Gedung menjulang tinggi dengan dekorasi mewah di dalamnya, membuat sepasang kakak adik terkulai lemas. Sang kakak yang disibukkan obrolan basa basi dengan laki-laki yang mengerumuninya, sedangkan sang adik yang di kepung oleh para pemimpin bangsawan. Bibi An dan Sebastian dari jauh memantau mereka hanya menahan tawa melihat kewalahan mereka.
Setelah acara pemberian gelar Earl pada Ciel, Cayena dipanggil oleh yang mulia. Di ruangan yang bernuansa gelap, Ratu duduk menghadap sebuah lukisan.
"Yang Mulia"
".... Kamu datang.... Duduklah."
Seanggun mungkin, Cayena duduk di sebelah lukisan itu. Saat ia menatap wajah sang ratu, ia membatu melihat senyuman yang tak asing di ingatannya.
"Cayena, aku tidak ingin kamu menjadi pelayan ku dalam waktu dekat ini."
"Yang mulia, apakah saya boleh bertanya alasannya? "
" Kamu terlihat seperti suamiku." Kata ratu sambil memperhatikan orang yang di lukisan dan orang yang di sebelahnya
"...."
"Kamu boleh keluar sekarang"
"Yes your majesty, pardon me"
Se perginya Cayena, pria dengan pakaian putih memasuki ruangan Ratu. Ratu tiba-tiba menangis kencang mengingat suaminya dan pria itu berusaha menenangkannya.
Kode keras yang ratu berikan, membuat Cayena mengingat kembali silsilah keluarganya. Dan ia baru ingat jika ia belum pernah dijelaskan silsilah keluarganya karena insiden waktu ia kecil.
Sesampainya di kediaman, Cayena bergegas ke perpustakaan mencari buku tentang hubungan Phantomhive dan Rosehill.
Satu persatu, ia ambil, buka dan lempar. Dari rak terbawah kiri kanan hingga teratas. Dengan bantuan tangga, ia membuka cover buku besar dan berat yang entah mengapa berasa di atas rak. Perlahan tapi pasti, ia membuat posisi nyaman untuk membacanya di atas situ. Halaman satu lalu bergulir ke halaman selanjutnya, jarinya tak bisa berhenti mengingat buku itu memiliki hal yang ingin dia ketahui.
Ditemani cahaya lilin, ia terfokus pada buku itu dan tidak menyadari jendela perpustakaan terbuka dari luar. Tangannya terus menelusuri kalimat yang tertulis didalamnya, hingga ia merasakan guncangan kuat dari tempat ia bertumpuh.
Cayena yang masih memegang buku, tak tau apa yang baru saja terjadi, ia sekarang hanya merasakan dirinya tertimpa barang berat diatas tubuhnya dan ia tak bisa menggerakkan tubuhnya. Dengan pusing menerjang, ia berusaha membuka matanya dan hanya melihat tak jelas bayangan orang lain sebelum pandangannya menjadi hitam sepenuhnya.
"Saa~ Hojou-sama tidurlah dengan tenang."
Hanya kata-kata itu yang terakhir dia dengar.
"Cayena........... Cayena....... "
Suara panggilan yang tidak asing itu terus memanggilnya. Tak berselang suara itu dibalas dengan suara tawa anak kecil. Perlahan ia membuka matanya dan melihat padang rumput dengan 2 anak kecil bersama 2 wanita menemani mereka.
"Christopher......." Hanya nama itu yang dapat Cayena ucapkan disaat tangisnya tak bisa ia hentikan. Christopher adalah saudara kembarnya, meski Cayena lahir terlebih dahulu. Entah kenangan indah atau ilusi menyakitkan yang ia lihat, ia tak tau siapa yang mempermainkan perasaan terpendamnya.
"Cayena .... Christopher..... Lihatlah siapa yang datang. Ayo ke sini. " Ucap sang bunda dengan seorang pria berdiri di sebelahnya. Pria dewasa yang sekilas terlihat seperti sang ayah namun berbeda.
"Ayo beri salam." Ucap sang ibu pada kedua anaknya yang telah berada di dekatnya. Dengan polosnya mereka mengikuti permintaan itu dan dengan berusaha baik mereka memberi salam formal mereka.
"Selamat siang paman"
"Wahh mereka hebat bisa melakukannya meski masih sekecil ini." Orang tersebut mengelus kepala Christopher dan Cayena bergantian. Dan sang ibu hanya tersenyum.
Cayena secara perlahan mencoba mengingat pria itu. Seperti pernah bertemu namun ia telah melupakannya. Tiba-tiba rasa sakit muncul hingga membuatnya mengerang kesakitan. Dengan kesadarannya, ia berusaha tetap mengingat kepingan ingatan yang mungkin akan hilang lagi.
"Nee-san?"
Tubuh gadis itu perlahan bergerak menggeliat diatas kasur. Orang yang memanggil namanya hanya memegang tangannya erat diiringi doa yang dia ucapkan dalam hati. Hal pertama yang Cayena lihat saat membuka matanya adalah orang yang memanggilnya di sebelahnya. Ucapan syukur berulang kali dia ucapkan.
Cayena yang sedikit pusing, mencoba untuk duduk dan melihat situasinya. Dalam pandangan Cayena, ia meihat bayangan Christopher dalam wujud terakhirnya hingga rasa pusing itu hilang, ia tersadar kalau itu adalah Ciel. Ciel langsung memeluknya dengan erat dan menangis dalam pelukannya.
Yang ia pahami saat ini ia berada di kamar miliknya bersama Ciel, dan badannya terasa lemas. Perlahan, Cayena mengelus punggung adiknya hingga suara tangisnya berganti suara dengkuran halus.
Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dan menampakkan Sebastian. Cayena yang paham kehadirannya, menggelengkan kepalanya dan memintanya mendekatinya dengan ayunan tangan. Mulutnya bergerak mengucapkan sesuatu, namun suaranya tak bisa keluar seperti biasanya, suara serak tak jelas yang keluar. Dengan gemetar ia memegang lehernya.
"Hojou-sama, anda telah tidur selama 7 hari lamanya. Tenangkan diri anda, Hojou-sama."
Ekspresi Cayena tak bisa ia sembunyikan mendengar fakta itu.
" Saya menemukan anda terbaring di perpustakaan tak sadarkan diri dengan beberapa tumpukan buku." Jelas Sebastian.
".... "
Tak ada jawaban dari nonanya, Sebastian menata makanan di meja kecil. Setelahnya, ia melepas pelukan Ciel dan menata badannya untuk posisi yang nyaman. Kemudian dia menggendong Cayena dengan satu tangan dan meletakkannya di kursi yang telah dia siapkan. Dengan telaten Sebastian menyuapi nonanya sambil bercerita hal apa saja yang telah ia lewatkan.
Sebastian dan Ciel telah mencari tau apa yang terjadi pada Cayena. Semua pelayan sudah berada di kamar mereka masing-masing waktu itu, dan tak ada tanda-tanda orang luar masuk ke dalam kediaman. Sehingga mereka berakhir pada jalan buntu yang menjadi sebuah kesimpulan Cayena terjatuh dari lemari karena mengantuk.
Cayena tau itu bukanlah kecerobohannya, namun ada orang lain yang membuatnya seperti itu.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
never let you go again
Fanfictionbercerita kakak angkat dari Ciel Phantomhive yang ikut serta dalam mencari orang yang membunuh keluarganya dan membalaskan dendam keluarganya Just fans fiction Karakter : Black Butler
