Yang belum follow, cus difollow dulu 🙏🏻✨
Masukin ke readinglist juga okeee 🤗💛💛
Setelah baca jangan lupa ramaikan kolom komentar yaaa... 🤗🤗🙏🏻🙏🏻💛 Please jangan jadi silent reader yang datang cuma baca doang 🙏🏻🥹🥹🥺
Satu vote dan komen sangat berarti, lho buat akuuu 🤗
Happy reading, Teman Awan 🥳🥳🙌🙌
Note : jangan lupa jajan dan dengarkan lagu-lagu Rezaldi di Karyakarsa. Only 10k per single lagu 😍😍 seharga baksooo murah banget gais 😍😍 ada juga harga paket yang lebih murah. Cukup ambil paket 45k kamu bisa menikmati lagu karya Rezaldi, lho 😍
Yuk unlock sekarang juga. Link nya aku taruh di highlight “Karyakarsa “ di ig awanteduh23 🎀
Tutorialnya bisa cek Youtube yaaa 🤗🙏🏻 soalnya harus beli Kakoin dulu ✨✨✨
🌻🌻🌻
“Jadi, kamu mau saya antar ke mana, Nayfa?” tanya Geraldi saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil milik Geraldi. Pria itu mengambil topi hitam yang menggantung di dekat setir mobil lalu memakainya.
“Jalan aja dulu, Gee nanti aku kasihtahu,” ucap Nayfa lalu memakai seatbelt demi keamanan.
***
Setelah berjalan sekitar seratus meter dari parkiran, akhirnya Nayfa dan Geraldi tiba di Greenhouse Cahaya Florist Batu yang ada di Jalan Kalilanang No.1 RT 04/RW 10, Binangun, Bumiaji, Kota Batu, Malang. Cahaya Florist Batu merupakan supplier bunga potong ternama di Kota Batu. Selain bunganya yang cukup beragam, harganya pun lebih murah, dan di sana bisa memesan dalam partai besar. Itulah mengapa pihak pengelola sudah sangat sering mengirim bunga ke luar kota.
“Permisi, Mbak Hani, saya mau ambil pesanan bunga atas nama Nayfa Puspita Nuraisha,” ucap Nayfa pada salah satu crew di sana. Gadis
“Bunga-bunganya masih di-packing, Mbak, sebagian lagi sedang dipetik di kebun…. Mau lihat proses pemetikannya, Mbak?” kata Hani menawarkan sambil tersenyum ramah.
“Ya udah, boleh, Mbak,” jawab Nayfa diiringi senyuman hangat.
“Mari…,” tutur Hani mempersilakan.
Kemudian, Nayfa dan Geraldi pun berjalan mengikutinya.
Sesampainya di greenhouse, mereka disuguhi dengan hamparan bunga-bunga yang bermekaran penuh warna. Mengagumkan sekali dan sangat memanjakan mata. Berbagai jenis bunga tumbuh indah di sana, seperti bunga aster, gompi, gerbera, mawar, pikok, krisan, baby breath, dan bunga lainnya. Bunga-bunga itu adalah hasil penanaman dan pemeliharaan oleh petani di sana. Tidak heran jika bunga-bunganya tumbuh dan mekar dengan indahnya karena dirawat dengan baik.
“Indah banget, kan, Gee?”
“Iya, Fa, indah dan cantik,” ucap Geraldi sambil memandang Nayfa yang sedang takjub melihat bunga-bunga yang bermekaran. “Saya baru tahu, lho ada tempat seperti ini di Kota Batu,” sambungnya.
“Ada, Gee. Malahan ada banyak petani bunga yang tersebar di Kota Batu, lho. Misalnya aja kebun bunga di samping Café Ruma Gunung itu, lho. Kamu nggak tahu juga?” tanya Nayfa.
Geraldi menggelengkan kepala. “Nggak, Fa. Kayaknya saya mainnya kurang jauh, deh. Haha.”
“Nanti kapan-kapan aku ajak kamu ke sana, deh.”
Geraldi mengacungkan jempolnya. “Sip, Fa.”
“Mbak, Mas, kalo mau metik bunga sendiri juga boleh, kok,” tutur Hani pada Nayfa. Kini, mereka sudah berada di hadapan seorang perempuan separuh baya yang sedang memetik bunga aster putih orderan Nayfa. “Bu, tolong ajarin mereka cara metik bunga yang benar, ya. Hani permisi dulu,” sambungnya lalu meninggalkan mereka di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAYRALDI
Storie d'amoreDalam perjalanan hidup ini, akan selalu ada orang yang datang dan pergi sebelum hadir seseorang yang akan menetap bersama kita. Nayfa Puspita Nuraisha adalah pemeran utama dalam kisah hidupnya sendiri. Ia kira, Cakra Narendra adalah orang yang tepat...
