Diawali dengan pemuda bernama Jake yang sedang menikmati sebatang rokok di tempat persembunyian nya, Jake sengaja bersembunyi karena ia terlalu malas untuk mengikuti kegiatan upacara, dan menghindari guru yang berpatroli mencari murid-murid nakal seperti dirinya.
Tentu Jake tak sendiri, ada juga Evan sebagai partner kaburnya di setiap upacara hari senin.
"Hari ini hasil uts keluar, lo penasaran gak nama siapa yang ada diurutan paling bawah?" ucap Evan.
"Siapapun itu yang pasti bukan kita" jawab Jake santai "Tapi gue pengen banget kali ini yang dapet urutan paling bawah, anak Authority" lanjutnya.
"Kenapa gitu?" tanya Evan penasaran sambil menghembuskan asap rokoknya ke atas.
"Gapapa, pasti seru ngerjain murid yang se kasta sama kita"
"Lo ngomong kayak gitu, gue jadi deg-degan. Takut mimpi gue semalem jadi kenyataan"
"Mimpi apaan emang?" kini Jake yang penasaran.
"Gue mimpi digebukin sama lo, sama Steve, sama Jay, sama yang laen-laen juga lah pokoknya mah"
Jake tertawa "Lo kebanyakan mabok sih, makanya mimpi lo aneh"
"Sialan lo. Eh btw, kayaknya tu merah-merah di leher lo ga ilang-ilang dah, dari empat hari yang lalu" Evan menatap penasaran ke leher Jake.
Jake buru-buru menutupi dengan kerah bajunya "Akhir-akhir ini di rumah gue emang banyak nyamuk sih kayaknya" jawabnya mengeles. Dan Evan mengangguk-anggukkan kepala, percaya dengan ucapan Jake.
Keduanya kembali menikmati benda bernikotin itu, sampai ada suara langkah orang berjalan mendekat, membuat mereka saling pandang.
"Kacau kalo pak Kanto tau kita di sini" bisik Evan ketakutan.
Jake menaruh jari telunjuk di depan bibirnya sendiri, menyuruh Evan diam. Tapi langkah kaki itu semakin lama semakin dekat, membuat Jake pasrah kalau-kalau tempat persembunyiannya kali ini ketahuan.
Jake dan Evan menunggu dengan gelisah, siapa guru yang akan menghukum mereka setelah ini.
'Brukk'
"Bangsat!" Jake mengumpat kaget, kala dua orang murid melompat dari jendela ke tempat persembunyiannya.
"Sssttt.." bisik salah satunya menyuruh semua diam, dan mereka pun menuruti.
Setelah dirasa kondisi sudah aman, yang satu lagi bersuara "Sialan, hampir aja gue sama Steve kegep pak Kanto" ternyata mereka adalah Steve dan Jay.
"Gue udah parno banget babik" umpat Evan "Gue kira abis ini bakal bersihin toilet lagi"
"Ya sorry sih, gue sama Steve kan gatau kalo ada lo berdua di sini" ujar Jay.
"Oi Jake, pak Kanto udah pergi" Evan menyenggol badan Jake yang sedari tadi tak bersuara.
Jake tersentak "Euh- iya tau" jawab Jake hanya melihat ke wajah Evan dan Jay.
Asal kalian tahu, saat ini Jake merasa malu, dan sudah pasti kalian tahu siapa penyebabnya. Steve.
Sejak hari di mana tanda merah di leher Jake muncul, hingga saat ini Jake berusaha menghindari Steve. Tidak, bukannya Jake benci Steve. Karena setiap dirinya melihat Steve, kegiatan dengan Steve di kamarnya tempo hari selalu terputar jelas di otaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
schadenfreude [sungjake]
Fanfiction'Yang sama, jangan dibeda-bedakan Yang beda, jangan disama-samakan' 'Kamu boleh mencintainya tapi biarkan dia mencintai pilihannya' [BXB]
![schadenfreude [sungjake]](https://img.wattpad.com/cover/348998838-64-k540985.jpg)