Chapter 22
Geraldi VS Rezaldi
Halooo. Author comeback 🥳
Btw, buat nulis chapter ini, butuh riset yang cukup lama dan ngumpulin mood yang amburadul. Huhuuu… 🥺 😫 Jadi, maaf yaaa guys kalo telat update-nya. 🙏🏻🙏🏻☺️ Tapi, semoga kalian suka 🤗
Ditunggu komentarnya. Kasih tau kalo ada typo atau ada bagian yang rancu yaaa… 🙏🏻
Happy reading guys 🤗
***
Hari itu pun tiba. Hari di mana Geraldi dan Rezaldi akan adu boxing. Keduanya masih berada di ruang ganti yang bersebelahan. Tak lama kemudian, Geraldi keluar dari ruang ganti, dan disusul dengan Rezaldi dari ruang yang satunya lagi. Dua pria itu bersitatap dengan tatapan dingin dan sengit tanpa bicara sepatah kata pun.
Sampai akhirnya Geraldi memulai pembicaraan. “Sampai ketemu di ring.”
Rezaldi mengangguk mantap dan tersenyum sinis. “Iya, lo udah siap, kan, Gee? Kalo gue sih udah siap banget, dan gue udah nggak sabar buat kalahin lo,” ujarnya dengan angkuh.
“Kita lihat aja nanti,” kata Geraldi.
Setelah itu, Geraldi berjalan menuju loker, membukanya, lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya. Ia mengetik sesuatu dan mengirimkan lokasi di mana ia akan bertanding tinju dengan Rezaldi.
Grup Abisatya
Geraldi
Guys, dateng ya ke sini. Gue mau adu boxing sama Rezaldi.
Defan Alfiansyah
Hah? Sehat lo, Gee?
Keivan Bagaskara
What?!
Azkiya
Boxing?!
Geraldi
Sehat, bro.
Iya, Ki. Dateng, ya! Bantu doa juga.
Pasya Wardhana
Tiba-tiba banget. Lo berdua lagi ada masalah apa, sih? Sampe harus adu di ring tinju segala.
Jefian Prasetya
Kayaknya masalah mereka serumit itu deh, Sya.
Geraldi
Gak tiba-tiba juga, sih, Sya. Cuma gue nggak bilang-bilang aja.
Pokoknya kalian harus dateng, ya!
Arasya
Oke, gue otw.
Pasya Wardhana
Guys, gue bentar lagi otw. Nanti kita janjian di parkiran, ya!
Jefian
Okeee
Kemudian, mereka pun siap-siap dan berangkat dengan kendaraannya masing-masing.
***
Di tempat yang berbeda, Zia tampak membelalakkan mata sambil menatap layar ponselnya.
“Nayfa-Nayfa!” ucap gadis itu sambil mengguncang-guncang lengan Nayfa di belakang meja kasir.
“Ada apa, sih, Zi? Heboh banget,” ujar Nayfa yang sedang mematikan laptop karena sebentar lagi toko Harsa Florist akan tutup. Pada hari minggu itu, ia membuka toko sampai jam tiga sore. Tidak ada hari libur bagi seorang florist tapi jika ia ingin berlibur, Nayfa bisa kapanpun libur kerja dan menitipkan tokonya pada sang Bunda atau Zia, sahabat sekaligus partner kerja yang amat ia percayai.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAYRALDI
RomanceDalam perjalanan hidup ini, akan selalu ada orang yang datang dan pergi sebelum hadir seseorang yang akan menetap bersama kita. Nayfa Puspita Nuraisha adalah pemeran utama dalam kisah hidupnya sendiri. Ia kira, Cakra Narendra adalah orang yang tepat...
