Chapter 9 - Aruna dan Arutala

230 21 6
                                        

Chapter 9

Holaaa. I'm back! Maaf yaaa telat update soalnya lama di riset dan nulis lirik lagu😭 hehe

Selamat membaca 2700 kata lebih 😍😍

Yokkk komen api-api duluuu! 🔥🔥🔥🔥

🌻🌻🌻

Rezaldi tampak menyambut kedatangan Nayfa di depan rumahnya lalu mereka berdua masuk ke rumah menuju halaman belakang. Di sana sudah ada Mbak Gita, suaminya, dan Rifky; keponakan Rezaldi. Semuanya sudah berkumpul untuk menyaksikan penampilan Rezaldi yang akan membawakan lagu ciptaannya yang terbaru. Tidak ada Ibundanya karena beliau sedang beristirahat di kamar.

Nayfa menyalami Gita beserta suaminya sambil ngobrol ringan. Tak lama kemudian, Bi Marni datang seraya membawa nampan berisi minuman. Makanan-makanan ringan dan kue telah tersedia di atas meja. Setelah itu, acara sederhana itu pun dimulai.

Pria dingin itu duduk menghadap semuanya sambil memangku gitar akustik lalu mulai memetik senarnya. "Lagu ini berjudul ... 'Kamu'," ucapnya saat masih di intro lagu.

1

Saat kau hadir di hidupku

Hariku jadi lebih berwarna

Tatapan matamu yang teduh itu

Sungguh t'lah membuat hatiku terpesona

2

Senyuman indahmu hangatkan hatiku

Suara tawamu sungguh candu bagiku

Apakah kau tahu, kau curi hatiku?

Apakah kau tahu, kau berarti bagiku?

Reff :

Dirimu t'lah buatku jatuh cinta

Bersamamu kutemukan bahagia

Denganmu ku merasa sempurna

Kau anugerah terindah dari-Nya

Namamu terukir di hatiku

Namamu kusebut dalam doaku

Kuingin selamanya denganmu

Kuharap kaulah takdir cintaku

Back to 2 dan Reff

# Oh Tuhan tolonglah jaga dirinya

Kucinta padanya

Hanyalah dia satu-satunya

Kuingin bersamanya

Back to Reff

Setelah Rezaldi selesai menyanyikan lagunya, suara tepuk tangan pun terdengar. Semua yang menyaksikan terlihat tersenyum semringah.

"Wah, bagus banget lagunya, Re," puji Pras, suaminya Mbak Gita saat Rezaldi menghampirinya.

"Iya, ih, top tenan," tambah Gita seraya merangkul bahu adik kandungnya itu.

"Makasih, Mas, Mbak Git," tutur Rezaldi.

Lalu mereka pun menikmati hidangan yang tersedia di atas meja sambil bercengkerama.

Bocah kecil itu menghampiri Rezaldi. "Uncle Eja, ayo main bola," ajak Rifky sambil menarik-narik tangan pria berkaus hitam itu. Rezaldi tidak tega menolak permintaan keponakan kesayangannya itu. Ia pun berjalan mengikuti Rifky lalu mereka berdua tampak asyik bermain bola.

Dari kejauhan, Gita memotret Rezaldi yang tampak akrab sekali dengan Rifky, putra sematawayangnya itu. "Lucu banget ya, mereka," komentarnya.

Pras mengangguk dan tersenyum. "Iya, lucu banget." Ponsel di sakunya berdering. "Sayang, aku angkat telepon dulu sebentar, ya," lanjutnya yang dijawab sebuah anggukkan oleh Gita. Kemudian Pras pun berlalu pergi dan memasuki area rumah.

NAYRALDICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang