Dua minggu lalu Bible sakit karna kelelahan akibat pekerjaan nya yang menggunung. Lalu, setelah tubuh nya mulai terasa lebih baik, pria itu kembali melakukan aktifitan nya seperti biasa.
Musim hujan sedang melanda negri mereka. Perubahan cuaca yang tiba tiba panas di siang hari, lalu menjadi hujan dengan petir di sore hari sampai malam. Beberapa orang mulai merasakan tubuh mereka yang kurang fit akibat perubahan cuaca tersebut.
Begitu juga dengan si kecil, Biva William. Anak berusia 4 tahun itu sudah tiga hari ini menunjukan perubahan pada kesehatan nya. Saat di pagi hari, Biva terlihat biasa saja. Dia bahkan memulai aktifitas di sekolah seperti biasanya tanpa ada kendala sedikit pun.
Lalu, di sore hari nya Biva akan menunjukkan wajah yang lelah seperti kehabisan energi. Dan puncak nya ada di malam hari, lebih tepat nya di atas jam 9 malam tubuh Biva akan panas dan bibir anak itu sangat pucat. Ia menggigil kedinginan dan kemudian mengeluh pusing terus pada Build.
Build tentu saja panik bukan main karna si kecil kesayangan nya itu sedang sakit. Namun, Biva sangat tidak suka jika harus di bawa ke rumah sakit untuk di periksa ke adaan nya.
2 hari lalu Build sudah membujuk Biva agar ke rumah sakit untuk di obati. Namun, berujung anak itu menangis kencang karna tidak mau. Build bahkan sempat menangis juga melihat Biva yang tidak mau di ajak ke rumah sakit.
Biva tidak ingin kesana karna takut di suntik. Anak anak biasanya memang sangat alergi dengan jarum itu.
Bibi Nam sempat membantu membujuk Biva. Namun, si kecil itu tetap pada pendirian nya tidak ingin di bawa ke rumah sakit. Ia hanya perlu Build di samping nya dan selalu memeluk nya itu saja.
Dan 2 hari ini Build di buat sangat lelah dengan sifat keras kepala Biva yang tidak mau menurut pada nya. Anak itu sempat berteriak kencang pada Build karna Biba nya itu menyuruh nya untuk di periksa kerumah sakit. Karna teriakan itu juga membuat suara Biva mulai serak.
Ia bahkan meneguk air saja harus sedikit sedikit agar tenggorokan nya tidak bertambah sakit.
"Hwaa tidak mau! Biva tidak mau!"
Build kembali menghela nafas nya lelah. Ini sudah hampir jam 12 malam dan si kecil ini tengah demam 38,5 derajat celsius. Build tentu saja khawatir sebab itu berarti Biva terkena demam tinggi malam ini. Tadi malam anak itu demam nya hanya 37,7 derajat celsius saja. Tapi malam ini Biva bertambah panas sebab tadi siang ia memakan ice cream tanpa sepengetahun Build.
Yah, Build tidak tau sebab Biva makan ice cream di sekolah nya sebelum pulang. Build jadi tahu Biva memakan ice cream karna anak itu mengeluh tenggorokan nya sakit. Dan ternyata fakta baru ia temukan.
Marah pun tidak bisa karna Biva masih anak anak. Ia tidak tau apa yang ia lakukan itu apakah boleh atau tidak. Jika Build tau Biva makan ice cream ia akan melarang keras walau Biva menangis.
"Tidak di suntik janji, hanya di periksa saja ya, sayang." Ucap Build mencoba menenangkan Biva dalam pelukan nya.
Anak itu meminta di gendong oleh Build karna tidak nyaman tidur berbaring dan juga suhu tubuh nya yang panas.
"NO! TIDAK MAU! TIDAK MAU DI PERIKSA TIDAK MAU BIBA."
Build kembali menghela nafas lalu mengangguk. "Iya sudah, nak. Jangan teriak teriak ya nanti suara nya serak lagi, sayang." Ucap Build mengusap usap punggung Biva.
Anak itu sudah 1 jam lebih menangis karna rasa pusing yang ia rasakan. Dan ia ingin rasa pusing dan rasa panas di tubuh nya itu hilang karna ia sangat mengantuk.
"Haus tidak? Biba buatkan susu lagi mau?" Ucap Build pelan masih menggendong Biva. Si kecil itu menggeleng dengan keras. "No! Tenggorokan nya masih sakit tidak mau minum susu! Tidak suka susu! Susu buat tenggorokan Biva semakin sakit, Biva nya ini kesal sekali, Biba. Hwaa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Destiny
RomanceSiapa sangka sahabat nya yang pernah pergi dari nya 8 tahun lalu ternyata adalah orang yang pernah menjadi penerima donor tersebut? Carrier (Mpreg!!)
