Terhitung sudah dua minggu sejak Ben menyusul Jake di rumah sakit karena insiden tempo hari, dan sejak saat itu pula Ben menjadi lebih protektif kepada Jake.
Contohnya saat ini, Ben turun dari mobil sambil menghubungi Jake lewat ponselnya "Ayo bangun Jake, nanti kamu terlambat gak boleh masuk ruang ujian" ucapnya lembut.
Benar, hari ini adalah hari pertama Ujian Tengah Semester, dimana semua murid akan berlomba-lomba untuk meningkatkan skor nilai mereka, supaya nama mereka tidak berada di urutan paling bawah.
"Good boy, buruan mandi" perintah Ben.
Setelah percakapannya dengan Jake selesai, Ben memasukkan kembali ponselnya ke saku celana, lalu berjalan santai melewati koridor menuju ruang ujian yang telah ditentukan, tetapi langkah besarnya terhenti karena tiba-tiba dihadang oleh dua perempuan yang ia tahu kalau mereka bukan teman sekelasnya.
"Ben, i need your help" ucap salah satunya.
Dengan muka ramahnya Ben menjawab "Iya, what's the problem?"
"Bisa ikut kita sebentar ga?"
•
•
•
Sekarang Ben dan kedua perempuan itu sudah berada di tempat yang lebih sepi. Ben berdiri dengan tas yang masih berada di pundaknya, menunggu dua perempuan itu memulai percakapan.
"Ben, naikin skor nilai UTS gue dong, soalnya skor nilai gue kemaren posisinya ga aman banget" salah satu dari mereka langsung memohon kepada Ben.
Benar, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum di sekolah mereka, entah karena Ben punya kuasa lebih atau apapun itu, tidak ada yang tahu. Intinya Ben sangat bisa membantu murid-murid seperti mereka, dan pastinya dengan bayaran yang tak main-main.
Ben yang paham kemana arah obrolan ini menjawab dengan wajah datarnya "Nama kalian siapa?"
"Gue Rasya Shintana 11 IPS 2"
"Gue Yunita Hara 11 IPS 2"
"Jarang-jarang ada cewe yang minta naikin skor nilai ke gue" sarkas Ben.
Kedua perempuan itu terkekeh "Jadi, gue harus siapin berapa duit?" tanya Rasya tanpa basa-basi.
"Untuk itu, lo berdua bisa chat gue nanti" ucap terakhir Ben, lalu melengos pergi meninggalkan kedua perempuan itu.
"Udah gitu doang?" ucap keduanya kompak.
✄
"Hai Jake, gimana tadi UTS nya?"
Jake menoleh ke sumber suara, sambil menghembuskan asap dari mulutnya "Mau muntah gue liat soal-soalnya, mana gue hampir terlambat"
Evan tertawa dan mendudukkan diri di sebelah Jake "Kalo gue mah santai aja, selagi gue tau skor gue ga akan ada di urutan paling bawah"
"Pede lo gede juga ya Van. Btw, mana Jay?" tanya Jake.
"Tadi pas keluar gerbang sekolah, gue liat dia lagi sama Steve, mau gue ajak tapi kayaknya lagi serius banget tu dua orang, yauda gue sendiri aja ke sini nyusul lo"
KAMU SEDANG MEMBACA
schadenfreude [sungjake]
Fanfiction'Yang sama, jangan dibeda-bedakan Yang beda, jangan disama-samakan' 'Kamu boleh mencintainya tapi biarkan dia mencintai pilihannya' [BXB]
![schadenfreude [sungjake]](https://img.wattpad.com/cover/348998838-64-k540985.jpg)