Chapter 21
Halooo. I’m back setelah sempat hiatus 🤗🤗💛 maaf buat kalian nunggu yaaa… dimaafin, kan? 😇🙏🏻🙏🏻
VOTE dulu yuk sebelum baca 🤗🙏🏻 klik tombol love di pojok kiri bawah yaaa… ngevote gak sampe 5 menit kok 😉😉 thank youuu…
Jangan lupa komen, dan share/rekomendasiin ke temen-temen kalian yaaa 🤗💕💕💕💕
With love,
Awan Teduh
Yuk follow :
Ig @awanteduh23
Tiktok @your.awanteduh23
Karyakarsa : awanteduh23
🌻🌻🌻
“Terkadang Allah menjauhkan untuk menyelamatkan kamu dari luka yang lebih parah lagi, Fa. Mungkin ini tuh cara Allah menyayangi kamu. Allah kasih kamu ujian yang padahal itu adalah sebuah kenikmatan yang tersembunyi. Bahwa Allah pengin kamu lebih mencintai-Nya, bukan makhluk ciptaan-Nya,” kata Zia. “Allah tuh cemburu karena kita terlalu sering mengingat si doi daripada Dia. Allah juga cemburu karena kita terlalu berharap sama manusia, makanya Allah uji kita lewat ujian perasaan berupa patah hati ini.”
Ternyata ada pesan cinta dari Allah dibalik sakitnya patah hati ini. Bahwa; Allah tidak ingin kita terlalu menggantungkan harapan kepada selain-Nya. Allah pun cemburu karena dalam hati kita, kita lebih mencintai makhluk ciptaan-Nya dan Allah juga rindu pada hamba-Nya yang selama ini terlena karena cinta yang semu. Makanya, Allah kasih kita patah hati dan luka agar kita kembali mendekat pada-Nya dan lebih mencintai-Nya dibanding siapapun.
“Masyaallah, Allah tuh baik banget, ya, Zi. Cuma akunya aja yang seringkali nggak sadar sama Maha Baiknya Allah,” ucap Nayfa.
“Iya, Allah itu baik. Malah baaaik banget. Buktinya Allah kasih kita oksigen gratis, kasih kita kesehatan, pemandangan seindah ini, dan masih banyak lagi kebaikan serta kenikmatan dari-Nya yang nggak terhitung,” ucap Zia lalu meneruskan, “Mungkin dalam kacamata kamu ini tuh namanya patah hati… tapi sebenarnya ini adalah pengarahan dari Allah. Ini tuh petunjuk kalo dia bukan yang terbaik buat kamu, Fa.”
“Pengarahan? Petunjuk?” ulangnya dalam hati sambil tercenung sejenak. “Ya, barangkali yang kusebut sebagai patah hati adalah bentuk lain dari petunjuk sang pencipta. Bahwa bila kisah ini diteruskan, maka luka yang akan ku dapatkan akan semakin besar juga. Dan karena Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, itulah sebabnya ini semua terjadi atas kehendak-Nya. Bahwa ternyata dia memang bukan ditakdirkan untukku dan dia bukanlah yang terbaik untukku. Mungkin ini memang cara Allah untuk menjagaku dari pilu yang lebih parah lagi,” batin Nayfa.
“Hei! Kok malah diem, Fa?” tegur Zia seraya menepuk pundak Nayfa.
“Emmmh, aku cuma lagi mikir aja, Zi.”
“Mikirin apa, Fa?”
“Aku lagi mikir… ternyata yang awalnya indah belum tentu berakhir dengan indah juga,” tutur Nayfa dengan tatapan yang masih sendu.
“Yaps, belum tentu. Karena mau seindah apapun kisahnya, pada akhirnya akan kandas juga bila memang bukan jodohnya. Dan mau selama apa pun hubungannya, pada akhirnya akan usai juga,” kata Zia. “Tapi percaya, deh di balik semua ini pasti ada hikmahnya,” sambungnya.
Ya. Begitulah hidup. Pada kenyataannya, apapun yang awalnya indah belum tentu berakhir indah juga. Karena realita kehidupan memang tidak selalu sejalan dengan apa yang diharapkan.
“Masyaallah! Bestie aku sejak kapan jadi bijak gini?” tanya Nayfa amazed.
“Kan, ketularan kamu, Fa. Aku jadi suka baca buku juga tahu. Terus, nih ya… beberapa hari yang lalu aku ketemu sama Nashwa dan kakaknya di toko kue.”
KAMU SEDANG MEMBACA
NAYRALDI
RomanceDalam perjalanan hidup ini, akan selalu ada orang yang datang dan pergi sebelum hadir seseorang yang akan menetap bersama kita. Nayfa Puspita Nuraisha adalah pemeran utama dalam kisah hidupnya sendiri. Ia kira, Cakra Narendra adalah orang yang tepat...
