bercerita kakak angkat dari Ciel Phantomhive yang ikut serta dalam mencari orang yang membunuh keluarganya dan membalaskan dendam keluarganya
Just fans fiction
Karakter : Black Butler
"Cayena...." sebuah tangan terulur ke arah Cayena setelah pintu kereta kuda itu terbuka.
"......" Tak kunjung mendapatkan tangan lady, pria dengan rambut pirang memasukkan kepalanya ke dalam kereta. Cayena melihat wajah pemilik tangan itu pun hanya bisa menghembuskan napas malas.
"Ara~ Cayena-channn~ seperti biasa anda telihat cantik. Memang hanya anda yang pantas berada disebelahku yang tampan dan terkenal ini. Hohoho~"
"Selamat siang, Viscount Druitt. Bisakah anda menyingkir dari situ?"
"Off course my lady"
Uluran tangan kembali berada di depan Cayena, sedang sengaja ia turun dan melewatinya. Meski sudah diberi kode keras oleh Cayena, Viscount itu tetap menempel padanya. Viscount Druitt yang terkenal di kalangan wanita bangsawan, namun sifatnya yang menjengkelkan dan ..... Ya kalian tau apa yang kumaksudkan? Bahkan Cayena sejak awal bertemu saat ia pertama kali debutante merasa malas untuk melihat wajahnya maupun berbicara dengannya. Jika saja tidak ada wanita dengan rambut hitam kebiruan di sofa ruang tamu, mungkin Druitt sudah Cayena usir secara kasar.
"Lama tidak bertemu, Cayena"
"Lama tak jumpa nenek. Maaf membuat nenek menunggu lama."
"Ohouu~~"
"Hemm~ " dengan anggunnya wanita berumur tersebut menaruh gelas tehnya. Cayena yang masih dalam posisi memberi salam, tak berani mengangkat wajahnya hingga neneknya menyuruhnya untuk duduk di sebrangnya.
"Cayena, segera gantikan posisi ayahmu." Baru saja duduk, sang nenek telah memberikan mandat. Cayena terkejut namun dengan sopan ia menolaknya karena masih mencari adiknya, sang penerus sah, yang belum diketahui keberadaannya.
Tak terima perintahnya ditolak, tetua keluarga Phantomhive itu pun berdiri dari tempatnya dan keluar dari ruangan itu. Tak lupa diikuti oleh Viscount Druitt setelah memberi setangkai mawar kepada Cayena sebagai salam perpisahan. Cayena yang ditinggal sendirian termenung dengan perintah neneknya yang mau tidak mau ia lakukan.
"Nona, ada kabar terbaru." Seorang pelayan mendatanginya dengan sebuah surat. Dengan segera ia membuka dan membacanya. Raut wajahnya tiba-tiba berubah menjadi wajah yang penuh amarah dengan aura membunuhnya. Tanpa membuang waktu lagi, ia memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan kudanya segera dan ia pergi ke kamarnya mengganti pakaiannya dengan pakaian laki-laki dengan sedikit penyamaran.
Kuda terus berpacu melewati jalan, namun pikiran Cayena memikirkan orang-orang yang dapat dia manfaatkan untuk memperdalam informasi yang baru saja ia dapatkan. Sesampainya di depan sebuah toko yang memiliki kesan kelam, Cayena memasuki toko itu tak peduli dengan reaksi aneh orang yang memperhatikkannya masuk ke toko itu saat sore.
"Araa~~ Lady of Phantomhive senang bertemu dengan anda."
"Lupakan formaltas itu, Undertaker, bisakah kau menjelaskan tentang apa yang kau tulis ini?"
"Khe khe khe.... Ternyata anda sangat penasaran dengan informasi itu............. Huh~~..Saya bisa memberikan informasi yang anda minta............Tapi saya butuh bayaran untuk itu."
"Apa yang kau inginkan?"
"Kalau begitu......... Buat saya terkesan, nona."
"Hem???" Mendengar permintaan itu, otak Cayena berhenti memikirkan hal lain yang akan ia lakukan. Undertaker yang melihat wajah linglung Cayena berusaha menahan tawanya dan mendekatinya. Tangannya dengan perlahan menyentuh wajah cantik itu dan mengelus pipinya dengan ibu jarinya. Sedangkan tangan satunya melepas topi yang dipakai Cayena untuk menyembunyikan rambut panjangnya.
"Anda tampak imut sekali saat anda ceroboh..... Cuppp~~"
"...... " "PLAAKK" "ITTtaaai (sakitt) ...."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Demou amai (tapi manis) ... Jadi apa yang ingin anda ketahui?"
"Urusai!!! Beri aku 5 menit untuk berpikir."
"Fu fu fufufu, yes my lady."
"Ehemm... Kembali ke topik tadi. Berikan aku semua informasi yang kau tau."
Wajah seperti tomat tak bisa disembunyikan lagi. Undertaker merasa senang dengan reaksi Cayena, seperti menemukan mainan baru. Dan selanjutnya dia memberikan semua informasi yang dia punya.
Organisasi rahasia yang dibentuk oleh para bangsawan aneh yang memperlakukan orang seperti barang. Baik itu bangsawan maupun rakyat jelata, jika sudah mereka cap sebagai kurban maka, akhir yang menanti adalah kematian. Di dalam situ dirumorkan ada adiknya yang menghilang.
"Khe khe khe... Dan itu semua informasi yang saya punya. Saya menantikan panggung lady kedepannya."
"Terimakasih informasinya, dan awas saja kedepannya.... Akan kubuat kau menyesal melakukan yang tadi." Dengan akhiran pintu yang ditutup secara kasar, Cayena meninggalkan tempat itu.
"Khe khe khe khe khe..... Aku menantikan pertunjukan mu nona Rosehill"
Dalam perjalanan kembali ke townhouse, Cayena merasa hilangnya 'adiknya' dan kematian 'orangtua' nya merupakan sebuah kejadian yang direncanakan oleh teman dekat keluarganya. Tetapi hal itu merupakan hal yang mustahil mengingat mereka saling menghormati dan saling memberi keuntungan. Mungkinkah karena seseorang dengan kedudukan yang lebih tinggi?