Pagi itu, Diana mulai menjalankan tugasnya di bawah perintah Kyle. Suasana terasa asing baginya, berbeda jauh dari kehidupannya sebelumnya. Kyle menuntun Diana ke dalam dunia yang lebih kelam—dunia yang penuh dengan intrik dan bahaya. Diana tahu tugasnya ini lebih besar dan lebih berbahaya daripada sekadar mengantar paket. Kini, ia menjadi bagian dari sesuatu yang lebih rumit, terlibat dalam skenario yang tak sepenuhnya ia pahami. Namun, demi Reyhan, Diana terus melangkah, meski hatinya terasa berat.
Diana melakukan berbagai tugas di bawah arahan Kyle, dari mengirimkan pesan rahasia ke tokoh-tokoh penting hingga menghadiri pertemuan gelap di balik bayang-bayang distrik elit Arafuru. Semakin dalam ia terlibat, semakin ia sadar bahwa ini bukanlah pekerjaan biasa. Banyak hal yang tampak salah di mata Diana, tapi ia berusaha mengabaikan perasaannya, dengan keyakinan bahwa semua ini adalah demi masa depan Reyhan.
Sementara itu, Reyhan menjalani harinya sendirian. Kehilangan Diana di sisinya membuat hidup terasa hampa. Sepulang sekolah, rumah terasa sepi dan sunyi tanpa suara Diana yang biasa menyambutnya. Reyhan duduk di meja makan, makan sendiri dengan piring yang ditinggalkan Diana sebelum pergi. Setiap sudut rumah mengingatkannya pada kakaknya, membuat rasa rindunya semakin tak tertahankan.
Di sekolah, Reyhan mulai terbiasa dengan rutinitas barunya. Meskipun ia merindukan kakaknya, dia berusaha tetap fokus pada pelajaran. Teman-temannya sering mengajaknya bermain, dan Reyhan mulai merasa sedikit terhibur di tengah-tengah kebersamaan mereka. Namun, di setiap jeda, pikirannya selalu kembali ke Diana. Bagaimana kabar kakaknya? Apakah dia aman? Kapan Diana akan kembali?
Suatu hari, sepulang sekolah, Reyhan berjalan menyusuri jalan-jalan sepi, melewati toko-toko yang mulai tutup lebih awal karena keadaan kota yang semakin tidak aman. Dia melihat seorang ibu yang berusaha menenangkan anaknya yang menangis, dan pemandangan itu mengingatkannya pada Diana. Perasaan rindunya kembali menghantam, dan ia pun mempercepat langkahnya menuju rumah.
Setibanya di rumah, Reyhan duduk di kamarnya, menatap foto Diana yang tersimpan di meja. Dalam keheningan, Reyhan merasakan betapa kesepian hidup tanpa kakaknya. Dia merindukan momen-momen kecil bersama—sarapan pagi, berbagi cerita sepulang sekolah, atau sekadar tertawa bersama di ruang tamu.
Sementara itu, Diana menjalani harinya dengan intensitas yang terus meningkat. Kyle semakin menuntutnya untuk melakukan hal-hal berbahaya, termasuk menyusup ke pertemuan-pertemuan rahasia yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh. Meskipun Diana terus menjalankan tugasnya dengan tekun, hatinya selalu gelisah. Setiap kali ia menutup mata, wajah Reyhan selalu muncul dalam pikirannya, membuatnya merindukan rumah dan kehidupannya yang sederhana.
Suatu malam, setelah menyelesaikan salah satu tugas berat, Diana duduk sendirian di atap gedung tua di distrik kumuh. Dari kejauhan, ia bisa melihat kilauan cahaya lampu dari distrik elit Arafuru, mengingatkannya pada perbedaan besar antara dunianya dan dunia mereka. Kyle berdiri di sampingnya, memperhatikan kota di bawah mereka.
"Semakin jauh kau terlibat, semakin sulit untuk keluar," kata Kyle dengan nada datar. "Tapi ingatlah, ini semua demi keselamatan keluargamu."
Diana menoleh ke arah Kyle, memikirkan ucapannya. "Aku tahu," jawabnya pelan. "Tapi sampai kapan? Sampai kapan aku harus hidup seperti ini?"
Kyle menatapnya dengan tatapan tajam. "Sampai semuanya selesai. Dan ketika itu terjadi, kau akan bebas. Bebas bersama adikmu, tanpa takut akan apa pun."
Diana hanya bisa mengangguk, meski hatinya masih dipenuhi keraguan. Ia tahu bahwa semakin lama ia terlibat, semakin sulit baginya untuk melepaskan diri. Tapi demi Reyhan, Diana bersumpah untuk terus maju, meskipun bahaya terus mengintai setiap langkahnya.
Kembali di rumah, Reyhan berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar yang gelap. Dia memikirkan Diana, berharap kakaknya baik-baik saja. Di hatinya, dia merindukan sosok pelindungnya, tetapi dia juga mulai merasa bahwa ia harus belajar menjadi kuat sendirian. Reyhan tahu bahwa apa pun yang terjadi, dia harus terus maju, sama seperti Diana.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Lost You
Action[Status : Completed] Start : 19 Juli - 23 September 2024 Genre : Action [Sinopsis] Apa yang kau ketahui dariku? Perkelahian? Geng motor? itu semua tidak berarti untukku. Bagaimana dengan cinta? itu bohong! aku tidak percaya cinta. Yang aku inginkan...
