💙🖤
Seungwan menerobos masuk ke kamar adiknya lalu memeluknya seperti koala di tempat tidur.
"Unnie.... Haisss, kenapa kau jadi aneh setelah sembuh?" keluh Chaeyoung.
"Apanya yang aneh? Aku merindukanmu, makanya aku memelukmu."
"Kau sudah memelukku sebulan ini. Apa kamu masih harus melakukannya sekarang?"
"Huummm, aku akan terus memelukmu seperti ini."
"Hais... Kau bertingkah seperti orang lain," oceh Chaeyoung lagi.
Seungwan terkekeh lalu mengacak-acak rambut adiknya.
"Kamu akan terus di sini? Apakah aku tidak punya kesempatan untuk melihatmu di atas panggung besar?"
"Yakh... Aku di sini juga karena Unnie. Apakah sekarang Unnie benar-benar sudah sembuh? Kalau iya, aku akan pergi," jawab Chaeyoung.
"Aku belum sembuh, tapi aku ingin kamu mengejar mimpimu," ucap Seungwan tulus.
Chaeyoung memegang tangan Unnienya. Ia menghela napas berat berkali-kali.
"Unnie, peluk aku lagi."
Seungwan menarik adiknya masuk ke dalam pelukannya. Chaeyoung memeluk erat Unnienya dan tak kuasa menahan tangisnya.
Seungwan mengelus rambut panjang adiknya dan ikut menangis.
Entah kenapa rasanya mereka menangisi hal yang sama, meski tidak ada yang bicara.
💙🖤
Setelah berbulan-bulan lamanya, ini kali pertama Seungwan kembali mendapat wejangan dari Daddy tentang rasa syukur atas nikmat hidup. Apalagi jagoannya itu baru saja diberi kesempatan kedua untuk hidup.
Tidak lupa, Daddy juga langsung membahas soal pekerjaan karena anaknya itu sudah semangat ingin bertarung lagi dengan kesibukannya.
"Apa kita membutuhkan kerja sama itu, Dad?" tanya Seungwan setelah tahu bahwa perusahaannya sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan lain.
"Jika kamu ingin perusahaanmu berkembang di negara orang, kamu harus punya kolega yang menguasai pasar negara itu."
"Dad, bukankah ini juga negara Dad?" ejek Seungwan.
"Mereka tidak mengenalku," ketus Daddy.
Seungwan terkekeh.
Kebiasaannya tidak berubah. Ia paling sering membuat keributan di rumah, suka membuat Daddynya tantrum, dan Mommynya sering sakit kepala karena ulah random anaknya ini.
"Karena kamu belum mengenal mereka, Daddy akan mengajakmu berkunjung ke Bae Group hari ini."
💙💗🍒
Joohyun mematung melihat Seungwan di depannya. Gadis itu berdiri tepat di samping Chanyeol yang kini ia tahu adalah tunangan Wendy-nya.
Jika diingat lagi, pantas saja Wendy selalu ingin dekat-dekat dengan Chanyeol waktu itu.
Seungwan juga menatap Joohyun. Ia mengingat gadis itu sebagai teman Dokter Kang.
Seungwan mengulurkan tangannya saat Daddy-nya memperkenalkannya kepada Joohyun.
Joohyun menatap uluran tangan itu, lalu membalas dengan menyebut namanya dengan jelas.
"Bae Joohyun."
.
.
.
Setelah berbasa-basi bersama Ketua Moon, Joohyun disuruh mengajak Seungwan berkeliling di gedung ini.
