00:21 : Fall Deeper

40 4 0
                                        

Terjadi keheningan selama perjalanan menuju panti asuhan. Arexon memainkan lidahnya di dalam mulut, bingung ingin mengajak Berlian mengobrol yang sejak tadi diam menatap luar jendela.

"Lian, gue boleh tanya sesuatu?"

Berlian melirik pantulan Arexon dari jendela yang membuatnya tidak mengalihkan pandangan sejak tadi. "Apa?"

"Tipe cowok lo kayak apa?"

"Bukan kayak lo."

Singkat dan menusuk ulu hati Arexon yang membuat lelaki itu terdiam sejenak. "Kalau gitu gue boleh perjuangin lo?"

Sudut bibir Berlian berkedut, merasa lucu dengan ucapan lelaki itu. "Lo butuh izin?"

Arexon menggeleng, menatap Berlian sejenak ketika berhenti di lampu merah. "Formalitas aja biar lo prepare kalau ketemu gue lagi."

Berlian berdecak lirih, baru kali ini dia menemui orang seperti Arexon. Aneh dan ajaib.

"Gue bahkan berharap gak ada lain kali," gumam gadis itu sangat lirih.

Percakapan singkat itu diakhiri dengan Arexon yang memutar musik untuk mengisi keheningan mereka hingga sampai di Panti Asuhan Kasih Abadi.

Pandangan Arexon meliar menatap lingkungan yang baru ia pijaki. Hingga suara bersahutan membuatnya menoleh dan melihat segerombol anak kecil berlarian menghampiri mereka, tepatnya menyerbu Berlian yang sudah berjongkok menyambut mereka dengan pelukan.

"Kak Liannn, lamaa sekali tidak ke sini."

"Iyaa, Neo kangen kakak Lian."

"Kakak Lian tau tidak? Elby sudah bisa membaca sekarang."

Arexon terpana melihat bagaimana sabarnya Berlian menyahuti mereka satu per satu dengan senyuman, berbeda sekali jika berhadapan dengannya yang sudah seperti musuh saja.

"Uuu... kakak juga kangennn banget sama kalian, kalian baik, kan di sini? Gak ada yang nakal? Maafin kakak ya baru ke sini, Kak Lian sibuk sekolah akhir-akhir ini."

Arexon mengangkat kamera ponselnya dan mengabadikan tawa Berlian yang sulit ia lihat. Bagaimana raut senang dan cara bibir itu tersenyum benar-benar membuatnya sulit untuk berkedip.

"Krystal dan Zircon tidak ikut ke sini, ya kak?" Anak kecil bernama Elby yang seumuran dengan adik kembar Berlian itu celingukan mencari keberadaan duo aktif yang biasanya sudah heboh sendiri jika datang ke panti.

"Iya, mereka lagi ada les berenang hari ini, nanti kalau mereka libur kakak aja ke sini deh, ya?"

Mereka menjawab dengan anggukan semangat.

"Kakak." Elby yang masih dalam pelukan Berlian itu melirik penasaran kehadiran sosok lain yang berdiri di samping Berlian.

"Kenapa, El?"

"Abang itu siapa?"

Arexon yang merasa bahwa dirinya yang dimaksud segera ikut berjongkok di sebelah Berlian, memberikan senyum tipis sebagai bentuk sapaan keramahan. "Hai, nama kakak Arexon. Kamu bisa manggil kakak, Kak Rex aja."

"T-rex?" Pertanyaan polos itu hampir membuat Berlian menyemburkan tawanya.

"Elby," tegur anak sulung Gewira itu. "Panggil Kak Ar aja kalau susah, ya?"

Elby mengangguk menurut. "Maaf ya Kakak Ar."

"Iya gak pa-pa." Arexon mengulurkan tangan untuk mengelus rambut Elby yang masih dalam rangkulan Berlian membuat gadis itu menahan napas sejenak merasa jarak keduanya terlalu dekat.

"Jajan tadi buat mereka, ya?" Berlian baru mengingat untuk kembali mengambil oksigen ketika pertanyaan Arexon itu meluncur.

"Iya."

Another Side : Berlian Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang