Di sepanjang perjalanan menuju sekolah beomgyu hanya memandang jalanan di samping nya tanpa bersuara, biasanya jika bersama Jaehyun Beomgyu akan banyak bicara bercerita dan tak jarang juga Jaehyun yang bercerita hal random.
Namun berbeda kali ini suasananya sangat sunyi hanya terdengar deru mobil yang membawanya, jika bisa Beomgyu ingin segera sampai di sekolahnya agar terlepas dari suasana yang tidak nyaman seperti saat ini.
" ingat tempat mu jika papa tidak di rumah, jangan lupa diri hanya karena papa memanjakanmu "
Ucapan mark memecah keheningan yang terjadi di antara mereka berdua, dengan suara yang mampu membuat Beomgyu menegang dan tatapan mark yg masih setia memandang jalan di depannya.
"I-iya ka" jawab Beomgyu sedikit terbatas
Ah sepertinya malam ini Beomgyu harus meninggalkan kamarnya untuk kesekian kalinya, sudah menjadi kebiasaan bagi Beomgyu jika Jaehyun tidak di rumah beomgyu akan tidur di rumah kecil yang letaknya di belakang mansion Jung tepatnya di sebelah kanan taman bunga, dulunya rumah kecil ini tempat bagi maid yang merawat bunga milik Taeyong tapi saat ini Taeyong memindahkan nya ke kamar khusus maid di mansionnya.
" nanti biar Jeno yang menjemputmu "
Oh tidak Beomgyu lebih memilih naik bus dari pada kakak keduanya yang menjemput nya sungguh
" ah gyu naik bus aja ka gak apa-apa"
" dan ngebuat kita kena marah papa begitu hah " ujar mark sedikit meninggikan suaranya
"Ah enggak ka bukan, bukan begitu maksud Beomgyu "
" nurut aja anak emasnya papa" ujar mark yang mana mampu membuat dada Beomgyu sakit.
"Turun sudah sampai"
꙳꙳꙳
"Beomgyu"
Beomgyu menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya, mendapati sahabatnya, Lim Jimin, melambaikan tangan.
"Lesu banget itu wajah, Gyu. Ada masalah?" tanya Jimin sambil menyipitkan mata, memperhatikan sahabatnya dengan saksama.
"Sudah bisa ditebak. Wajah cantik tuan putri kita pasti ditekuk gara-gara hal itu lagi," ujar Winter sambil menyilangkan tangan di dada.
"Pasti karena ditinggal Om Jaehyun ke luar kota," celetuk Ayen, gadis mungil dengan tinggi yang tak tinggi-tinggi amat.
"Seratus buat Ayen!" sahut Ryujin dengan semangat, si tomboy yang selalu mempesona.
"Aish, kalian berisik banget," jawab Beomgyu sambil cemberut, bibir mungilnya mencebik sebal.
"Udah, guys, mending ke kantin aja. Ayo!" seru Heeseung, mencoba mencairkan suasana.
"Tunggu, deh. Ryu, kemarin demo lo ikut turun, ya?" tanya Ayen tiba-tiba, mengalihkan topik pembicaraan.
"Eh, kok Ayen tahu?" jawab Ryujin kaget.
"Jelas tahu lah. Pacar gue yang lihat," jawab Ayen santai sambil memainkan rambutnya.
"Aish, si Hyunjin sialan," umpat Ryujin, merujuk pada sepupunya.
"Gila lo, Ryu. Kita masih SMA! Kalau terjadi apa-apa sama lo, gimana?!" Winter membalas kesal, suaranya meninggi.
"Tapi lo lihat kan? Gue baik-baik aja," jawab Ryujin tak mau kalah.
"Tapi, Ryu—"
"Guys, udah, dong debatnya! Bisa-bisa kita nggak jadi ke kantin," potong Beomgyu cepat, merasa jengah dengan perdebatan mereka. Ia melangkah pergi lebih dulu, meninggalkan sahabat-sahabatnya yang masih bersitegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jung Beomgyu
Fanfiction✿꙳Completed꙳✿ Kamu tau apa yang aku inginkan? Sederhana saja Kebahagiaan hanya itu saja tidak lebih Warning!! GS area!! Mohon pertimbangkan sebelum membaca Terimakasih.
