Seperti ucapan Arexon tempo hari di rumah sakit, sekarang beberapa anggota Sigra sedang berkumpul untuk membahas mengenai hal terjadi pada Peter. Arexon menatap intens semua anggotanya yang sedang berkumpul kemudian mengangguk kecil.
"Semua udah kumpul?"
"Udah," jawab Aerius mewakili semuanya.
"Seperti yang kita tau temen kita, Peter lagi kena musibah. Kita doakan semoga temen kita lekas sadar dan pulih agar bisa berkumpul bersama kita lagi." Kalimat pembuka dari Arexon mendapat aamiin dari mereka. Lantas pria itu terdiam sejenak sebelum menghembuskan napas kecil.
"Rex, gue yakin ini ulah anak-anak Anthrax, mereka pasti dendam karena tempo hari kalah tanding sama kita." Argas, salah satu anggota Sigra menginterupsi terlebih dahulu sebelum Arexon sempat untuk membuka mulut.
"Awalnya gue juga ngira hal yang sama, tapi Anthrax gak sepengecut itu buat keroyokan apalagi ketua mereka masih ada di rumah sakit, jadi gak ada yang ngasih mereka instruksi buat balas dendam sekali pun mereka mau," balas Arexon lugas. Fakta bahwa Sigra dan Anthrax sudah lama bermusuhan membuat Arexon paham karakter Bara.
"Kalau bukan mereka siapa lagi? Cuma mereka yang selalu nyari perkara sama kita." Sahut-sahutan mulai terdengar rusuh membuat kepala Arexon sedikit berdenyut nyeri.
"Sstt." Satu instruksi dari Arexon membuat mereka terdiam. "Gak salah kalian mikir begitu setelah banyak hal terjadi di antara Sigra sama Anthrax, Aerius kemarin juga bilang itu ulah Anthrax karena warga setempat juga menemukan cincin yang ternyata cincin persahabatan mereka. Tapi, feeling gue ini bukan ulah mereka, ini hanya cara salah satu oknum buat mengadu domba kita."
Semua anggota Sigra menyimak dengan baik setiap kata yang keluar dari ketua mereka. Meski mayoritas anggota masih menyakini ini adalah ulah anak-anak Anthrax, namun mereka juga tidak bisa mengabaikan analisis Arexon yang memiliki feeling kuat di antara mereka.
"Phoenix, itu dugaan terbesar gue. Hilangnya mereka adalah bom yang bisa meledak kapan aja dan sekarang mereka mulai masang ranjau di sekitar kita sebelum menampakkan diri. Jadi kalian harus hati-hati setiap bertindak. Setiap pergerakkan kita, setiap wajah kita akan mereka tandai karena target mereka adalah Sigra dan kalian adalah bagian dari Sigra," pungkas Arexon membuat mereka tercengang.
Phoenix yang mereka kira sudah selesai masanya akan kembali? Tiba-tiba suhu dalam ruangan itu menurun drastis.
"Kenapa lo seyakin itu?" tanya Aerius menatap Arexon yang berada di sebelahnya.
Arexon balas menatap Aerius dengan lamat. "Karena gue memimpin bukan tanpa alasan."
...
Carka
|Katanya temen lo ada yang masuk RS?
Bukan katanya, emang bener|
|Kenapa? tawuran?
Dikeroyok orang|
|Anthrax?
Gatau gue, pelakunya belum ketangkep|
|Gimana keadaan temen lo? Parah?
Belum siuman|
|Buset, parah itu mah
|Ntar sore dah gue mau jenguk sama cewek gue
Ajakkin temennya dong, Car😃|
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Side : Berlian
Novela Juvenil"I love you." "Love who?" "You." **** Bagi Berlian mengenal Arexon adalah sebuah kesialan. Akan selalu ada hal tidak menyenangkan yang terjadi bila sudah bersangkutan dengan ketua geng Sigra's tersebut. Namun, bagi Arexon bertemu dengan Berlian adal...
