Vote dong biar aku seneng
.
Typo tolong tandai
.
M
.
Setelah perdebatan singkat di ruang kepala sekolah tadi. Samuel akhirnya kembali ke kelas awal. Ia tidak jadi pindah kelas, karena permintaan murid di kelasnya ini. Ah, dan juga, ada siswa di kelas ini, yang harus Samuel selidiki.
Dan kini, mereka semua tengah berkumpul di meja Samuel. Tidak seperti di Indonesia, kali ini Samuel bisa duduk di meja tunggal, dan itu cukup menyenangkan.
"Kita belum berkenalan bukan?" Tanya seorang siswa, yang selalu di panggil ketua kelas.
Ayolah, tidak mungkin mereka lupa. Apakah mereka ini pikun, atau hanya basa-basi saja? "Aku sudah memperkenalkan diri." Ucap Samuel.
Suasana terasa canggung setelah Samuel berucap demikian.
"A-ah, kalau begitu kami akan memperkenalkan diri."
Satu persatu dari mereka memperkenalkan diri pada Samuel. Namun, gadis yang melemparkan kertas padanya, tidak terlihat sama sekali. Entah kemana gadis itu pergi.
"Hm, aku tidak bisa menghafal nama kalian semua." Ucap Samuel to the poin.
"A-ah, tidak masalah. Kamu pasti akan mengingat nama kami seiring berjalannya waktu." Semua orang merasa canggung dengan situasi ini. Namun entah mengapa Samuel merasa biasa saja.
"Emm, Samuel. Mengapa kamu memilih kelas MIPA?"
Pertanyaan yang sangat ingin ditanyakan oleh murid kelas itu pada Samuel. Akhirnya ada salah satu dari mereka yang bertanya demikian.
"Ingin saja." Jawab Samuel singkat.
Semua orang mengangguk mengerti, mereka mulai terbiasa dengan sikap acuh tak acuh dari Samuel.
"Kalau aku ingin menjadi dokter di bagian militer." Ucap sang ketua kelas. Hal itu tentu saja membuat seluruh murid di kelas mulai memberitahu keinginan mereka masuk kelas MIPA.
"Aku ingin menjadi dokter hewan."
"Kalau aku dokter anak."
"Emmm, aku mau jadi seorang dokter kandungan."
Yah, keinginan seorang pelajar. Samuel tahu itu, dulu dia juga seperti mereka. Dan sepertinya hal itu akan terulang kembali saat ini. Bedanya, kali ini dia mendapatkan dukungan dari keluarganya.
"Aku, aku ingin menjadi dokter bedah." Ucap Samuel.
Seluruh murid mulai membuka pembicaraan dengan sangat baik. Mereka mengutarakan keinginan mereka dengan sangat bahagia, dan Samuel sangat suka dengan hal ini.
"Kalau begitu, kita harus semangat."
"Benar, kita semua pasti bisa menjadi dokter!"
Antusias mereka untuk menjadi dokter tidak hanya sekedar keinginan semata. Samuel melihat semua itu, melihat keinginan yang sangat besar.
'Mereka anak baik.' batin Samuel.
Ia tersenyum tipis, saat mendengar murid di kelasnya menyambutnya dengan baik.
Namun, senyuman samar itu tak bertahan lama. Gadis yang tadinya tak terlihat. Kini sedang berdiri di ambang pintu dan melihat mereka dengan tatapan tak bersahabat.
Gadis itu, terlihat menghampiri mereka, dan..... Apa-apaan wajah sok polos itu. Samuel sangat muak melihat wanita seperti itu.
"Mau apa kau?!" Tanya sarkas Ruan sang ketua kelas.
"Emm, Cindy hanya ingin meminta maaf." Ucapan yang terdengar polos itu, tidak membuat mereka semua luluh.
"Omong kosong." Wah, sepertinya seluruh kelas ini membela Samuel. Ini semakin menarik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Takdirku Berubah (Sudah Terbit)
Actionfollow akun bila berminat🥰🥰 Publish: 3 Juli 2024 End: 21 Juni 2025 Samuel Morgan seorang dokter berusia 29 tahun meninggal karena mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk kedua saudaranya. Ia berharap pulang ke pangkuan Tuhan. Namun bukannya pergi...
