seperti biasa saat pulang sekolah Alvarez akan menjemput gadisnya, bel pulang sudah berbunyi 10 menit yang lalu. tapi gadisnya belum keluar juga, setau nya azza sedang tidak mempersiapkan lomba atau semacamnya tak lama kemudian gadisnya pun terlihat berjalan menuju gerbang, senyum al mengembang saat melihat wajah ceria itu, ia harap hari ini tidak ada yang mengganggu gadisnya itu tapi senyum itu tak bertahan lama setelah melihat ada seseorang yang berada di samping gadisnya rahangnya mengeras, matanya menajam. Ia tau betul siapa laki-laki itu.
" pulang" ajak Alvarez menghampiri azza yang terkejut melihat kedatangannya.
" eh eh kaka dari tadi ya, maaf aku tadi ketiduran di perpus, untung ada ka mahen tadi yang bangunin " ucapnya sambil tersenyum kearah mahen
Alvarez yang melihat pemandangan itu seketika emosinya semakin tak terkontrol
" pulang " ucap Alvarez dingin sambil menarik azza pergi dari sana
" tapi aku belum pamit sama ka mahen " jawab azza merasa tak enak
" gaperlu " jawabnya setelah azza bersiap, Alvarez segera menyalakan motornya dan pergi dari sana
" makasih ya ka " ucap azza setelah sampai didepan pintu rumahnya
" sama-sama" balasnya yang sudah mulai tenang
" zaa" panggilnya sebelum azza masuk kedalam rumah
" iyaa " jawabnya
" jauhi Mahendra" ucap alvarez dingin
" kaka kenal sama ka mahen " tanya azza heran bagaimana kekasihnya mengetahui nama panjang mahen
" aku mau kamu jauhi dia, dia ga baik" ucap alvarez menghiraukan pertanyaan gadisnya
" kenapa gitu, ka mahen baik kok " balas azza
" ga, aku gasuka liat kamu deket sama dia, paham " ucap Alvarez tanpa penolakan
" paham ka " balasnya sedikit takut dengan nada dingin cowo itu
" good girl " ucapnya mengacak rambut azza
setelah Alvarez pergi azza masuk dan pergi ke kamarnya
" Azza jangan lupa besok kita kerja kelompok di cafe deket sekolah itu ya "
azza membaca notif pesan yang baru saja masuk dan ternyata pesan itu dari mahen, ia bingung apa harus izin ke Alvarez apa tidak. tapi melihat respon tak mengenakan tadi azza memutuskan untuk tidak memberi tahu cowo itu toh ini hanya kerja kelompok, tidak hanya mereka berdua tapi ada yang lain juga
" kenapa dia nyuruh aku jauhi ka mahen ya, emang mereka kenal " gumam azza dengan rasa penasarannya sedari tadi
~~
saat ini azza dan mahen sedang mengerjakan tugas di cafe tapi entah kenapa tiba-tiba temannya harus pulang cepat dan tinggal mereka berdua saja di sisi lain Alvarez baru saja turun dari motornya, ia akan mengadakan rapat di cafe karena hari ini hari minggu saat memasuki cafe betapa terkejutnya ia melihat gadisnya duduk bersama orang yang paling ia benci
" eh za sorry ada coklat bibir lo " ucap mahen berniat mengusap bibir azza, namun sebelum itu
BRAAKK
"JANGAN SENTUH CEWE GUE, BRENGSEK" ucapnya langsung menarik kerah baju Mahendra.
azza yang melihat kejadian itu pun terkejut dan segera memisahkan keduanya
" ka. stop, kamu apa-apaan sih" ucap azza berusaha memisahkan Alvarez
" wooo, tenang bro gue cuma berniat baik bantu azzalea " ucapnya dengan nada mengejek
" pulang " ajak al dingin membuat azza mengerti dan segera mengemasi tugas-tugasnya
" jangan pernah sentuh azzalea, she is mine" bisik Alvarez penuh penekanan di setiap katanya
setelah mengatakan itu al mengajak azza pergi dari sana
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.