Mencari Petunjuk

30 7 0
                                        

"Brengsek!!" Pekik Lion menahan amarahnya dan membuat kedua adik kembarnya kaget

"Lo kenapa Li?" Tanya Axel

Lion tak langsung menjawab dirinya menahan amarah. "Ayo pergi" Cetus Lion

Meski kebingungan, mereka berdua tetap mengikuti Lion. Kini ketiganya sudah berada dalam mobil dengan Lion yang mengemudikan mobilnya diatas rata-rata

"Lion pelan-pelan bawa mobilnya sialan!" Umpat Zara ketakutan tapi tidak di gubris oleh Lion.

Setelah sampai ditujuan, Lion langsung memberhentikan mobilnya. Theodo corporation.

"Ngapain kesini?" Tanya Axel bingung

"Udah lo berdua jangan banyak tanya dulu, sekarang ikut gue, nanti gue jelasin" Ucap Lion sambil turun dari mobil dan berlari menuju perusahaan Theodo Corporation dan di ikuti oleh Axel dan Zara.

Ketiganya memasuki ruang CCTV guna mencari petunjuk, namun hasilnya nihil karena tidak ada satupun rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa mobil Xavier di sabotase oleh seseorang. Hal ini membuat Lion frustasi.

"Lion lo kenapa sih? Jelasin cepat!" Kata Axel. Lion menghela nafasnya, lalu menjelaskan tentang yang dia dengar di pemakaman tadi. Keduanya terkejut dan di landa kepanikan.

"Kayaknya bukan disini tempatnya, tapi di tempat lain" Ujar Zara. Lion dan Axel memandangi Zara dan keduanya langsung mengangguk paham.

Saat ketiganya beranjak pulang tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang

"Lion,Axel, Zara!" Panggil seseorang

"Paman Charlie? Tumben kesini ada apa? Mau ketemu Daddy?" Tanya Lion pada Charlie. Charlie adalah kakak sepupu Xavier dan Zavier yang terkenal di dunia IT.

"Paman tadinya mau kerumah kalian, tapi tidak sengaja melihat kalian kesini. Dan paman juga turut berdukacita atas perginya Xavier" Ucap Charlie. "Ngomong-ngomong kalian sedang apa disini?" Tanya Charlie

"Kami mencari petunjuk tentang seseorang yang sudah menyabotase mobil Daddy paman" Jawab Zara

"Apa kalian sudah menemukannya?" Tanya Charlie dan di jawab dengan gelengan kepala dari ketiganya. "Sepertinya video itu sudah di hapus" Pikir Charlie.

"Kami tidak tahu paman, mungkin paman bisa mengecek kembali" Pinta Lion, keempatnya kembali ke ruang CCTV, setelah lima belas menit berlalu Charlie berkutik dengan komputer dan ternyata benar ada video yang sudah di hapus, namun masalah ini bisa di atasi oleh Charlie.

Mereka melihat video CCTV itu, betapa terkejutnya mereka karena yang melakukan sabotase adalah Arga asisten pribadi Xavier yang merasa iri hati karena Xavier selalu di atasnya. Mereka tidak menyangka melihat sifat asli Arga. Karena yang mereka tahu Arga adalah asisten pribadi yang setia. Tidak hanya itu, Arga juga melakukan korupsi sebesar seratus triliun.

Tiba-tiba ponsel Charlie berdering, dirinya langsung mengangkat telepon tersebut ternyata itu dari sekertarisnya yang memberitahukan meeting dengan kolega dari Jepang akan segera di langsungkan.

"Anak-anak maaf paman pergi dulu karena ada meeting dengan kolega dari Jepang" Pamit Charlie

"Tidak apa paman, pergilah dan terima kasih sudah membantu kami"

Charlie mengangguk. "Tidak masalah, kalian adalah keponakan paman, sudah kewajiban paman membantu kalian. Kalau kalian ada apa-apa jangan lupa mengabari paman. Kalau gitu paman pamit" Ujar Charlie lalu pergi

Pada akhirnya Lion mengetahui siapa orang yang tadi dia dengar suara hatinya.

"Pengkhianat!!" teriak Lion dengan suara penuh emosi, memancarkan rasa kecewa dan ketidakpercayaan yang dalam.

Axel menatap monitor dengan ekspresi terkejut, bibirnya sedikit bergetar. "Tidak mungkin. Arga melakukan ini?" ucapnya dengan suara yang penuh dengan kebingungan.

Zara menyentuh layar monitor dengan tangan gemetar, matanya berkaca-kaca. "Bagaimana bisa?" gumamnya pelan, merasakan kekecewaan yang mendalam.

"Kita pergi ke Indonesia" Ucap Lion tiba-tiba

To be continued

The Unbreakable Bond Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang