"DIAM!!"
Bible muntup mulut nya rapat menahan tawa menatap Build yang saat ini terlihat berwajah kesal menatap nya.
Astaga, bagaimana mungkin pria cantik yang saat ini tengah mengandung itu terlihat sangat menggemaskan saat kesal seperti ini? Bible nyaris gila sekarang!
Build menatap tajam Bible yang saat ini menatap nya penuh dengan menahan tawa menatap dirinya.
Apa yang lucu sebenernya?
"Kau memang menyebalkan!" Pakiknya kesal.
Bible terdiam lalu kemudian ia menarik nafas nya agar berhenti mentertawakan tingkah dari pria cantik nya.
"Ada apa? Aku hanya tidak menyangka bahwa kau akan melabrak nya seperti itu, sayang." Ucap Bible meraih tangan putih Build.
"Kenapa? Kau marah aku melakukannya?"
Bible menggeleng cepat. "Tidak, tidak sama sekali. Aku malah senang karna kau benar benar langsung bertindak di saat ada parasit yang mulai mendekat pada rumah tangga kita." Bible tersenyum lalu kemudian ia kecup tangan yang tengah ia genggam itu.
"Aku tidak menyukai nya, Bible." Ucap Build menunduk dengan suara pelan.
Mendengar perkataan Build, Bible menarik tubuh Build semakin dekat padanya. "Aku juga."
Build mendongak manatap Bible yang saat ini memeluknya. "Kenapa kau tidak menyukai nya? Bukankah selama ini May membantumu merawat Biva?"
Bible tersenyum lalu kemudian mencuri kecupan singkat di bibir pink alami milik Build. "Mungkin ini terdengar agak gila akan tetapi aku berani bersumpah bahwa aku tidak pernah menyukai atau mencintai orang lain selain sahabat ku sendiri. Ya itu kau."
Bible memeluk erat Build dan membawa tubuh kecil itu semakin erat memeluknya.
"Dari awal tumbuhnya perasaan suka dalam hidupku, hal yang pertama aku sukai adalah senyum mu. Lalu, saat kita mulai tumbuh bersama perasaan suka melihat mu tersenyum berubah menjadi semakin naik level menjadi menyukai saat dimana kita mulai tumbuh remaja bersama." Bible mengusap bahu Build yang saat ini bersandar nyaman dalam pelukan Bible.
"Memasuki masa remaja dan akhirnya aku mulai mengerti apa arti menyukai seseorang, hal yang pertama ingin aku lakukan adalah mengajak mu bersama untuk selamanya. Akan tetapi, aku terlambat mengatakan nya sehingga kau pergi dariku tanpa pamit sekalipun." Bible tersenyum kecil menatap dirinya yang saat pulang dari london hari itu bagai orang kesetanan mencari keberadaan Build yang entah dimana.
"Sejak kau pergi dariku hari itu, disitu lah aku mulai menutup hati ku untuk siapa pun. Kenapa? Untuk apa membuka hati kembali jika pemiliknya saja sudah pergi." Bible menunduk menatap Build yang hanya diam mendengarkan.
"Hatiku, cintaku, bahkan mungkin seluruh perasaan yang aku miliki habis untuk mu. Aku tidak tertarik pada siapa pun selain Biba nya Biva William."
Build mendongak menatap Bible yang saat ini tersenyum padanya. Wajah putih Build memerah mendengarkan sederet ungkapan perasaan cinta yang di ucapkan Bible padanya.
Build tau, bahkan sudah sedari lama ia tau bahwa sahabatnya itu menaruh perasaan cinta yang begitu besar untuk nya. Maka dari itu, sejak Build mulai terpikirkan untuk kembali ke negara asal nya bisakah ia dan Bible kembali bersama?
Tidak apa apa jika hanya kembali berteman seperti sebelumnya.
Build mengerti bahwa seseorang seperti Bible tentu saja dengan mudah memiliki seseorang yang ia sukai atau orang menyukainya.
Seperti apa yang ia katakan pada May waktu itu, ia memang kembali karna menginginkan Bible kembali bersamanya.
Build tidak akan sebodoh itu bertindak merebut Bible jika pria itu memiliki istri atau kekasih sekalipun. Saat ia tau bahwa ternyata Bible dalam sebuah artikel yang di rilis beberapa minggu sebelum Build memutuskan untuk pulang pria itu masih ingin sendirian. Jadi, tanpa mengulur waktu yang semakin lama Build pun pulang dan berniat untuk kembali bersama Bible. Yah, walaupun ia tidak berharap lebih untuk menjadi bagian penting kembali dalam hidup pria tampan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Destiny
RomanceSiapa sangka sahabat nya yang pernah pergi dari nya 8 tahun lalu ternyata adalah orang yang pernah menjadi penerima donor tersebut? Carrier (Mpreg!!)
