Chapter 5 - Tentang Rezaldi dan Kisahnya

383 31 3
                                        

Halooo. Jumpa lagi sama author 🙌🤗 maaf telat update yaaa 🙏🏻☺️
Jangan lupa vote, komen, dan masukin ke readinglist kamu yaaa 🙌 kalo mau bantu share juga boleh banget hehe 🤩🤩
Happy reading 2500 kata lebih 😍
Pokoknya terima kasih banyak ya yang udah baca cerita ini 😚😚💛💛💛 Luvvv kalian banyak-banyak

Komentar & vote kalian sangat berharga buat aku karena itu bikin aku tambah semangat nulisnya hehe 😚🤗🤗 support terus yaaa

Kalo ada typo please kasihtau aku 😉

Find me on Instagram @awanteduh23
Tiktok @your.awanteduh23

🌻🌻🌻

Di salah satu toko buku di sebuah mall, Rezaldi berjalan menyusuri rak-rak untuk melihat buku-buku terbitan terbaru, buku best-selling, serta tentu saja ia sedang mengincar buku yang menarik untuk dibaca. Saat melihat sampul buku yang menurutnya bagus dan menarik hati, ia mengambilnya, membaca blurb atau sinopsis di bagian belakang buku, lalu menyimpannya ke tempat semula. Ia berjalan terus, lalu di sudut rak ia menemukan satu buku yang menarik. Ia pun meraihnya, kemudian membacanya seraya duduk di lantai. Ia memang terbiasa seperti itu. Tentu saja, ia membacanya di sana untuk dibeli dan dibawa pulang ke rumah. Ia hanya sedang membunuh waktu yang terus melaju. Sebab, ia lengah sedikit saja, kenangan tentang seseorang akan kembali menghantuinya tanpa terkendali, lantas membuatnya tenggelam dalam lautan harapan.

Rezaldi memang tengah membaca buku, namun tidak ada yang tahu bahwa saat itu pikirannya sedang ke mana-mana. Ia kalut karena kenangan dan perasaannya sendiri yang sulit 'tuk diredam. Ke mana pun ia pergi, selalu ada saja banyak celah yang membuatnya kembali mengingat sosok Nayanika Fuji Shafira.

Setahun yang lalu...

Kala itu, Rezaldi dan Naya sedang merayakan hari anniversary hubungan mereka yang keenam tahun sambil menikmati semburat langit senja di tepi pantai.

"Happy anniversary, Nay sayang," ucap Rezaldi seraya memberikan sebuket bunga mawar merah pada gadis yang ia kenal sejak kelas satu SMA. Gadis yang sangat ia cintai dengan sebegitu dalamnya. Ia pun memeluk Naya dari belakang setelah gadis itu menerima buket pemberiannya. Dagunya ia taruh di pundak Naya yang tampak begitu senang dengan bunga di genggamannya.

"Happy anniversary, Sayang. Terima kasih, ya," tutur gadis yang menggunakan dress floral itu lembut. Rambut panjangnya yang terurai itu terayun-ayun oleh desir angin.

"Untuk?" tanya Rezaldi yang meminta penjelasan lebih.

"Terima kasih untuk bunga dan cintanya." Naya berkata diiringi senyuman yang tak bisa lepas dari bibir mungilnya nan merah muda itu.

"Sama-sama, Nay. Tetap seperti ini, ya. Jangan pernah berubah sedikit pun, apalagi perasaan kamu ke aku," pinta Rezaldi.

Naya mengangguk tanpa menjawab perkataan pria itu.

Rezaldi melepaskan pelukannya, lalu beralih menghadap kekasihnya itu sambil menggenggam tangan kanan Naya. Ia berkata, "Kamu harus janji dulu sama aku, Nay."

"Janji apa?"

"Kamu harus janji kalo kamu akan terus mencintai aku sampai kapanpun dan kamu enggak akan pernah pergi meninggalkan aku," ucap Rezaldi sambil menggenggam erat tangan Naya.

Naya menjawab, "Aku janji, Reza sayaaang."

"Katakan dengan jelas, Naya," kata Rezaldi.

"Aku janji akan terus mencintai kamu sampai kapanpun bahkan sampai nafas ini habis dan aku enggak akan pernah pergi meninggalkan kamu, Rezaldi Surya Winata. Aku janji dan biarkan semesta, langit senja, serta pantai ini yang menjadi saksinya," tutur Naya tanpa ragu.

NAYRALDICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang