20
Backsong : Dawai – Intan Fadhilah
Lesti feat Judika – Bukan Karena Tak Cinta
Halooo 🤗🤗💛
VOTE dulu yuk sebelum baca 🤗🙏🏻 ngevote gak sampe 5 menit kok 😉😉
Jangan lupa komen, dan share/rekomendasiin ke temen-temen kalian yaaa 🤗💕💕💕💕
Kalo ada typo kasih tau aku, okeee…
Gambar setting tempat dan alat latihan boxing bisa cek di saluran ig @awanteduh23 🙌🔥🔥
With love,
Awan Teduh
Yuk follow :
Ig @awanteduh23
Tiktok @your.awanteduh23
🌻🌻🌻
Sesampainya di rumah, Nayfa langsung masuk kamar dan mengunci pintunya. Ia mengempaskan dirinya ke kasur empuk itu, meraih boneka hello kitty berukuran besar, lalu memeluknya dan menangis di sana. Air matanya terus mengalir seperti derasnya hujan yang sedang turun ke bumi kala itu. “Semesta, apa aku tak pantas dicintai?” tanyanya dalam hati.
“Tak kusangka kisah kita yang kukira akan abadi, kini telah usai sampai di sini. Kisah yang bahkan terlalu singkat untuk disebut kisah. Pasalnya, harus kandas kurang dari tiga puluh hari. Ataukah sebenarnya tak pernah ada kata kita?
Namun nyatanya kenyataan pahit ini adalah satu hal yang harus aku terima dengan lapang dada. Karena mengharapkanmu kembali adalah sebuah kemustahilan yang tidak mungkin terjadi. Sebab pada akhirnya, kamu tidak akan pernah melihatku karena sudah ada nama lain di hatimu. Sedekat apapun aku denganmu dulu, hal itu tak akan pernah merubah kenyataan bahwa hatimu telah terkunci dan cintamu hanyalah semu untukku. Dan setulus apapun perasaanku padamu, semuanya hanya sia-sia saja karena kini kau telah kembali ke pelukannya.
Dari semua patah hati yang pernah ku rasakan, bagiku kali ini rasanya masih sama. Masih sama sakitnya, perihnya, sesaknya, dan pilunya. Harus dengan cara apa aku memulihkannya? Sungguh tak ada kata baik-baik saja setelah sepotong hatiku terpatah terluka. Sungguh hatiku benar-benar runtuh dan rapuh. Tapi apalah dayaku? Aku hanya bisa menangis sedu dan terdiam membisu meski dalam diam aku mengadu pada-Nya.”
Nayfa menulis di buku diary-nya. Karena selain dengan menangis, menulis menjadi salah satu cara yang ia pilih untuk menumpahkan seluruh isi hatinya.
***
Pagi itu, setelah mengantarkan Nayfa ke toko bunganya, Geraldi langsung tanjap gas ke kantor PT. Sthana Dikara. Sesampainya di sana, ia menekan finger di lobi, lalu bergegas menuju kubikel di ruangan kerjanya. Di koridor, ia tampak berpapasan dengan karyawan lain dan saling menyapa. Setelah itu, ia menuju ruangannya, menyapa rekan sedivisinya, menaruh ransel, lalu duduk di kursi kubikelnya.
“Woi, Gee!” sapa Pasya di ambang pintu ruangan kerja Geraldi dan divisinya.
“Hoi!” balas Geraldi.
Pria itu berjalan mendekati kubikel Geraldi. “Ke mana aja lo, Gee? Tumben banget beberapa hari ini gak ikut nongki,” kata Pasya.
“Sorry, Sya. Lagi sibuk gue. Nggak sempet.”
“Sibuk apaan, deh lo, Gee? Perasaan kerjaan di kantor juga nggak hectic-hectic amat,” ucap Pasya.
“Iya, sibuk apa, sih lo, Gee?” tambah Keivan. Ia juga merasa penasaran.
“Gue sibuk latihan,” jawab Geraldi.
“Latihan?” tanya Pasya dan Keivan berbarengan yang dibalas anggukan oleh Geraldi.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAYRALDI
Storie d'amoreDalam perjalanan hidup ini, akan selalu ada orang yang datang dan pergi sebelum hadir seseorang yang akan menetap bersama kita. Nayfa Puspita Nuraisha adalah pemeran utama dalam kisah hidupnya sendiri. Ia kira, Cakra Narendra adalah orang yang tepat...
