pergi

61 7 1
                                        

Alvarez hampir menyerah, ia harus melakukan apa lagi agar mendapat maaf dari gadisnya
Tapi cintanya mendorongnya untuk tetap berjuang apapun rintangannya

" pulang " ucap seseorang

Alvarez yang mendengar suara yang tak asing baginya pun langsung mendongak senyumnya mengembang, harapannya kembali
sayangnya, harapan itu tak kunjung lama.

" zaa, aku- " ucapnya terpotong

" pulang sebentar lagi hujan " jawab azza

" aku gaakan pulang sebelum aku jelasin semuanya " bantah lelaki itu

"apa yang harus dijelasin, semuanya udah jelas" balasnya

" ga, kamu salah paham " jawab al tegas

" terserah " balas azza kemudian melangkahkan kakinya kedalam

nyatanya ia tidak bisa meninggalkan lelaki itu diluar sendirian , ia tidak pergi ke kamarnya, ia terduduk dibelakang pintu dengan tangan yang perlahan membuka kelambu nya dan melihat keadaan lelaki itu dari kejauhan

" tolong pergi ka, aku sakit liat kamu kaya gini" ucapnya lirih melihat lelaki yang tetap berdiri disana

" ZAA " teriak al dari luar

" SEBELUM KAMU MAU BICARA SAMA AKU"

" AKU GAAKAN PERGI DARI SINI "

" AKU TAU KAMU DENGER AKU "

" Aku gaakan pergi za " lirihnya dengan ucapan terakhirnya

dan benar saja tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya, lelaki itu tetap pada pilihannya, membuat azza mau tak mau harus menemuinya sekali lagi

" kamu ngapain masih disini" ucapnya membawa payung untuk keduanya

" kamu- " balas lelaki itu terkejut karna kedatangannya

" aku cuma mau kamu pulang " potongnya cepat sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapannya

" percuma, aku gaakan pulang sebelum kamu maafin aku " kekeh al

" terus kamu pikir dengan cara kamu teriak-teriak kaya gitu aku bisa maafin
kamu " marah azza

" Kita udah gaada hubungan apa-apa lagi
ka " imbuhnya

" ga " bantah al

" kita udah selesai " balas azza

" kita belum selesai " jawab al dengan rahang mengeras

" apa yang mau kamu pertahanin ka " tanyanya

" kisah kita, aku gamau kehilangan kamu " jawabnya dengan tegas

"kamu tau semesta sengaja mempertemukan kita, agar kita selalu bersama zaa" imbuhnya

" semesta yang kamu maksud itu semesta yang mana ka " balasnya tersenyum pedih

" asal kamu tau aku gaakan pergi dari hidup kamu sebelum kamu yang sendiri yang nyuruh aku pergi " ucap al

" pergi dari hidup aku ka " balasnya seketika

Deg...

" ga, kamu bohong " jawab al tidak percaya dengan apa yang dia dengar

Gadisnya, gadis yang sangat ia cintai melebihi dirinya sendiri
kini meminta dirinya untuk pergi dari hidupnya
pergi setelah banyak kenangan manis yang telah mereka rangkai
bagaimana mungkin.... bagaimana bisa

" tatap mata aku " ucapnya berusaha kuat

" AKU BILANG TATAP MATA AKU " bentak al karena sedari tadi azza menunduk

" bilang kalo kamu ga cinta sama aku, bilang kalo kamu ga bahagia sama aku. bilang za " pintanya lirih

" KAMU GABISA KAN , karna faktanya kamu masih cinta sama aku " ucapnya

" AKU GA CINTA SAMA KAMU DAN AKU GAPERNAH BAHAGIA SAMA KAMU, PUASS " teriak azza dengan kuat

kenyataannya itu adalah kebohongan terbesar dalam hidup seorang azzalea anindyta

dunianya hancur saat ia menatap mata lelaki didepannya ini dengan air mata yang tak bisa ia tahan lagi

kedua mata yang selalu memberi ketenangan untuknya
seketika menjadi pandangan yang
ingin ia hindari hari ini
bahkan selamanya

kedua mata yang selalu memberi ketenangan untuknya seketika menjadi pandangan yang ingin ia hindari hari ini bahkan selamanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dia SemestaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang