💗
Beberapa hari berlalu. Joohyun tidak lagi memikirkan di mana Wendy. Gadis itu menghilang dari radarnya.
Meski begitu, ia masih sering melihat kursi yang sering ditempati Wendy saat berada di toserba.
Joohyun masih sama. Kegiatannya berulang dari hari ke hari. Kecuali hari libur, ia mentok di kamar.
Tapi tidak kali ini.
Ia memaksa kakinya berjalan ke mall sendirian.
Beberapa saat lalu, Seulgi membawa undangan pernikahan teman mereka. Jadi, hari ini Joohyun berencana membeli baju untuk dipakai ke sana.
Ia mengelilingi mall dan sesekali masuk ke toko pakaian, melihat-lihat. Mungkin ada yang cocok untuknya.
BIP... Pembayaran berhasil dilakukan.
Joohyun menenteng belanjaannya keluar.
Di pintu keluar mall ada outlet yang berjualan ice cream. Gadis itu menyempatkan diri membeli satu.
Setelah mendapatkan ice cream, ia berjalan keluar dan hendak mencari taksi. Namun, tiba-tiba matanya menangkap sosok gadis yang sangat dikenalnya sedang berjongkok di hadapan anak kecil yang sedang memakan ice cream.
Wendy juga ikut menjilati ice cream milik anak itu tanpa rasa bersalah di wajahnya.
Joohyun buru-buru menghampiri.
“Wendy...”
Wendy yang mendengar namanya disebut langsung menoleh ke arah sumber suara. Ia langsung berdiri dan terlihat sedikit takut.
Joohyun melihat sisa ice cream di pipi gadis itu. Wendy masih melihat anak kecil itu menikmati ice cream-nya sendirian.
“Kamu mau ice cream?” tanya Joohyun hati-hati.
Wendy langsung mengangguk dan melihat ice cream di tangan Joohyun.
“Ikut aku.”
Joohyun kembali masuk ke dalam mall dan membeli satu ice cream lagi.
Wendy dengan senang menunggu ice cream-nya.
Setelah mendapatkannya, Joohyun membawa Wendy ke halte terdekat dan memberikan ice cream itu.
Wendy menampilkan senyum manis saat berhasil mendapatkan satu cup ice cream ukuran besar. Sesaat ia lupa kalau ia sedang menghindari Joohyun.
Joohyun mengamati Wendy yang terlihat kotor. Ia mendecak kesal.
“Kenapa pergi dari rumah?” tanya Joohyun.
Wendy tidak menjawab.
“Kamu marah?” tanya Joohyun lagi.
Ia mendapat gelengan kepala dari gadis itu.
“Aku takut membuat Unnie tidak nyaman. Aku juga bingung siapa aku sebenarnya. Unnie sudah baik padaku. Aku tidak ingin membuat Unnie merasa terganggu dengan kehadiranku,” jawab Wendy jujur.
Joohyun terdiam.
“Habiskan ice cream-nya.”
Joohyun juga memakan ice cream-nya, tetapi dengan pikiran yang tidak menentu.
💙💗
Joohyun kembali membawa Wendy pulang. Ia berjanji tidak akan bertanya lagi. Ia juga akan membiasakan diri dengan keanehan Wendy.
“Sekarang kamu mandi. Aku akan menyiapkan baju untukmu.”
Wendy mengangguk dan berjalan ke kamar mandi, sementara Joohyun masuk ke kamarnya mencari baju yang bisa dipakai oleh Wendy.
