6

219 36 5
                                        

💙💗

Joohyun selesai berpamitan kepada manajer dan teman-temannya. Sebagian barang yang ada di apartemennya juga sudah dikirim kembali ke rumah.

“Jadi kita akan tinggal di rumah Unnie yang besar itu?”

“Hm, kamu suka?”

Wendy menjawab dengan anggukan.

“Aku tidak perlu menunggu Unnie bangun saat aku lapar. Ahjumma sudah menyiapkan makanan enak sejak pagi.”

“Yakh... Jangan menakutinya.”

Wendy terkekeh mengingat Ahjumma yang kebingungan saat itu.

“Sebelum kembali ke rumah, temani aku bermain.”

Joohyun menginjak pedal gas.

💙💗

Mata Wendy membulat dan mulutnya terbuka lebar saat turun dari mobil. Joohyun membawanya ke taman hiburan.

“Yaaa... Kau begitu menyukainya?” Joohyun terkekeh melihat gadis itu yang tidak berhenti mengagumi tempat tersebut.

“Unnie, terima kasih sudah mengajakku ke sini.”

Wendy memeluk Joohyun. Gadis itu tertegun menerima pelukan dari Wendy.

“Unnie, ayo masuk!” Ucap Wendy semangat setelah melepaskan pelukannya.

“Kamu mau naik wahana apa?”

“Aku? Aku mau naik Viking. Roller coaster juga bagus.”

“Jangan yang ekstrem, aku takut.”

“Memangnya Unnie mau naik apa?”

“Aku mau naik komidi putar.”

“Unnie, apa kita anak kecil?” Wendy sedikit mengejek.

“Hais... Itu bukan hanya untuk anak kecil.”

💙💗

AAAAAA!

Meskipun sedikit takut, Joohyun tetap menemani Wendy naik roller coaster.

Gadis itu tidak berani membuka matanya. Ia hanya berpegangan erat pada besi di depannya, sementara Wendy sangat menikmati permainan itu.

“Unnie... Bukankah ini menyenangkan?” teriak Wendy.

“Menyenangkan apanya?” Balas Joohyun tak kalah keras.

Wendy tertawa melihat Joohyun memegang kepalanya yang pusing setelah mereka turun dari wahana menyeramkan itu.

“Masih pusing?” Tanya Wendy sambil mengelus kepala gadis itu.

“Aku menyesal mengiyakan ajakanmu,” ucap Joohyun, dan Wendy hanya tertawa.

“Kita akan naik komidi putar kesukaan Unnie nanti.”

Joohyun meneguk air dari botol di tangannya, lalu mengecek jam di ponselnya.

“Yakh... Duduk sini.”

Joohyun menepuk bangku di sebelahnya. Wendy duduk di sana dan Joohyun langsung mengaktifkan kamera ponselnya.

“Yakh, lihat ke kamera.”

Joohyun mengambil beberapa gambar. Wendy mengikuti apa yang dilakukan Joohyun—mengangkat dua jari, memanyunkan bibir, lalu tertawa.

“Yakh, ayo ke sana. Berjalanlah lebih dulu. Aku ingin mengambil gambar kamu.”

Wendy lagi-lagi mengikuti arahan Joohyun. Gadis itu berlari kecil sambil tersenyum, bahkan berpura-pura bersembunyi di belakang seseorang. Joohyun terus mengarahkan kameranya ke arah Wendy.

Who are youCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang