" kamu bercanda kan " ucapnya berusaha tersenyum dan langsung membawa azzalea kedalam dekapannya
dekapan kali ini terasa berbeda, erat sangat erat, seolah mengisyaratkan sebuah perpisahan entah mengapa rasanya alvarez tidak ingin melepaskan dekapannya hari ini
sedangkan disisi lain, Azzalea anindyta di dalam dekapan seseorang, ia memandang gelapnya langit tanpa bintang malam ini seolah sedang memohon pada langit untuk berputar sedikit lebih lama agar ia bisa menghabiskan malam ini bersama seseorang yang menjadi dunianya selama ini
" aku tau kamu sakit, aku juga sakit tiap kali liat kamu nangis , dan aku atau aku yang jadi alasan kesedihan kamu" ucapnya lirih dalam dekapan azza
" kamu boleh marah sama aku, kamu boleh benci sama aku " imbuhnya
" tapi maaf, maaf zaa, maafin aku " ucapnya sembari menangis dalam pelukan kekasihnya
azzalea membalas pelukan alvarez, ia memejamkan matanya seolah menikmati dekapan terakhir ini. dekapan hangat yang selama ini menjadi obat baginya saat dunia tidak berpihak padanya
setelah dirasa tenang, ia perlahan melepas dekapan al dan menghapus air mata di wajah sayu itu
"dengerin aku baik-baik ka" ucap azza dengan senyum manisnya namun kali ini mampu membuat hati seorang alvarez hancur melihatnya
"kamu punya hak untuk kebahagiaan kamu sendiri, dan aku tau kebahagiaan kamu bukan aku. cari kebahagiaan kamu ka, janji sama aku kamu harus bahagia " pintanya tulus
" ga, aku bahagia sama kamu, bahagia ku cuma kamu za " bantah al seketika
" tapi aku bukan orang yang tepat buat kamu" ucap azza tegas
" tapi dunia aku cuma berputar tentang kamu! " bantah Alvarez dengan keras membuat azzalea terdiam mematung
" ga, aku cuma mau kamu. percaya sama aku za" imbuh al lirih, sangat lirih dan hanya gadisnya yang dapat mendengarnya
"aku bersyukur karna aku pernah lewatin 2 tahun ini sama kamu dan itu adalah 2 tahun terindah dalam hidup aku, sejak kamu hadir hidupku menjadi lebih berwarna dari kamu aku belajar tentang cinta dan mencintai, terimakasih karna pernah ada dalam hidup aku ya ka" ucapnya mengutarakan isi hatinya selama ini
" ga, jangan bicara kaya gitu sayang " balas alvarez hatinya seperti teriris mendengar kalimat itu
" mungkin masa kita udah habis ka " ucapnya tersenyum
" zaa " ucap al sangat lembut
" pergi ka " balasnya langsung
" kamu bahagia ?" tanya Alvarez
" kamu bahagia dengan pilihan ini " tanyanya sekali lagi dan mendapat anggukan dari azza
bagi Alvares Bagaskara malam ini adalah malam paling menyakitkan sepanjang hidupnya
" aku penuhi permintaan kamu " jawabnya lirih
" aku akan pergi dari hidup kamu, tapi hati ini akan menjadi milik kamu selamanya" imbuhnya meraih tangan azzalea
" kisah kita dimulai secara indah dan akan berakhir secara indah" ucap alvarez tersenyum manis hingga membuat azzalea membisu
" selamat tinggal " ucapnya dan perlahan melangkah mundur
"BAHAGIA SELALU AZZALEA ANINDYTA I LOVE YOU" teriaknya dengan senyuman yang begitu manis sebagai perpisahan terakhir
Alvarez perlahan pergi dari halaman rumah azzalea dengan harapan semesta akan mempertemukan kembali cinta mereka.
"sampai jumpa kembali jika semesta mengizinkan, i love you more Alvarez Bagaskara " balas azza setelah lelaki itu perlahan manjauh dari pandangannya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.