Beberapa hari lalu Biva sudah di izinkan untuk pulang dari rumah sakit setelah sempat 3 hari menginap di sana. Keadaan si kecil sekarang jauh lebih baik dari sebelum nya. Biva pun juga sudah mulai sekolah karna sempat izin sakit waktu itu.
Sakit nya si kecil juga sempat mengheboh kan kedua orang tua Bible yang saat di beri kabar ingin langsung terbang detik itu juga dari new zealand. Namun, sayang nya mereka tidak melakukan itu karna masalah Visa.
Sebenar nya bukan saat Biva sakit saja mereka merencanakan untuk pergi. Namun, masalah Visa itu belum selesai sampai sekarang. Hampir 3 bulan lebih kedua orang tua Bible menunggu dan mereka akhir nya bisa berangkat hari itu. Tanpa berlama lama, kedua orang tua Bible pun berangkat dan tiba 2 hari yang lalu.
Kesenangan si kecil semakin besar saat kedatangan kakek dan nenek nya tanpa ia ketahui. Biva sangat senang saat kekek dan nenek nya sudah sangat ia rindukan akhir nya datang mengunjungi nya.
Jadi Biva tidak perlu kesana kalau kakak dan nenek nya saja yang kesini.
Ibu dan ayah Bible juga sangat bahagia tentang kembali nya Build ke negri kelahiran nya sendiri. Ibu Bible sempat mengobrol lama dengan Build karna sangat merindukan anak itu. Tak lupa juga dia menanyakan kabar mama Build.
Fakta yang ibu Bible tau tentang mama Build membuat nya sedih. Ia benar benar tidak bisa melakukan apa pun di saat tetangga dekat nya sedang kesulitan di kala itu.
Andai saja pria manis ini bicara pada nya dan mengatakan hal yang sebener nya terjadi pada mama nya maka ibu Bible dengan senang hati akan membantu. Namun, ibu Bible juga mengerti betapa mandiri nya Build dan tidak mau nya ia merepotkan keluarga sumettikul.
Tidak ada pilihan lain saat itu selain menyetujui keputusan Build tentang ingin pergi untuk kesembuhan mama nya. Ibu Bible hanya berharap Build akan selalu menjadi anak yang kuat dan selalu di kelilingi oleh kebahagian.
Harapan tentang kembali nya Build juga ibu Bible panjatkan agar pria manis itu bisa kembali bersama mereka lagi.
Di keluarga Bible, Build memiliki posisi yang penting di banding putra mereka sendiri.
"Biba." Panggil si kecil.
Build dan ibu Bible yang tengah berada di dapur membuat makan malam pun menoleh pada panggilan tersebut.
"Wah, cucu nenek sudah selesai bersepeda nya, sayang?" Ucap ibu Bible mendekati Biva yang masih berdiri diam disana.
"Sudah, nenek." Jawab nya.
Build memperhatikan Biva sebentar lalu mendekati anak itu yang seperti nya hanya diam tidak banyak bicara seperti biasanya.
"Kenapa?" Tanya Build pelan. Si kecil pun terdiam lalu merubah raut wajah nya ingin menangis. Build yang mengerti pun hanya dia menatap wajah Biva yang sebentar lagi akan menangis itu.
"Biba, Biva tadi itu bersepeda tapi masih pakai roda empat. Biva tidak suka pakai roda empat, Biba. Biva ingin di lepaskan saja tapi kata kakek nanti Biva nya terjatuh kalau pakai dua roda saja. Biva masih tidak bisa pakai roda dua nanti terluka kalau terjatuh. Nanti juga tubuh Biva sakit sakit karna pakai sepeda roda dua, Biba."
Biva mendekati Build lalu memeluk nya erat menangis dalam dekapan nya.
Build dan ibu Bible masih mencerna seluruh ucapan si kecil dan kemudian mereka pun terkekeh pelan.
"Biva ingin roda bantu sepeda nya di lepas saja?" Tanya sang nenek. Si kecil mengangguk lalu kemudian menggeleng pelan.
"Iya, tapi tidak boleh. Nanti Biva terjatuh kalau roda bantu nya di lepaskan, Biva nya ini masih belum bisa kayuh sepeda nya dengan benar nanti terjatuh lalu terluka bagaimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Destiny
RomanceSiapa sangka sahabat nya yang pernah pergi dari nya 8 tahun lalu ternyata adalah orang yang pernah menjadi penerima donor tersebut? Carrier (Mpreg!!)
