bercerita kakak angkat dari Ciel Phantomhive yang ikut serta dalam mencari orang yang membunuh keluarganya dan membalaskan dendam keluarganya
Just fans fiction
Karakter : Black Butler
Setiap siang Undertaker pergi ke kota tempat ia bekerja seperti biasanya. Namun setiap malam, ia akan menangkap seseorang untuk orang yang dia sayangi.
Ya... Setiap malam, saat Cayena tidak sadar, wujud lainnya akan mengkontrolnya seperti vampir yang tak ada habisnya mencari darah untuk hidupnya.
Yang membangkitkan Cayena pun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Cayena, karena apapun yang dia lakukan pada Cayena saat di terapkan pada mayat-mayat lain tidak ada tanda keberhasilan sama sekali. Ia hanya bisa menduga kalau Cayena memiliki keinginan untuk bangkit juga hingga membuat seperti vampir.
"Ck apa tidak ada cara untuk mengatasi cahaya matahari yang merusak kulitnya? " Keluh Undertaker setelah gagal membuat sesuatu di tempat kerjanya.
Tempat kerjanya yang biasanya hanya berisi peti mati, sekarang dihiasi ratusan kertas yang bertebaran dimana-mana.
Ia jadi teringat di saat Cayena bangkit untuk pertama kalinya, dia seperti orang sadar. Tetapi setelah dia berada di pelukannya, ia langsung mendapatkan sebuah serangan yang tak terduga. Cayena menggigitnya dengan ganas dan kembali tertidur setelahnya....
Di tempat lain~ Cayena yang sendirian di rumah sedikit waspada saat ia melihat orang lain yang membawa senjata laras panjangnya mulai mendekati dan memasuki rumahnya. Cayena tak tau pandangan orang di luar rumahnya.
Namun dengan keadaan sore sore yang telah memunculkan bulan dibalik perpindahan cahaya, Cayena merasa terdorong untuk keluar dari rumah dari pada menunggu Undertaker yang katanya lembur... Dari pada terancam dengan orang lain yang tak dia kenal.
Berjalan menyusuri hutan yang ada di sekitar rumahnya entah terhubung dengan apa. Cayena berjalan terus hingga ia merasa lelah dan duduk bersandar pada pohon. Pandangannya melihat atas pohon yang mulai menggelap dan hanya diterangi cahaya bintang bintang dan rembulan.
Dan setelah mengedipkan mata, ia melihat tubuh manusia yang sudah mendingin dan darahnya yang mengalir dari lehernya dalam pelukannya. Segera ia melepasnya dan menjauhi mayat itu dan memandangi pakaiannya yang terkena darah juga.
Suara air mengalir menarik perhatian nya hingga ia sudah berada di dalam air sungai itu. Di dalam air itu ia merasakan ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Namun seseorang nariknya keluar dari air dan berteriak didepannya.
"Oi oi..... Apa kamu sadar?... "
"CAYENA!!!! " suara panik Undertaker melihat keadaan rumahnya yang gelap gulita dengan pintu terbuka lebar.... Tanpa memperhatikan kuda yang dia tunggangi, dia melompat dari atas kuda itu dan berlari ke dalam rumah yang sudah seperti kapal pecah. Dia pun terduduk tak tahu harus mencari sang belahan jiwanya.
Suara nyanyian burung hantu menemaninya hingga ia baru menyadari malam itu adalah malam bulan purnama yang artinya siklus keganasan Cayena muncul paling brutal.
"Hahahhah...... Kenapa aku harus bingung. Cayena aku akan menjemputmu kembali."
"Earl Phantomhive, nikmatilah kejutan ini. "
Ciel Phantomhive seperti biasa mendapatkan surat dari ratu, namun kasus yang dia terima benar-benar membuatnya pusing. Ya... Bagaimana tidak jika itu bukan karena harus berurusan dengan pihak polisi yang sangat lama menyelesaikan kasus.
"Sebastian.... Cari tau kasus yang dimaksud ratu dan aku ingin dokumen itu sudah ada di mejaku sebelum makan malam."
"Ara~ seperti biasa Bocchan membuat saya lebih kerepotan, padahal saya masih mempersiapkan makan malam anda."
"Ckk, lakukan. Ini perintah. "
"Huhuhu, yes my lord."
Dengan cekatan Sebastian mencari informasi yang dicarinya dengan cepat dan setelahnya ia langsung pergi ke dapur menyiapkan makan malam.
"Bocchan, makan malam sudah siap. Apakah anda mau saya jelaskan situasinya saat anda makan?”
" Ya, lakukan."
Sesampainya di ruang makan, baru saja duduk dan meminum air, Sebastian langsung menjelaskannya.
"Jadi..... Akhir akhir ini terdapat 15 korban yang ditemukan mati bersimpah darah di kota dengan koyakan di bagian leher. Pelaku melakukannya di malam hari dan diperkirakan yang menjadi korban lebih dari jumlah yang ditemukan polisi."
".... Lalu" Kata Ciel sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Polisi pun menjadi korbannya juga. Dan setiap korban memiliki kemiripan pada luka di leher seperti tergigit hewan buas."
"..... " Dentingan suara alat makan yang saling beradu membuat suasana meja makan lebih seram, ditambah Sebastian yang tersenyum penuh arti.
"Malam ini, cari pelakunya."
"Yes my lord."
Rembulan bersama para bintang menghiasi langit, Sebastian dan Ciel menemukan pelakunya di daerah pinggir kota.
Sebenarnya pelakunya mudah di tangkap oleh Sebastian dengan kecepatannya, namun gigitannya seperti serigala membuatnya risih.
"Annooo, Bocchan..... "
"Apa?"
"Bisakah kita segera kembali ke kediaman? Saya lebih baik digigit kucing dari pada dia.”
" Hah~ kucing... Asal tidak lepas aku akan biarkan kamu bermain kucing di luar jauh jauh dariku."
Sebelum dapat membawanya ke kediaman, wajahnya aslinya terlihat dengan penampilan yang berantakan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Nee-chan?"
"Boooccchhaaannnn"
"Boooccchhaaannnn"
"Boooccchhaaannnn"
"ISHHHHH BERISIKNYA"
"BOCCHAN !!!!!!! anu itu ano" Suara pagi yang berisik dari Mey Rin dan kawan-kawan membuat Ciel yang masih ingin tidur harus bangun. Baru juga ditanggapi, namun yang membangunkan malah tidak menjelaskan alasan menganggu majikan mereka.
。。。。。
Tak ada lanjutan dari para pekerjanya, seseorang memasukki kamarnya juga.
"Selamat pagi?"
"AAAHHKKKKKKK........ HHAAAANNTTTUUU" Ucap mereka bertiga