Biva melambaikan tangan nya sembari terisak pelan menatap kedua orang tua nya yang saat ini tengah mendorong koper untuk pergi berlibur.
Yap! Bible dan Build setelah menyelesaikan acara pernikahan mereka 3 hari yang lalu mereka pun memutuskan untuk liburan. Atau istilah nya mungkin seperti honeymoon untuk pengantin baru itu.
Si kecil Biva tidak di ajak karna anak itu harus sekolah. Awal nya, Build ingin mengajak Biva sekalian. Namun, Biva bilang dia ingin kesekolah bertemu dengan teman teman nya. Alhasil si kecil di tinggal sekarang.
Malam hari nya, Biva dan juga kedua orang tua Bible mengantar pasangan pengantin baru ini kebandara. Biva rewel awal nya ingin ikut, Namun saat kembali di ajak anak itu menangis karna tidak mau ikut. Perasaan nya bimbang.
Lalu Build sempat menggenedong dan menenangkan putra nya agar berhenti menangis, tapi kenyataan nya Build lah yang kembali menangis tak tega meninggal kan Biva pergi.
"HWAA BIBA NO NO CRY! BIVA NYA INI CRY SEKALI JUGA HWAAA."
Anak itu sudah di dalam gendongan sang kakek, ia tadi menatap Build yang tersenyum lalu kemudian air mata pria manis itu menetes, Biva yang tidak suka melihat Biba nya menangis jelas menangis juga dengan kencang.
"Iya, tidak menangis." Balas Build tersenyum.
Anak itu menenggelamkan wajah nya di pundak sang kakek lalu mengangguk pelan. Tangan nya terulur untuk melambai ke arah Build yang berdiri di depan nya.
"Biba promise tidak lama lama ya! Biva nya ini tunggu Biba dengan daddy loh hiks."
Build terkekeh pelan lalu kemudian mengusap kepala Biva yang bersandar di pundak ayah Bible. "Tidak lama, tunggu di rumah dengan kakek dan nenek ya. Jangan nakal oke?" Ucap Build tersenyum. Biva menganggukan kepala nya tanda mengerti.
Si kecil itu pun melirik Bible yang sedari tadi hanya diam memperhatikan. Biva pun merentangkan tangan nya minta di gendong oleh sang ayah.
"Benar tidak mau ikut?" Tanya Bible sang putra. Biva pun menunduk lalu kemudian menggeleng pelan.
"Iya tidak mau ikut." Jawab nya dengan wajah sedih, Bible terkekeh pelan lalu mencium pipi putra nya yang semakin menggemaskan ini. "Nanti daddy belikan mainan, mau tidak?"
"BANYAK BANYAK!!"
Bible mengeratkan gendongan nya pada Biva karna anak itu kembali bersorak senang. Anak kecil mana yang tidak suka di belikan mainan? Karna itu wajah si kecil yang tadi terlihat sedih karna ingin di tinggal orang tua nya kini berbinar senang.
"Iya, son." Balas Bible.
Ayah dan ibu Bible hanya menghela nafas saat melihat bagaimana sifat Bible yang sangat memanjakan putra nya. Mereka tidak bisa berkomentar apa apa sebab begitu lah cara Bible memberikan kasih sayang untuk anak nya.
"Masuk lah, nanti kalian terlambat." Ucap ibu Bible yang mendekati Build. Pria manis itu melirik jam tangan nya lalu kemudian mengangguk bahwa sebentar lagi pesawat mereka akan berangkat.
Biva yang mendegar itu kembali berwajah cemberut lalu meminta gendong oleh sang kakek, ia menatap Bible dan Build yang bersiap untuk masuk sebentar lagi. Si kecil menyandarkan kepala nya di bahu sang kakek lalu melambai pelan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.