S2 She

134 23 2
                                        

"Dia hanyalah monster"





Perkataan Ciel membuat pelayannya terkejut hingga tidak fokus mengerjakan tugas mereka yang pasti membuat Sebastian kerepotan.

"Bisakah kalian bekerja seperti biasanya?”
Ucap Sebastian kelelahan dengan tindakan mereka.

"... " Tak ada jawaban dari mereka membuat kelapa Sebastian pusing harus berbuat apa.

"Hemm~  mari lakukan ini"

Tiba-tiba Sebastian merubah matanya menjadi merah dan menatap mereka bertiga. Dengan beberapa bahasa kuno yang ia rapalkan, mereka terlihat seperti terhipnotis. Dan ketika ucapan mantra itu selesai, mereka malah bingung dan kembali fokus bekerja tanpa membuat beban baru Sebastian.

"Yare yare~ merepotkan saja....

Saaa~ waktunya kerja...."

Sebastian pun berjalan menuju ruang bawah tanah dengan lilin di genggamannya. Sebelum membuka salah satu pintu, lorong bawah tanah itu terdengar mencekam dengan suara dentingan rantai besi serta suara napas kasar yang menggema.

Didepan sebuah pintu besi tua dan tebal, Sebastian dengan sebuah kunci di genggamannya, perlahan memutar kunci itu hingga pintu itu bisa dia dorong terbuka menampakkan wanita dengan pakaian kotor berbekas darah yang terantai di dinding mencoba melepaskan borgolnya.

"Cayena-sama, apakah anda mengenali saya?" Kata Sebastian dari jarak amannya, memulai menggali informasi.

"...."

Tak ada respon dari kawan bicara membuat Sebastian mengganti pertanyaannya.

"Nama anda siapa lady?"

"Cayena, Cayena Hillrose"
Jawab wanita yang terantai itu dengan menunduk kepala.

Melihat reaksi tak ingin melanjutkan pembicaraan, Sebastian melangkah maju hingga tangannya memegang dagu perempuan itu dan membuatnya menatap mata merahnya.

"Apakah anda mau bercerita dengan saya apa yang terjadi, nona?” ucapnya dengan menyisipkan sihirnya.

" Yang kuingat hanyalah..... Aku tertidur dan saat aku bangun, selalu ada mayat di pelukanku dan darah mereka di bajuku."

"Beritahu aku semua yang kamu tahu"
Dengan mata yang memerah seperti darah, Sebastian terus mencari informasi terkait  monster yang disebutkan tuan mudanya.
















Di ruang kerja~

Ciel yang masih membaca dokumennya, bertanya pada Sebastian yang memasuki ruangannya.

"Jadi.... Apa yang kamu dapatkan, Sebastian?”

 Apa yang kamu dapatkan, Sebastian?”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Maafkan saya, bocchan. Informasi yang saya dapatkan sedikit."

Balasan Sebastian membuat Ciel sedikit heran, biasanya Sebastian dapat melakukannya dengan sempurna. Rasa penasaran yang mulai muncul membuat Ciel  mengesampingkan ke tidak sempurnaannya dalam menjalankan tugasnya.

never let you go againCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang