S2.

96 19 1
                                        

"Kami kembali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kami kembali...." Kejut Sebastian dan Ciel di pintu pelayan.

"BOCCHAN & SEBASTIAN-SAN!!!! "
Teriak ketiga orang yang telah menjaga kediaman Phantomhive selama 3 hari ditinggal tuan bersama butlernya.

karena refleks cepat 3 orang itu tak bisa Ciel hindari, Sebastian pun hanya bisa membiarkan mereka memeluk tuannya, meski muka jengkelnya telah muncul.

"Oi oi oi... Lepaskan."

"Ara~ ara~ aku tidak tau kalau kalian sangat merindukan bocchan meski hanya 3 hari saja."

"Huhuhuhuu.... Sebastian..... Tolong bantu kami.... " ucap Baldroy

"Sebastian tolong hentikan dia..... " pinta Finnian.

"Apa maksud kalian?"

"Han-han.. Hantu Cayena-sama muncul kembali..." ucap gugup Mey Rin 

"Hantu itu tidak nyata." balas Ciel melihat ketiga pelayannya ketakutan.

"Kami serius tidak berbohong Sebastian...." tegas Baldroy

"Bocchan anda percaya pada kami kan?" dengan mata yang berharap, Finnian berharap tuan mudanya ini dapat percaya dengan mereka.

" Hmmm itu tergantung pada keadaan." balas Ciel

"Hahh... Biarkan kami jelaskan dulu keadaan rumah ini dulu.. Jadi.... "

Baldroy pun berakhir menceritakan apa yang dia alami setelah mencari cayena yang tidak kembali untuk mengambil wine masak.

Baldroy POV

Waktu menuruni tangga menuju ruang bawah tanah, entah mengapa perasaan merinding menghampiri. Ditambah pencahayaan yang terbatas menambah kesan seram.

"Cayena?? Apa kamu masih di sini?" ucapku di akhir anak tangga paling dasar sebelum menyentuh lantai ruang bawah tanah.

"... "
Tak ada jawaban selain gema suaranya.

Api lilin yang menjadi satu-satunya sumber cahayaku pun sedikit bergoyang-goyang.
Segera Baldroy masuk ke ruang wine namun tak ada siapapun.
Melihat ada cahaya dibalik pintu di seberang ruangan, dia memberanikan diri untuk masuk ke sana.
Dan saat masuk ia melihat brass candle stick holder terjatuh di dekat lukisan hojou-sama dengan lilin yang masih bertahan menyala.

"Mungkinkah... Cayena-sama bangkit menjadi hantu gentayangan? Tapi ke mana Cayena pergi jika lilinnya ia jatuhkan disini?"

"Breeezzz~~"

 hawa dingin menyapanya lagi terutama dari belakang lehernya. Namun dalam pandangannya tak ada apapun yang dapat meniup angin seperti itu.

"Kya~~~....."

"Mey Rin... " Baldroy berlari menuju suara teriakan berasal.

Saat ditanyakan apa yang terjadi. Mey Rin tak menjawab dan hanya memegang dan  meremas kuat tangannya sambil bergumam sesuatu

never let you go againCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang