Dalam perjalanan hidup ini, akan selalu ada orang yang datang dan pergi sebelum hadir seseorang yang akan menetap bersama kita.
Nayfa Puspita Nuraisha adalah pemeran utama dalam kisah hidupnya sendiri. Ia kira, Cakra Narendra adalah orang yang tepat...
Jangan lupa vote & komen yaaa 😚💛💛 Bantu share juga boleh banget 🤗😚😚❤️
Find author on Ig : @awanteduh23 Tiktok : @your.awanteduh23
🌻🌻🌻
Di kantor perusahaan Sthana Dikara,
"Pagi, Bro," sapa Geraldi pada Keivan. Pagi itu, Geraldi mengenakan setelan kemeja berwarna biru dongker, bawahan celana panjang hitam, serta sepatu sneakers berwarna putih.
"Pagi, Gee. Eh, itu wajah lo kenapa bonyok gitu, Bro?" tanya Keivan, sahabat Geraldi yang sekaligus menjadi general manager di perusahaan yang bergerak di bidang property itu.
"Kenapa lo, Gee?" tanya Pasya Wardhana yang baru saja datang. Dia adalah anggota geng Abisatya yang merupakan seorang project manager sekaligus putra sematawayang Wardhana Angga Dikara, Direktur Utama Perusahaan Sthana Dikara.
"Ya ampun, itu wajah kamu kenapa memar-memar gitu, Geraldi?" tanya Felly heboh sambil berjalan mendekati Geraldi di kubikelnya. Perempuan bernama lengkap Felly Alisha Putri itu adalah seorang sekretaris di Sthana Dikara, dan tentu saja ia sekantor dengan Geraldi, Pasya dan Keivan. Sangat terlihat dari gelagatnya yang begitu peduli pada Geraldi, bahwa Felly menyimpan rasa.
"Pak Ketua Geng Abisatya, lo baku hantam sama siapa? Cepet kasihtahu gue, biar gue pites-pites dia," kata Pasya yang mulai tersulut emosi. Ia tak terima ketua gengnya dibuat bonyok seperti itu.
"Biasalah preman malam di jalanan sepi. Mereka gangguin Nayfa. Untung aja gue dateng," tutur Geraldi.
"Nayfa? Siapa dia?" tanya Felly dalam hati. Terus terang saja, ia terbakar cemburu mendengar Geraldi menyebut nama perempuan lain walaupun ia tidak berhak untuk cemburu. "Tapi, udah diobatin, kan, Gee?" Ia langsung bertanya.
"Udah, kok. Bubar-bubar, Guys. Bentar lagi bel bunyi, lho. Selamat bekerja dengan penuh semangat!" tutur Geraldi.
Setelah itu, mereka pun bubar dan kembali ke kubikelnya masing-masing.
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat di perjalanan menuju toko bunga milik Nayfa, pria dingin itu tidak berbicara apa-apa. Gadis bermata teduh itu pun terdiam. Ia larut dalam pikirannya sendiri.
Tak berselang lama, sepeda motor Rezaldi berhenti tepat di depan Harsa Florist.
Gadis bermata teduh itu turun dari motor Rezaldi. "Makasih banyak, ya, Re," ucap Nayfa sembari tersenyum ramah.