"pelangi itu indah kak tapi ia tidak berjanji esok akan kembali meski banyak yang mengharapkannya tapi senja berjanji esok akan kembali meskipun sedikit orang yang tertarik untuk memandang nya" jelas azza dan melanjutkan obrolan mereka
obrolan yang cukup lama tetapi tidak pernah terdengar membosankan bagi kedu pasangan ini
" ka " panggil azza tiba-tiba
" iyaa " jawab Alvarez yang sedang memainkan rambut kekasihnya itu
" boleh tau, cita-cita kamu apa " tanya azza tiba-tiba karena bosan
" cita-cita aku bangun rumah " jawabnya asal
" bangun rumah apa " tanyanya bingung
" bangun rumah kecil kita " jawabnya tertawa
" ishh, aku serius tau malah gombal " kesal azza tidak menyangka dengan jawaban yang ia dapatkan
" iyaaa iyaa tapi aku ga gombal sayang " imbuhnya manis
" emang cita-cita kamu apa hmm " tanyanya balik
"sebenarnya aku pengen jadi psikolog, aneh kan " jawab azza tersenyum lucu
" kok aneh, bagus dong " balas Alvarez
" baru kali ini ada yang bilang cita-cita aku bagus " jawabnya lirih
" masa iya " kaget al, menurutnya tidak ada yang salah dengan cita-cita itu.
" iya katanya aneh, gaada satupun yang dukung cita-cita ku yang itu. jadi aku pendem deh " jawabnya santai
" jangan dipendem, sekarang ada aku, suatu saat nanti kamu pasti bisa dapetin gelar itu " balas Alvarez
hari mulai gelap, al dengan segera membawa azza pergi dari danau. Ia membawa gadisnya pergi ke suatu tempat lain, karena hari ini ia akan membuat azzalea mengingat semua keindahan ini selama hidupnya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.