indah

31 3 0
                                        

~kamu seperti senja indah namun sesaat~

- Azzalea Anindyta

***

Tak lama kemudian mereka berdua telah sampai disuatu tempat
al mengajak azza ke taman yang terdapat danau yang sngat indah

" kita mau kemana sih ka " tanya azza penasaran

" dikit lagi sampai " jawab Alvarez

" kok motornya ditaro sini ? " bingung azza karena disini sangat sepi

" kita jalan kaki aja ya, kalau kamu cape bilang" ucapnya dan azza mengangguk dan melanjutkan langkahnya

" sampai " ucap alvarez tak lama kemudian

" zaa, kenapa sayang " ucap alvarez yang melihat gadisnya terdiam, ia khawatir gadisnya tidak menyukai tempat yang ia siapkan ini

" waaww indah banget " kagum azza melihat pemandangan didepannya

" suka? " tanya Alvarez

" suka banget, ini lebih indah dari danau yang biasa aku datengin ka " jawab azza dengan wajah cerianya

mereka berdua memilih duduk di pinggir danau dan melihat pelangi yang sangat indah dengan Alvarez yang tak pernah luput memandangi wajah azza

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

mereka berdua memilih duduk di pinggir danau dan melihat pelangi yang sangat indah dengan Alvarez yang tak pernah luput memandangi wajah azza

"kamu suka pelangi ?" tanya Alvarez sembari menatap keindahan pelangi itu

"suka, tapi lebih suka senja" jawab azza

"kenapa ?" tanyanya penasaran

"pelangi itu indah kak tapi ia tidak berjanji esok akan kembali meski banyak yang mengharapkannya tapi senja berjanji esok akan kembali meskipun sedikit orang yang tertarik untuk memandang nya" jelas azza dan melanjutkan obrolan mereka

obrolan yang cukup lama tetapi tidak pernah terdengar membosankan bagi kedu pasangan ini

" ka " panggil azza tiba-tiba

" iyaa " jawab Alvarez yang sedang memainkan rambut kekasihnya itu

" boleh tau, cita-cita kamu apa " tanya azza tiba-tiba karena bosan

" cita-cita aku bangun rumah " jawabnya asal

" bangun rumah apa " tanyanya bingung

" bangun rumah kecil kita " jawabnya
tertawa

" ishh, aku serius tau malah gombal " kesal azza tidak menyangka dengan jawaban yang ia dapatkan

" iyaaa iyaa tapi aku ga gombal sayang " imbuhnya manis

" emang cita-cita kamu apa hmm " tanyanya balik

"sebenarnya aku pengen jadi psikolog, aneh kan " jawab azza tersenyum lucu

" kok aneh, bagus dong " balas Alvarez

" baru kali ini ada yang bilang cita-cita aku bagus " jawabnya lirih

" masa iya " kaget al, menurutnya tidak ada yang salah dengan cita-cita itu.

" iya katanya aneh, gaada satupun yang dukung cita-cita ku yang itu. jadi aku pendem deh " jawabnya santai

" jangan dipendem, sekarang ada aku, suatu saat nanti kamu pasti bisa dapetin gelar itu " balas Alvarez

hari mulai gelap, al dengan segera membawa azza pergi dari danau.
Ia membawa gadisnya pergi ke suatu tempat lain, karena hari ini ia akan membuat azzalea mengingat semua keindahan ini selama hidupnya

 Ia membawa gadisnya pergi ke suatu tempat lain, karena hari ini ia akan membuat azzalea mengingat semua keindahan ini selama hidupnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia SemestaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang