Apa? Nyengir gak tuh kalian liat tandanya :) haha, sorry yah setelah sekian lama akhirnya part ini keluar juga.
So, baca pelan-pelan aja ya! Adegan nya ada di bagian akhir :v
Happy reading all (≧▽≦)
******
Sesuai yang di katakan Bible sebelumnya, pria itu pun mengajak Build untuk berkunjung ke makam ibu Build. Di tangan kedua nya sudah terdapat sebuckat bunga untuk menaruh di dekat tempat pemakaman.
"Mama."
Build menatap lekat ke arah batu yang bertulisan nama sang ibu di depan nya. Hati kecil Build sebenarnya masih tidak rela ibunya pergi dari dirinya. Namun, tuhan mungkin lebih menyayangi sang ibu, jadi lah dia pergi meninggalkan Build sendirian.
Lagi pula, pasti ibunya tidak merasa kesakitan lagi akbita penyakit nakal yang selalu membuatnya harus di suntik oleh dokter dan juga alat bantu untuk bertahan hidup di tubuh kurus nya.
Jadi, apakah wanita itu sudah bahagia diatas sana? Harus kah Build juga bahagia karna ibunya sudah tidak merasakan kesakitan lagi? Sungguh, seorang anak jika kehilangan orang tua nya ia benar benar merasakan kesedihan yang luar biasa.
Build juga demikian, walapun sang ayah lebih dulu pergi, tapi Build tidak terlalu sedih karna ia sangat kecil waktu itu.
Penyesalan terbesar Build bukan hanya karna ia gagal menyembuhkan penyakit sang ibu, tapi terlambat untuk berada di samping wanita itu setelah hambusan nafas terakhir nya.
Tanpa adanya dirinya di hari terakhir sang ibu, Build merutuki dirinya yang sangat egois untuk tetap bertahan disana setelah seminggu melahirkan buah hati nya hari itu. Build awal nya ingin pulang dengan harapan bahwa ibunya akan sembuh karna uang hasil dari donor tersebut sangat banyak, dan ibu Build akan melakukan oprasi secepat nya.
Tapi takdir terlalu jahat mempermainkan Build yang saat itu menangis kencang di depan jenazah ibunya setelah di hubungi bahwa ibunya telah tiada.
Uang dengan nominal besar itu tidak ada artinya jika ibunya lebih memilih pergi dari pada bertahan sebentar lagi.
Marah, sedih, kecewa, dan seluruh penyesalan yang Build rasakan betahun tahun setelah ibunya tiada ia pendam sendirian. Build menghukum dirinya sendiri karna gagal menjadi anak yang berbakti untuk ibunya.
Ia merasa sangat tidak pantas di sebut anak karna gagal dalam berusaha untuk penyembuhan sakit ibunya, jadi Build marah pada dirinya sendiri hari itu. Bahkan, sampai sekarang rasa kecewa pada dirinya sendiri masih tertanam di hati kecil nya.
"Biu."
Bible menatap Build yang saat ini menunduk tak sanggup menatap makam sang ibu. Perasaan menyesal itu kembali menggorogoti hatinya.
"Mama, maaf Biu terlambat." Gumamanya. Tangisan itu semakin kencang saat pelukan hangat Bible berikan pada Build yang bersandar di dadanya.
"Bible, seandai nya saja saat itu aku tidak berpikir untuk menjadi pendonor dan meninggalkan mama disini sendirian, apa mama ku akan tetap ada di samping ku sampai sekarang?"
Mata indah itu mengeluarkan buliran air mata yang membuat hati meringis sakit saat menatap nya. Bible tak bisa bicara apa apa, sebab ia tidak berharap siapa penerima donor tersebut waktu itu.
"Mama pergi tanpa mengatakan apa pun padaku, Bible. Aku anak yang tidak berguna."
Bible menggeleng pelan atas perkataan suami kecilnya. Bagaimana pun, Bible tau seberapa berbaktinya Build pada ibunya saat mereka kecil dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Destiny
Storie d'AmoreSiapa sangka sahabat nya yang pernah pergi dari nya 8 tahun lalu ternyata adalah orang yang pernah menjadi penerima donor tersebut? Carrier (Mpreg!!)
