Chapter 4 - Tentang Gee dan Hujan

329 33 3
                                        


Happy reading 🤗❤️ Kali ini 2200 kata lebih.

Jangan lupa vote & komen yaaa 😚💛💛
Bantu share juga boleh banget 🤗😚😚❤️

Find author on Ig : @awanteduh23
Tiktok : @your.awanteduh23

🌻🌻🌻

Di kantor perusahaan Sthana Dikara,

"Pagi, Bro," sapa Geraldi pada Keivan. Pagi itu, Geraldi mengenakan setelan kemeja berwarna biru dongker, bawahan celana panjang hitam, serta sepatu sneakers berwarna putih.

"Pagi, Gee. Eh, itu wajah lo kenapa bonyok gitu, Bro?" tanya Keivan, sahabat Geraldi yang sekaligus menjadi general manager di perusahaan yang bergerak di bidang property itu.

"Kenapa lo, Gee?" tanya Pasya Wardhana yang baru saja datang. Dia adalah anggota geng Abisatya yang merupakan seorang project manager sekaligus putra sematawayang Wardhana Angga Dikara, Direktur Utama Perusahaan Sthana Dikara.

"Ya ampun, itu wajah kamu kenapa memar-memar gitu, Geraldi?" tanya Felly heboh sambil berjalan mendekati Geraldi di kubikelnya. Perempuan bernama lengkap Felly Alisha Putri itu adalah seorang sekretaris di Sthana Dikara, dan tentu saja ia sekantor dengan Geraldi, Pasya dan Keivan. Sangat terlihat dari gelagatnya yang begitu peduli pada Geraldi, bahwa Felly menyimpan rasa.

"Gapapa, biasalah habis berantem," jawab Geraldi santai.

"Pak Ketua Geng Abisatya, lo baku hantam sama siapa? Cepet kasihtahu gue, biar gue pites-pites dia," kata Pasya yang mulai tersulut emosi. Ia tak terima ketua gengnya dibuat bonyok seperti itu.

"Weh, tenang dulu lo, Sya," ucap Keivan sambil menepuk-nepuk bahu Pasya.

"Biasalah preman malam di jalanan sepi. Mereka gangguin Nayfa. Untung aja gue dateng," tutur Geraldi.

"Nayfa? Siapa dia?" tanya Felly dalam hati. Terus terang saja, ia terbakar cemburu mendengar Geraldi menyebut nama perempuan lain walaupun ia tidak berhak untuk cemburu. "Tapi, udah diobatin, kan, Gee?" Ia langsung bertanya.

"Udah, kok. Bubar-bubar, Guys. Bentar lagi bel bunyi, lho. Selamat bekerja dengan penuh semangat!" tutur Geraldi.

Setelah itu, mereka pun bubar dan kembali ke kubikelnya masing-masing.

***

Saat di perjalanan menuju toko bunga milik Nayfa, pria dingin itu tidak berbicara apa-apa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat di perjalanan menuju toko bunga milik Nayfa, pria dingin itu tidak berbicara apa-apa. Gadis bermata teduh itu pun terdiam. Ia larut dalam pikirannya sendiri.

Tak berselang lama, sepeda motor Rezaldi berhenti tepat di depan Harsa Florist.

Gadis bermata teduh itu turun dari motor Rezaldi. "Makasih banyak, ya, Re," ucap Nayfa sembari tersenyum ramah.

"Hmm, sama-sama," jawab Rezaldi singkat.

"Mau mampir dulu nggak ke toko aku?" tawar Nayfa.

"Enggak, deh, Nay. Lain kali aja," kata Rezaldi.

NAYRALDICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang