takut

25 5 0
                                        

sepanjang perjalanan, tidak ada percakapan diantara keduanya yang membuat suasana sangat canggung dan jelas Alvarez tidak menyukai suasana ini.
mereka tidak langsung pulang, melainkan pergi ke taman untuk menenangkan diri

" coba jelasin, kenapa kamu bisa kaya tadi " tanya azza marah

" maaf, aku ga bisa kontrol amarah aku " ucapnya menunduk

" aku ga butuh maaf kamu, yang aku mau tau kenapa kamu bisa semarah itu sama ka mahen " tanya azza sekali lagi

kali ini ia berusaha meredam amarahnya
karena ia mengerti sifat kekasihnya ini

" aku benci sama dia " ucapnya tiba-tiba dan seketika azzalea terdiam mendengarnya

"maksudnya?" bingung azza

" aku udah bilang sama kamu buat jauhin mahen, tapi kenapa kamu malah jalan bareng sama dia?" tanya al setelah mengingat kesalahan gadisnya itu

" aku ga jalan bareng, aku ngerjain tugas sekolah kak, tadi ada zara sama yang lain juga tapi mereka pulang duluan " jelas azza sedikit takut kekasihnya akan memarahinya

" kenapa ga bilang dulu sama aku " tanyanya dingin 

" aku takut kamu ga izinin dan aku mikirnya juga gada salahnya kalau kerja kelompok bareng" beritahunya

" kamu juga ga ngasih tau alasan sebenarnya kenapa aku harus jauhin ka mahen " tanyanya balik

" setelah aku ceritain ini, kamu harus janji jauhin mahen " pinta Alvarez

" aku janji " balasnya

" dulu aku punya adik tingkat, perempuan, namanya naya dia sering satu proker sama aku.
dia pintar, kompeten, disiplin, tanggung jawab, dia baik
hingga suatu hari dia ngungkapin perasaannya ke aku dan disitu aku bilang ke dia kalau aku gabisa balas perasaannya karena selama ini aku cuma nganggap dia adik, ga lebih
dia nerima keputusan aku, tapi setelah itu di berubah, berbanding 100% dari sebelumnya
dan dia menjalin hubungan dengan seseorang, dia jadi anak nakal, ga pernah masuk sekolah, sering mabuk,
hingga suatu hari aku dapat kabar kalau dia meninggal, bunuh diri.
disitu aku ngrasa bersalah, aku pikir gara-gara aku dia gabisa gunain akal sehatnya dan kamu tahu penyebab kematian nya siapa
MAHENDRA, dia yang udah hancurin masa depan naya yang ngebuat naya memilih mengakhiri hidupnya sendiri ," jelas al tanpa sadar meneteskan air matanya

kejadian beberapa tahun lalu nyaris membuat ia membenci takdirnya sendiri

" ka " azza langsung memeluknya

" maaf " ucapnya

" aku janji mulai sekarang aku akan jauh-jauh dari dia " ucap azza serius

" saat pertama kali liat kamu ada disamping Mahendra, aku takut, aku takut kehilangan kamu " beritahunya mengingat kejadian beberapa hari yang lalu

" aku ga kemana-mana ka, aku akan selalu disamping kamu" ucap azza setelah Alvarez kembali tenang

"janji" pinta Al menyulurkan kelingkingnya

" janjii " ucapnya membalas uluran itu dengan senyuman manisnya

" aku mau bilang sesuatu " imbuhnya

" bilang aja sayang" balasnya

" kemarin ayah pulang dan dia minta aku jauhin kamu " ucapnya sedih

" gapapa, aku pasti bisa rubah permintaan itu" balas al tersenyum

" tapi aku gabisa ka, aku takut. gimana kalau akhirnya kita gabisa pertahanin hubungan ini ? " tanya azza.

" husstt, ini bukan masalah pertama yang kita hadapi selama ini " balasnya menenangkan azza

" kalo ada masalah, masalahnya yang diselesaiin bukan hubungannya, kita hadapi semuanya bareng-bareng ya " imbuhnya dan dibalas senyuman oleh azza

" kalo ada masalah, masalahnya yang diselesaiin bukan hubungannya, kita hadapi semuanya bareng-bareng ya " imbuhnya dan dibalas senyuman oleh azza

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia SemestaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang