Chapter 2 - Bunga Matahari

476 40 5
                                        

Maaf telat update yaaa, Temen-temen ☺️🙏🏻🙏🏻🥹🥹 authornya diserang PMS huhu 🥲

Happy reading yaaa 🙌
Jangan lupa klik vote, dan tinggalkan komentar biar aku makin semangat nulisnyaaa 🥰🥰

Find me on Tiktok : @your.awanteduh23

🌻🌻🌻

PART 1

Definisi saat hilang dicari, namun saat ada tak dihargai dan dihiraukan.

---

"Ih, ternyata kamu kepedean tingkat tinggi, ya, Gee." Lalu, Nayfa berpikir sejenak, "Kamu sigap, friendly, kayaknya, sih, kamu extrovert, ya. Terus, kamu baik... tapi nyebelin," pungkasnya.

"Tambahin, dong, gantengnya kelewatan, terus orangnya lucu gitu, Nay," ucap Geraldi.

"Ih! Tuh, kan, nyebelinnya kumat."

"Jangan sebel-sebel sama saya. Awas nanti kamu jatuh cinta, lho," kata Geraldi.

"Dih, apaan, sih, kamu. Sekarang giliran aku, deh. Gimana first impression kamu ketemu aku?" tanya Nayfa.

"Saya lihat kamu orangnya pedulian sama orang lain dan kepekaannya lebih tinggi. Buktinya, kejadian tadi itu pas kamu ngejar Sekar. Terus, kamu super introvert, tapi tetap bisa beradaptasi, kamu baik juga, ramah, tapi lumayan sensian dan agak galak juga, yaaa, Fa. Hahaha," jawab Geraldi dengan jujur.

Nayfa melirik dan memandang Geraldi dengan tatapan mata elang yang menyiratkan kekesalan. "Aku juga suka gigit orang, lho."

"Wah, ngeri juga, ya, kamu, Nayfa. Jangan-jangan kamu kanibal lagih."

Nayfa tertawa sebentar. "Hahaha. Aku bercandaaa. Kalo gitu aku ke tenda dulu, ya, mau istirahat. Kan, tim relawan besok pulang." Nayfa pun beranjak pergi menuju tenda.

"Oh, Oke, Nayfa. Selamat istirahat. Jangan lupa mimpiin saya, ya," kelakar Geraldi.

Nayfa membalikkan badan. "Mau aku timpuk pake sepatu, ya, Gee?"

"Yeee, tapi bohong," ledek Geraldi, iseng. Lalu, menjulurkan lidahnya ke arah Nayfa.

Nayfa menggeram kesal sambil menggerutu sepanjang berjalan menuju tenda. "Nyebelin banget, sih, Geraldi itu. Ya Allah, berilah aku kesabaran untuk menghadapi sikap nyebelinnya dia."

Keesokan harinya, klub relawan Muda Berbagi berkumpul di lapangan, berfoto bersama untuk mengabadikan momen, lalu ketua klub berpamitan pada Kepala Desa di daerah yang terdampak bencana gempa itu. Setelahnya, para relawan pun berduyun-duyun memasuki mobil untuk pulang ke Batu, daerah asal klubnya.

🌻🌻🌻

Pada malam hari saat Nayfa sudah tiba di rumahnya di daerah Batu, gadis bermata teduh nan lentik itu mengenakan setelan pakaian tidur, sweater rajut, kaus kaki, serta jilbab instan berwarna serba merah muda. Ia terlihat sedang duduk menghadap ke sebuah akuarium yang ditaruh di atas lemari penyimpanan berbahan kayu. Akuarium itu dihuni oleh seekor kura-kura kecil.

Nayfa tampak sedang memberi kura-kura itu makanan. "Aca, kamu tahu enggak, sih, pas di acara relawan kemarin, aku ketemu cowok yang nyebelin parah, tauk," adunya pada kura-kura yang dinamainya Aca itu. Raut wajahnya mengekspresikan kekesalan. Dia terus saja bercerita sambil menggerutu perihal sosok pria menyebalkan itu. Nayfa jadi teringat pada kata-kata yang diucapkan Geraldi padanya.

"Jangan sebel-sebel sama saya. Awas nanti kamu jatuh cinta, lho," kata Geraldi.

"Ishhh! Kayaknya nggak mungkin, deh, aku jatuh cinta sama dia. Secara... tipeku, tuh, cowok yang greenflag, cool, gentleman, tinggi, pokoknya husbandable, deh. Sedangkan, Geraldi itu nyebelin banget. Yaaa... walaupun dia baik dan kalau diliat-liat dia ganteng juga, sih." Nayfa berbicara sendiri pada Aca yang tidak merespons apa-apa. "Eh, apaan, sih, kamu Faaa! Kok malah muji dia, sih!" rutuknya kesal.

NAYRALDICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang