3 tahun yang lalu, 29 Mei 20XX
Di ruang tamu keluarga Gahendra, sesosok remaja yang masih mengenakan seragam sekolah dengan kepala tertunduk sedang mendengarkan Omelan ayahnya.
"Masih berani pulang kamu? Liat jam berapa sekarang?! Kamu tuh harusnya belajar! Jangan malu malu in keluarga Gahendra! Dari dulu keluarga Gahendra gaada yang gagal, kecuali kamu. Saya heran kenapa saya bisa punya anak yang ga berguna kayak kamu?! Liat kakak kakak kamu, emang mereka pernah ngecewain saya? Enggak!" Bentak Geo, ia menunjuk-nunjuk kening Arlan dengan keras.
Geo Gahendra, kepala keluarga Gahendra generasi sekarang.
Matanya menatap penuh amarah pada pemuda didepannya.
Pemuda itu tetap berwajah tenang, ia menatap lelah pada sosok 'ayah' di depannya.
"Pa, papa cuma liat dari mereka doang bukan aku! aku sering dapet juara akademik, non-akademik, tapi emang papa peduli? Kapan papa peduli sama sekolah aku? Yang Dimata papa tuh cuma bang Arka, bang Vano, sama fawaz! Emang pernah papa liat aku? Emang papa pernah peduli sama aku? Engga kan?" Arlan membalas ucapan Geo dengan nada agak tinggi.
"Mereka dapet juara apapun berapapun apapun papa puji, papa bangga banggain sama temen temen papa, sedangkan aku? Mau se bagus dan sebanyak apapun prestasi aku disekolah emang papa pernah muji aku? Engga kan pah? Bahkan papa aja gatau aku di sekolah gimana, Papa cuma bisa nge maki-maki aku, nyalahin segala hal buruk yang nimpa papa sama aku, papa nganggep aku ini anak pembawa sial kan? Sedangkan mereka anak emas papa?" Nadanya masih tinggi, namun mengandung kekecewaan.
Pemuda itu Arlan, Arlan Zayyan Gahendra, anak ketiga dari Geo.
Bukannya sadar, emosi Geo malah semakin melonjak "Berani ngejawab kamu?! Kamu saya besarin biar bisa berguna buat saya! Bukannya malah melawan! Iya, kamu juga bener! Kamu emang pembawa sial bagi keluarga saya, Saya udah muak sama anak ga berguna kayak kamu, mending kamu keluar dari rumah saya!"
Kepala yang tertunduk itu mendongak menatap Geo dengan tak percaya, namun matanya terlihat berbinar kala mendengar itu.
Ia diusir?
Baik, ia juga sudah lelah dengan 'ayahnya'
Ia tetap berusaha berusaha tetap tenang dan menjawab "fine, aku keluar dari rumah ini sekarang juga"
Remaja laki-laki itu langsung pergi ke lantai atas untuk mengemasi barang-barang nya dan pergi dari rumah itu mengabaikan berbagai kalimat penuh penghinaan dari ayahnya.
Vote sama komennya jangan lupaaa, ayo ramein komentar sama vote nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
De TodoThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
