BAB 22 (Sebuah Janji)

409 36 6
                                        

Berhubung mendekati akhir cerita, setiap part menuju akhir part nya akan lebih dari 5k word. Jadi temen temen mohon maaf kalo ceritanya agak kepanjangan yah, aku cuman pengen mempersingkat part aja ko, supaya gak panjang panjang banget cerita nya hehe..

HAPPY READING!! (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
























Hari dan bulan pun terus berganti, dan saat ini kebahagian dari keluarga kecil ini semakin membahagia kan karna tinggal menunggu satu bulan lagi adik kecil yang sudah berdiam lama di perut sang Biba pun akan lahir.

Tentang si kecil kesayangan kedua orang tua nya, Biva awal nya saat di beritahu tentang Build yang tengah hamil anak itu hanya diam tanpa respon apa pun.

Tapi, karna rasa penasaran yang sangat tinggi. Biva pun bertanya banyak hal pada Bible yang saat itu menjelaskan dengan wajah penuh bahagia.

Disini, di perut Biba nya seorang adik kecil yang pernah Bible dengar dari Build tentang ke inginan putranya untuk memiliki adik bayi akhir nya terkabul.

Anak itu awal nya diam, lalu setelah beberapa detik ia merangkak menuju Build yang saat itu bersandar di kepala ranjang mendengarkan Bible dan Biva bicara.

Si kecil itu menangis saat hampir sampai pada Biba nya dan kemudian menangis keras saat mulai mengerti tentang perkataan Daddy nya.

Biva sebentar lagi mendapatkan seorang adik yang selama ini ia inginkan. Jadi, anak itu menangis karna rasa senang nya. Bible dan Build awal nya agak khawatir dengan sikap Biva seperti itu. Tapi, kenyataan nya anak kecil pun bisa merasakan kebahagian yang luar biasa saat ia menginginkan sesuatu dan itu terkabul.

Sama seperti Bible dan juga Build, Biva pun demikian. Ia menangis karna senang mendengar kabar tersebut dari kedua orang tua nya.

Hari itu, rumah keluarga Sumettikul di penuhi oleh kebahagia yang luar biasa. Kedua orang tau Bible pun di beritahu akan kehamilan sang menantu dan heboh nya ibu Bible ingin mengunjungi mereka detik itu juga.

Dan benar saja! Ibu dan Ayah Bible berkunjung tapi tidak lama, hanya 3 hari dan kemudian mereka kembali setelah sang Ibu memeluk Build dengan erat dan juga menangis bahagia.

Tidak hanya dari keluarga Bible, tapi berita bahagia itu juga di rasakan oleh Bibi Corlin yang berada di Canada setelah di beri tahu kabar tersebut. Lalu, setelah nya berita bahagia itu pun di rilis resmi oleh perusahaan Bible.

Banyak ucapan selamat dari kalangan teman bisnis Bible dan juga rekan kerja nya.

Hari itu semua orang sangat bahagia.

Lalu, seiring berjalan nya waktu perubuhan sikap dari si kecil yang saat ini tidak ingin di panggil Biva lagi berubah drastis.

Biva, begitu biasanya ia di panggil. Tapi saat mengetahui ia akan menjadi seorang kaka, Biva pun tidak ingin di panggil nama oleh kedua orang tua nya.

KAKA!!

Biva ingin di sebut kaka, tidak boleh yang lain selain sebutan itu. Ia akan merajuk jika Bible atau Build salah menyebut nama nya.

Tidak hanya itu, perubahan sikap Biva juga berubah menjadi lebih manja dan sangat sensitif beberapa minggu kemudian setelah ia mengetahui dirinya akan memiliki adik.

Orang bilang jika seorang kaka ingin memiliki adik, sang kaka pasti menjadi sangat manja dan selalu menangis tanpa alasan. Dan itu benar terjadi, Biva semakin sensitif dan sangat yahh agak cengeng.

Untung nya, kedua orang tau Biva ini memiliki stok sabar seluas samudra jadi mereka berdua tidak pernah marah atau membentak anak kecil tersebut. Sebalik nya, Build malah semakin lembut jika Biva dalam keadaan keras kepala nya.

Beautiful DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang