33. Bite The Bullet (3)

721 85 30
                                        

• ARC SIX •

—— Bite The Bullet ——

• ● | 3 | ● •

▶ Song Rec: You're Gonna Go Far - Noah Kahan

Laura memberikan Jovan beberapa makanan ringan kesukaannya dan sebuah selimut lembut berwarna merah tua untuk menemani masa rawat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Laura memberikan Jovan beberapa makanan ringan kesukaannya dan sebuah selimut lembut berwarna merah tua untuk menemani masa rawat. Gadis itu pun juga membawa buah-buahan yang sudah dipotong dengan rapi saat datang membesuk keesokan harinya--sehari setelah Jovan siuman.

Pada mulanya, Jovan berusaha untuk tidak membuat Laura khawatir dengan berlagak seolah tidak ada yang berubah. Selain fakta bahwa dia tidak mampu merasakan dan menggerakan tangannya sendiri, dia seharusnya baik-baik saja. Toh, dia masih hidup, dan itu saja sudah merupakan suatu keajaiban tersendiri.

Namun nyatanya Laura tidak khawatir sama sekali--atau, mungkin gadis itu pun juga sedang berusaha keras untuk tidak menunjukkan rasa cemasnya pada sang kekasih.

Mereka berakhir menonton dua film hari itu. Walaupun tidak banyak bicara seperti biasanya, Jovan rasa inilah yang sangat dia butuhkan saat ini.

Jangan tanyakan kondisinya. Jangan tanyakan perasaannya.

Jovan belum siap untuk berkutat dengan pikiran-pikirannya.

"Bisa nggak sih aku ikut kamu aja?" Jovan berkata lirih sembari memperhatikan Laura yang sudah bersiap-siap pulang. "Di rumah sakit nggak enak. I can't go anywhere."

Senyum sendu terlukis di wajah Laura. "Aku tau, tapi... untuk saat ini, you just need to endure it."

Pandangan gadis itu kemudian turun ke bawah. Alisnya bertaut sedih seolah dia tengah menahan diri untuk tidak menggenggam tangan Jovan. Sayangnya, gestur tersebut memiliki makna yang sama sekali beda sementara ini. Jovan tidak akan bisa menggenggamnya balik dan merasakan kehangatannya. Sebaliknya, itu justru hanya akan menjadi sebuah pengingat yang tidak mengenakkan bagi mereka berdua.

"Tapi nggak akan lama kok." Laura kembali menghadapnya dan tersenyum pasti. Dia mengelus lembut lengan Jovan. "Fokus dulu untuk sembuh. Jangan mikirin hal-hal lain! Mending nonton lagi aja, oke?"

Dan Jovan benar-benar melakukannya; dia berhasil menyelesaikan satu film lagi setelah Laura pergi. Meskipun begitu, menurutnya menonton bersama gadis itu jauh lebih menyenangkan ketimbang sendiri. Ini mulai terasa sangat membosankan.

Sara dan Glenn harus pulang ke rumah sebentar sebelum kembali lagi nanti, sedangkan Rival tetap berada di rumah sakit untuk menjaga Jovan. Hanya saja, saudaranya itu sempat keluar untuk memberikan Jovan dan Laura waktu berdua. Kini sekitar satu jam setelah Laura pergi, batang hidung Rival belum juga terlihat.

"Mana gue nggak bisa hubungin dia lagi," gerutu Jovan frustasi.

Akan tetapi, sepertinya keberuntungan sedang berada di pihaknya karena tak lama kemudian, Farez datang berkunjung. Pemuda itu tidak membawakan apa-apa selain senyumnya yang lebar dan matanya yang berbinar. Dia mengatakan bahwa Noel akan menyusul mereka tak lama lagi.

MASQUERADE [ ✓ ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang