9. The Golden Birthday (4)

1K 135 14
                                        

• ARC TWO •

—— The Golden Birthday ——

• ● | 4 | ● •

"Lo ngapain sih dari tadi? Ngabis-ngabisin kertas dah," ujar Vaye yang mengintip dari belakang sofa tempat Jovan tengah duduk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lo ngapain sih dari tadi? Ngabis-ngabisin kertas dah," ujar Vaye yang mengintip dari belakang sofa tempat Jovan tengah duduk.

Teralihkan dari fokusnya, pemuda itu langsung menoleh ke belakang; alis bertaut kesal karena baru saja diganggu. "Bukan urusan lo!"

Gadis berusia 16 tahun itu menatapnya skeptis, lalu mengitari sofa rumah Sara dan duduk di samping saudara sambungnya itu. Jovan langsung menggeser tubuhnya agar Vaye tidak dapat membaca coretan lirik pada kertas di atas pahanya. Dia tengah mengerjakan lirik untuk beberapa lagu Kafka ketika adik sambungnya itu datang mengejutkannya. Yah, sebenarnya dari awal pun dia sudah mumet dengan writer's block yang tidak kunjung sirna maka kedatangannya tidak membuyarkan apa pun.

"Mau gue bantu nggak?" tanya Vaye, tersenyum jahil.

"Nggak perlu. Lo kerjain aja tugas-tugas sekolah lo noh."

"Gue udah kelar dari kapan tau. Emang gue lo?"

Jovan diam tertegun. Entah apa dosanya dulu yang membuatnya selalu dikelilingi dengan orang-orang ambis ini. Sama seperti ayahnya, Glenn, Vaye juga terhitung cemerlang dalam bidang akademis--itulah mengapa dia cepat akrab dengan Rival, bahkan Sara. Putri dan anak satu-satunya Glenn dari pernikahannya sebelum Sara, dalam waktu-waktu tertentu Vaye akan menginap di rumah mereka. Biasanya hal itu terjadi ketika ibu kandungnya tengah bekerja di luar kota dan Vaye terpaksa harus tinggal sendiri.

"Lagian lo buat apa sih, Kak?" Vaye berusaha memanjangkan lehernya untuk mengintip kertas di pangkuan Jovan, namun pemuda itu langsung meremasnya menjadi gumpalan bola sebelum dia dapat membaca.

"Nggak penting." Jovan beranjak dari sofa dan mulai mengumpulkan semua kertas yang tersebar di ruang tamu untuk dibuang. Tampaknya dia harus refreshing lebih dulu dengan menonton film atau membaca buku agar ide bersedia hadir.

Vaye mengamati kakak sambungnya itu membuang semua kertas ke tempat sampah. "Lo lagi nulis lirik ya?"

Jovan mendongak cepat ke arahnya. "Hah?" Tahu dari mana bocah ini?!

"Buat Masquerade, kan? Gue denger lagu-lagu kalian. Kurang masuk di telinga gue. Menurut gue Tante Sara nggak mau lo ngeband karena musik kalian generic dan kadang berisik."

Mulut pedas sialan. Kenapa dia di sini saat Sara dan Glenn sedang keluar? Di mana pula Rival? Dia seharusnya yang berurusan dengan iblis ini!

"Baguslah target audience kita bukan lo," sembur Jovan.

"Tapi gue suka lirik-lirik kalian," ucap Vaye, mengabaikan sindiran tajam dari kakak tirinya tersebut. Gadis itu tersenyum. "Apalagi di lagu 'Sobekan Kertas'."

MASQUERADE [ ✓ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang