Vote dan komennya yuuuk ☺️❤️
🌻🌻🌻
Lonceng kembali berbunyi. Saat itulah Nayfa dan Zia sampai di tempat parkir, kemudian lari ke dalam bangunan sport center itu. Keduanya berjalan melewati kerumunan penonton di tribune, celingak-celinguk, lalu berdiri diantara para penonton yang tidak kebagian tempat duduk. Ronde ketiga pun berlangsung dengan sangat sengit dan penuh ketegangan. Rezaldi menatap tajam lalu meninju Geraldi dengan kuat dan berkali-kali. Sang lawan yaitu Geraldi terus melakukan blocking, dan beberapa kali meninju balik. Lantas, Rezaldi menghantamnya dengan tinjuan kuat yang membuat Geraldi terlempar ke sisi pembatas ring yang elastis itu. Wasit memisahkan kedua pria itu. Ancang-ancang, lalu Rezaldi dan Geraldi saling baku hantam sampai akhirnya Geraldi terkena pukulan telak di sekitar wajah yang terlindungi head guard. Sang rival terus meninjunya dengan membabi-buta sampai akhirnya Geraldi terkapar di permukaan ring tinju.
“Gee!” pekik Nayfa dengan sangat panik begitu melihat langsung kejadian itu. Sontak, ia langsung turun dari tribune, lalu berjalan menerobos kerumunan penonton di sekitaran ring. “Gee! Ayo bangun lagi, Gee! Bangun!” teriaknya yang saling bersahutan dengan keriuhan suara penonton yang heboh. “Gee, bangun!”
Geraldi masih terkapar dengan mata yang terpejam. Sayup-sayup ia mendengar suara Nayfa di tengah keriuhan itu.
Suasana kala itu menjadi semakin tegang saja ditengah hiruk-pikuk penonton. Mereka yang menonton tampak memandang cemas ke arah Geraldi. Sang wasit pun terlihat sedang menghitung mundur dari angka lima. “Lima…, empat…, tiga…,” serunya menggantung.
Tepat di hitungan ketiga, Geraldi terlihat membuka kedua matanya. Sepasang mata itu kini mulai mengerjap-ngerjap, lalu di hitungan kedua ia mulai bangkit kembali. Ia mulai menggerak-gerakkan lengannya sambil ancang-ancang. Ia mengedarkan pandangannya sejenak, dan di sana ia menemukan sepasang mata teduh milik Nayfa yang tengah menatap ke arahnya dengan pandangan khawatir.
Gadis itu bernapas lega, lalu tersenyum pada Geraldi. “Semangat,” ucapnya dari bawah ring.
“Wah! Sungguh luar biasa! Bisa kita saksikan… kini Geraldi bangkit kembali, Hadirin sekalian! Mari kita beri semangat dan tepuk tangan yang meriah untuk kedua fighter ini karena ronde keempat alias ronde terakhir akan segera dimulai! Ready? Go!” seru wasit.
Lonceng kembali berdentang. Ronde keempat pun dimulai. Para penonton menyerukan nama jagoannya masing-masing. Rezaldi bergerak duluan dan meninju kuat ke arah Geraldi tapi pria itu berhasil menghindar dengan cara membungkukkan badan, lalu bersiap kembali untuk melakukan serangan balik. Dan benar saja, setelah itu Geraldi melayangkan tinjuan kencang dengan sekuat tenaganya yang kali ini beruntung tepat sasaran.
Rezaldi hendak balas meninju tapi malah meninju angin. Serangan baliknya meleset. Di saat ia mulai lengah, Geraldi pun melakukan tinjuan dengan cepat dan bertubi-tubi hingga akhirnya sang rival terpental ke batas ring dan terjatuh mengenai permukaan ring tanpa bergerak sedikitpun.
Sang wasit menghitung mundur dari lima sampai satu. “Lima…, empat…, tiga…, dua…, satu!” serunya. “Pertandingan telah usai. Mari kita tunggu hasil penilaian dari para juri,” lanjutnya.
Pelatih Geraldi bersama beberapa tim pendukungnya tampak menaiki ring tinju. Anggota geng Abisatya pun berjalan mendekati area ring di mana kedua sahabatnya berada. “Lo udah lakuin yang terbaik, Gee. Keren!” ungkap Robby.
Sementara, Rezaldi dibantu untuk bangun oleh pelatih dan tim pendukungnya.
“Dan pemenang pertandingan tinju pada sore hari ini adalah…,” seru wasit menggantung. “Geraldi Cahya Nugraha!” sambungnya sembari mengangkat tangan kanan Geraldi ke udara yang seketika disambut dengan sorakan meriah dan tepuk tangan penonton di tribune. Geraldi membungkukkan badannya sebagai bentuk ucapan terima kasih atas dukungan para penonton yang hadir.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAYRALDI
RomanceDalam perjalanan hidup ini, akan selalu ada orang yang datang dan pergi sebelum hadir seseorang yang akan menetap bersama kita. Nayfa Puspita Nuraisha adalah pemeran utama dalam kisah hidupnya sendiri. Ia kira, Cakra Narendra adalah orang yang tepat...
