Seungwan sudah kembali kerumah, Mommy sibuk memasak makanan untuk anak sulungnya itu, Daddy terlihat sedang berpikir keras tentang sesuatu yang baru saja di katakan oleh anaknya.
"Daddy jadi khawatir sama kamu, bisakah kamu menghentikan proyek itu? Simpan saja untuk dirimu, jangan biarkan dunia tahu" Ucap Daddy berharap anaknya ini mengerti.
Mimpi Seungwan ingin melihat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk semua orang justru bisa membahayakan nyawanya.
Dia tidak punya kewajiban membahagiakan semua orang memang benar, tapi dia ingin setidaknya orang-orang dapat hidup tenang ketika orang jahat tahu bahwa ada yang mengawasinya, ia berharap dunia ini bisa menjadi tempat yang aman bagi semua orang.
"Mommy setuju sama Daddy" Mommy datang membawa 3 gelas minuman panas, diletakkan di meja dan ikut duduk bersama
"Wan... Sebelum memikirkan orang lain kamu harus memikirkan dirimu terlebih dahulu, Mommy tidak ingin terjadi sesuatu padamu"
"Mom.... " Seungwan terlihat tidak rela
"Sayang, kamu denger Mommy kali ini" Ucap mommy dengan wajah serius, Seungwan memanyunkan mulutnya
💙
Seungwan jadi pemikir berat, ia terus membuang nafas kasar, tapi ini bukan tentang proyek nya yang ditunda atau mungkin tidak akan pernah ia luncurkan, ini hal lain yang mengganggu sejak kemarin.
Kenapa ia merasakan hal aneh sejak Joohyun meninggalkan kamarnya kemarin.
Jika itu ingatan masa lalu, ia bahkan tidak pernah bertemu dengan Joohyun sebelum ini, lalu itu apa?
Pertanyaan yang tidak pernah ia temukan jawabannya sekeras apapun ia mengingat.
💗
Joohyun sudah kembali ke Tim nya, mereka kembali berdiskusi tentang ide ide yang akan mereka tuangkan dalam proyek selanjutnya.
Yah, memang harusnya seperti ini kehidupan Joohyun, Wendy adalah sepenggal cerita dalam hidupnya dan akan terlupakan suatu hari nanti seperti cerita cerita sebelum nya.
Joohyun mengalihkan pandangannya dari laptop saat ada yang mengetuk ruang kerjanya...
"Masuk!" Ucapnya, pintu terbuka, di depan pintu berdiri sosok gadis yang mungkin tidak diinginkan hadirnya saat ini.
Joohyun membeku di tempat, ia tidak bisa membedakan ini nyata atau delusinya.
"Unnie, kau tidak suka dengan kedatangan ku?" Suara Seungwan menjawab kebingungan Joohyun
"Ha? Ouh kenapa kau disini?" Joohyun seperti kehilangan Kosakata nya
"Maksudku, kenapa kamu bisa disini di jam kerja" Joohyun buru-buru menjelaskan maksudnya agar Seungwan tidak salah faham.
"Aku libur, jadi aku datang mengunjungi mu" Jawab Wendy santai, tapi malah membuat Joohyun merasa aneh, Libur dari mana?????
"Unnie, saat pertama kali bertemu di kantor ku aku menawarkan mu kopi dan roti, kamu bahkan tidak menyuruhku duduk?" Seungwan kembali menyerang Joohyun dengan pertanyaan seperti itu
Joohyun langsung bangkit dari duduknya dan menunjuk sofa, mempersilahkan gadis itu untuk duduk.
"Americano?" Tanya Joohyun saat ia berniat memesankan minum di cafe perusahaan nya
"Ice Cream" Jawab gadis itu, Joohyun memutar matanya
Setelah menyelesaikan pesanannya, Joohyun berjalan ke sofa dan menjadi objek fokus gadis yang lebih dulu duduk disana.
