BAB 11 (Cerita Si Kecil)

761 79 12
                                        

Hari ini, anak tunggal kaya raya itu tengah menikmati waktu nya berkebun dengan Bibi Nam. Wanita paruh baya yang sudah mengabdi pada keluarga sumettikul itu kini bertemu dengan duplikat orang yang pernah ia asuh sebelum nya.

Bagi Bible, Bibi Nam itu tidak hanya pengasuh nya saat ia kecil dulu. Melain kan sudah ia anggap seperti ibu kedua untuk nya. Apa saja yang Bible lakukan harus selalu melewati Bibi Nam terlebih dahulu. Bahkan, orang yang pertama kali Bible beritahu tentang perasaan nya untuk seseorang, Bibi Nam lah yang tau.

Orang tua Bible terlalu sibuk bekerja saat itu, jadi yang menjadi teman nya hanya Bibi Nam.

Wanita itu di berkati umur panjang sehingga ia bisa menemui Bible generasi ke 2 namun jika di lihat lihat si kecil ini tidak ada mirip mirip nya dengan Bible.

Ada sih. Namun hanya mata nya saja yang terlihat mirip dengan Bible.

Biva memiliki senyum kotak yang menggemaskan. Lalu, di hiasi dengan lesung pipi di kedua pipi chubby nya. Tidak hanya itu, sifat anak ini juga berbanding terbalik dengan Bible saat kecil.

Jika Bible saat kecil adalah orang yang intorvet, maka si kecil ini ber sifat sangat ekstrovert.

Bible kecil sangat susah bergaul dengan orang lain. Namun, Biva malah dengan mudah bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan anak itu dapat dengan mudah nya mendapat kan teman hanya karna dia selalu suka menyapa.

Orang orang akan mudah tertarik dengan Biva karna energi anak itu yang sangat cerah dan ceria. Belum lagi Biva selalu tersenyum dengan orang orang yang ia kenal atau pun yang tidak ia kenal. Ke sopanan dan attitude Biva benar benar luar biasa. Tidak seperti dirinya yang lebih banyak diam dan lebih suka menyendiri.

Dan alhasil dia hanya memiliki satu teman saja. Dan untung nya, teman Bible ini tidak hanya mau berteman biasa saja dengan nya. Namun, juga mau di ajak menjadi teman hidup.

Ingatkan Bible harus selalu bersyukur akan hal itu!

"Kenapa muka nya cemong cemong?"

Build yang sedang melakukan panggilan video call dengan Biva menoleh menatap Bible yang berada di samping nya.

"Suara siapa itu?" Suara kecil dari seberang sana membuat Build terkekeh melihat ekspersi Biva yang kebingungan.

"Coba tebak siapa yang datang?" Build menutup kamera nya lalu mengarahkan nya kepada Biva yang masih menatap lekat ponsel tersebut.

"Siapa? Apa teman Biba datang ke rumah? Biva harus pulang sekarang tidak? Kalo Biva harus pulang sekarang, Biva nya ini nanti minta di jemput paman Roy saja jadi Biba nya tidak usah jemput Biva. Biva sudah besar, Biba. Tidak perlu di jemput lagi, iya tidak Bibi Nam."

Build yang mendengarkan perkataan panjang lebar Biva hanya tertawa menanggapi. Bagaimana yah, si kecil ini jika kita berbicara sedikit, dia akan menjawab perkataan itu dengan panjang lebar. Namun, di situ lah letak ke gemesan milik Biva William itu.

"Tidak perlu, sayang. Biva bersenang senang saja dulu disana dengan Bibi Nam ya, nanti jika Biva ingin pulang paman Roy akan menjemput Biva di rumah Bibi Nam."

Si kecil itu pun mengangguk patuh mendengarkan. Lalu ia mendekatkan wajah nya ke layar ponsel menatap seseorang yang tadi ia di suruh menebak.

"Biba, Biva tidak tau itu siapa. Biva tidak lihat orang nya."

Build tersenyum lalu memposisikan ponsel nya ke arah Bible yang bersandar di bahu nya. Anak itu seketika histeris milihat daddy nya sudah pulang. Bahkan, ponsel yang tadi menampak kan wajah nya kini mulai bergoyang karna Biva melompat lompat senang.

"Astaga, jangan begitu Biva. Nanti terjatuh, son."

Suara Bible terdengar kembali membuat Biva menghentikan aktifitas melompat lompat nya senang akan kedatangan Bible.

Beautiful DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang