💗💙
Joohyun duduk bersama Chanyeol dan Chaeyoung pagi itu. Sementara Wendy terlihat ingin membuka akses ke mesin pencari, tetapi terus diawasi oleh Joohyun.
Akhirnya, Wendy dengan wajah kesal ikut bergabung dengan tiga orang itu.
“Bagaimana jika ini tidak berhasil? Apakah kita benar-benar akan memulai semuanya dari awal? Pasti tim Daddy akan menguasai tempat ini,” ucap Chaeyoung.
“Sekalipun mereka mengulang semuanya dari awal, hasilnya tidak akan sama. Aku sudah melihat apa yang bisa dijangkau mesin pencari itu.”
“Direktur Bae, aku dengar desainmu selalu bagus. Aku membutuhkan bantuanmu jika nanti kita hanya bisa meluncurkan AI ini,” Chanyeol beralih melihat Joohyun.
“Aku bersedia kapan pun.”
“Tapi ngomong-ngomong, apa yang Direktur Bae kerjakan di kantornya?” Chaeyoung ikut melihat ke arah Joohyun.
Wendy memutar matanya mendengar pertanyaan gadis itu. Ia lalu mendekat dan menjewer telinga Chaeyoung.
Dan ternyata, ia benar-benar bisa menyentuh gadis itu.
“Ah....” keluh Chaeyoung sambil memegang telinganya.
“Ada apa?” tanya Chanyeol.
“Wah, bahkan saat dia tidak di sini, aku masih merasakan dia menarik telingaku,” ucap Chaeyoung kesal.
Chanyeol tertawa.
“Apa kebiasaannya menghantuimu?”
“Bitch.”
Joohyun melirik Wendy yang tertawa setelah mengerjai gadis itu.
Chaeyoung melihat rombongan Daddy-nya sudah tiba. Ia buru-buru membuka pintu.
Daddy, Mommy, dan tiga orang dari tim Kanada masuk ke ruangan itu.
Wendy memegang tangan Joohyun saat melihat wanita paruh baya itu masuk.
“Ada apa?” tanya Joohyun.
“Unnie, dia wanita yang menabrakku di taman waktu itu.”
👥👥
“Apa dia putri dari Bae Grup?” tanya Daddy.
“Halo, saya Bae Joohyun.”
“Saya minta maaf atas masalah seperti ini. Saya sudah berbicara dengan ayahmu tentang proyeknya. Tunggulah sebentar lagi,” ucap Daddy melanjutkan.
Joohyun hanya tersenyum.
“Tunjukkan pada mereka,” Daddy memberi perintah kepada Chanyeol.
Wendy mengikuti Chaeyoung dan Mommy duduk di sofa.
Tim dari Kanada mulai memeriksa mesin pencari itu. Mereka menyambungkannya dengan alat yang mereka bawa.
Semua orang berfokus pada cara kerja tim tersebut.
“Mereka tidak akan bisa masuk. Satu-satunya cara hanya mereset semuanya, dan itu akan menghilangkan fungsi magic-nya,” ucap Wendy yang hanya bisa didengar oleh Joohyun.
“President Son, kita hanya bisa mereset semuanya. Tapi saya tidak yakin masih bisa berfungsi normal atau tidak. Karena saya melihat ada data yang terpisah. Jika kita meresetnya, data itu mungkin akan hilang.”
“Itu pencarian berbayar. CEO Son memang memisahkan bagian itu agar tidak semua orang bisa mengaksesnya.”
“Kamu sudah melihat jangkauannya?” tanya Daddy.
“Sudah, Dad. Itu bisa merusak banyak hal jika bisa diakses oleh semua orang.”
Daddy memegang kepalanya.
