"kau berjanji ingin menikahi ku bukan?"
Kata kata itu bagai kaset rusak yang terus berulang ulang kali ia dengar.
Setelah kejadian dimana Bible bertemu dengan masa lalu pria itu sebelum dirinya, Bible benar benar tidak bicara apa pun pada Build.
Entah apa yang sebenernya terjadi sehingga pria itu tidak membahas nya setelah mereka pergi dari mall hari itu.
Build ingin membahas tetapi ia juga bingung harus berbicara dari mana karna sejujurnya ia pun tidak tau siapa perempuan itu.
Terhitung dua hari setelah kejadian hari itu Bible mendiami nya. Bahkan, pria itu tidak bicara apa pun pada Build. Bible seperti menghindari dirinya.
Saat mereka disana hari itu, Build pergi menjauh membawa Biva ketika perempuan yang Build tau namanya May itu berteriak di dekat Biva. Build jelas tidak akan membiarkan suara dengan nada tinggi itu membuat anak nya sampai merasa seperti di bentak.
Maka dari itu, kata kata yang terakhir Build dengar dari mulut May adalah janji Bible yang ingin menikahi perempuan itu.
Sisa dari percekapan Bible dan juga orang dari masa lalu nya jelas tidak terdengar oleh Build. Lalu, setelah akhirnya mereka selesai berbicara Bible langsung menyuruh dirinya dan Biva untuk pulang.
Build ingin bicara tetapi situasi nya saat itu kurang tepat karna ia merasa bahwa Bible saat itu sedang dalam emosinya. Entah apa yang mereka berdua katakan sehingga efek marah nya Bible sampai saat ini.
"Biba."
Suara kecil dari putranya membuat Build yang sedari tadi melamun seketika menoleh menatap Biva yang mengusap ngusap matanya mengantuk.
"Ngantuk, nak?" Si kecil itu mengangguk lalu detik berikutnya ia pun menguap kecil. Build terkekeh lalu meraih tubuh Biva yang berdiri di depan nya.
"Ya sudah, ayo bobo."
Sebelum berdiri dari sofa yang ia duduki Build pun menoleh menatap jam dinding di atas TV besar di depan nya. Saat ini sudah hampir jam 10 malam tapi Bible belum pulang juga dari kantornya.
Build menghela nafas nya pelan lalu menggandeng tangan kecil Biva untuk berjalan menuju kamar nya. Besok, si kecil itu harus masuk sekolah jadi Build akan menidurkan putranya dulu walaupun ia sedang khawatir karna tidak biasanya Bible pulang larut malam seperti ini.
Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Biva pun sudah nyenyak tertidur. Lalu, Build pergi dari kamar Biva untuk masuk ke kamarnya.
Rasa khawatir Build semakin menjadi jadi saat hampir jam 11 malam Bible belum pulang juga, bahkan sedari tadi Build sudah mencoba menghubungi pria itu tetapi ponsel nya tidak aktif.
"Menyebalkan!" Pakik nya kesal.
Build pun membaringkan tubuh nya miring karna posisi miring adalah posisi ternyaman saat sedang hamil besar seperti ini.
Perasaan Build tidak karuan karna tiba tiba saja pikiran negatif menghantuinya.
Sungguh, Bible kenapa jadi tiba tiba berubah drastis seperti ini? Bahkan sebelumnya pria itu tidak pernah lembur walaupun sebanyak apa pun pekerjaan nya. Lalu, untuk perubahan lain nya Bible tidak pernah mendiami Build seperti ini sebelumnya.
Jangankan berani mendiami, tidak menciumi Build beberapa detik saja pria itu akan merengek mengalahkan Biva.
Build benar benar tidak mengerti ada apa dengan Bible sebenarnya.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya Build pun mendengar suara pintu kamar yang terbuka. Pria manis itu menutup mata nya tidak ingin terlihat bahwa ternyata di hampir tengah malam ini belum juga tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Destiny
RomanceSiapa sangka sahabat nya yang pernah pergi dari nya 8 tahun lalu ternyata adalah orang yang pernah menjadi penerima donor tersebut? Carrier (Mpreg!!)
