terjatuh. Bayu mengumpat kesal saat pekerjaannya kacau, bisa-bisa Bayu di pecat dari sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
MADAFA'S EVIL EYES
Teen FictionAda banyak luka untuknya. Ada banyak cinta untuknya. Bahkan ada banyak cara untuk menyembuhkannya. Tapi kenapa akhirnya, memilih mengakhiri? Dia Madafa, pemilik mata iblis semerah darah. Keunikan yang dia miliki membawanya pada kesialan, dirinya ter...
