BAB 3 (Kembali)

778 75 14
                                        

Setelah sampai di salah satu restoran sushi langganan Biva, Bible pun mengikuti Biva yang seperti nya sangat bahagia bisa bertemu dengan Build.

Build sendiri yang memang pada dasar nya menyukai anak kecil dapat dengan mudah akrab dengan Biva. Si kecil itu memang memiliki aura pemikat yang sangat kuat sehingga orang orang dapat dengan mudah dekat dengan nya.

"Sushi saja tidak ingin yang lain?" Tanya Bible membuka buku menu. Biva mengangguk semangat atas pertanyaan ayah nya. "Salmon! Biva ingin mam salom banyak banyak, dad." Bible mengangguk lalu menoleh menatap Build.

"Kau ingin apa?" Tanya Bible lagi pada Build.

"Sama kan saja dengan Biva." Jawab nya.

Bible mengangguk lalu memilih kembali menu yang lain. "Uncle suka makan salmon juga tidak?" Tanya nya. Build mengangguk dengan semangat. "Suka sekali."

"Sama seperti Biva, uncle Biu sangat suka makan salmon." Jelas Bible manambahkan.

"Benarkah?"

Build tekekeh pelan lalu mengusap rambut Biva. "Iya, karna salmon memiliki banyak manfaat. Untuk Biva juga sangat bagus karna memiliki banyak vitamin yang bagus untuk tumbuh kembang mu."

Mendengar perkataan Build, Biva jadi semakin bersemangat untuk memperbanyak makan ikan agar diri nya pintar.

Hari ini adalah hari pertama dimana Build dan Biva di pertemukan. Namun, siapa sangka ke akraban mereka bisa secepat itu? Bahkan Bible beberapa kali di hiraukan Biva. Dia lebih banyak bermain dan bersenang senang dengan Build ke timbang daddy nya.

Bible tentu saja tidak keberatan akan hal itu. Ia senang melihat Build  bisa akrab dengan buah hati nya.

*****

Hari ini bagi Biva ada lah hari yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, setelah sekian lama akhir nya ia bisa merasakan bagimana rasanya memiliki seseorang yang begitu menyayangi nya selain daddy nya. Biva memang bukan anak yang kekurangan kaksih sayang. Ayah nya, Bible benar benar memberikan kasih sayang yang begitu melimpah untuk nya. Nenek dan kakek nya juga begitu sangat menyayangi nya. Bahkan orang orang yang bekerja di kantor besar milik ayah nya itu selalu mau saat di ajak bermain.

Jadi Biva selalu merasa senang.

Namun, hari ini rasa nya agak berbeda. Dia benar benar seperti di berikan kebahagian yang tak pernah ia rasakan sebelum nya. Memiliki seorang ayah yang begitu memproritsakan dirinya tentu saja membahagiakan. Namun, memiliki dua orang bukan kah lebih baik?

Biva memang tak pernah bermimpi atau berharap apa pun tentang kebahagian dirinya. Yang penting daddy nya salalu bersama nya untuk waktu yang sangat lama. Biva sudah merasa sangat bahagia.

Tapi hari ini ada seseorang yang akan menggandeng tangan nya di sebelah kiri. Biasanya ia hanya akan bergandengan dengan Bible di sebelah tangan kanan nya. Dan sekarang tangan kiri Biva tidak bisa memegang ice cream atau permen kapas lagi. Ada sosok yang memegang tangan kiri nya di saat ia bergandengan tangan dengan ayah nya.

Biva memang masih kecil, tapi perasaan seorang anak itu benar benar sangat polos. Ia merasa sangat di cintai oleh dua orang ini. Dan di saat itu juga, Biva bisa merasakan yang namanya memiliki dua orang tua.

Tidak hanya daddy nya sendiri.

"Lelah, hmm?" Pertanyaan lembut itu di lontarkan Bible saat Biva duduk di bangku belakang. Si kecil itu hari ini memang benar benar aktif, mungkin energi nya sudah terkuras habis.

"No dad." Jawab nya. Bible yang mendengar itu hanya tekekeh pelan.

Sore hari menjelang malam ini Bible dan Biva baru saja pulang dari berjalan jalan. Oh tentu saja dengan Build yang selalu mengikuti Biva kemana pun agar anak itu tidak berlari larian.

Beautiful DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang