40. Mafia atau pembunuh

6.5K 602 37
                                        

Vote dong biar aku seneng
.

.
Typo tolong tandai
.
..

.
.

Di kamar tamu sudah terdapat beberapa orang yang mengelilingi seorang pemuda albino. Mereka melihat bagaimana dokter dengan hati-hati mengobati beberapa luka memarnya.

"Ok, sudah selesai." Dokter Aksa membereskan peralatannya.

Tidak ada yang serius pada luka yang di dapat oleh Zitou. Hanya saja, kulitnya yang sensitif membuat luka memar itu lebih mengerikan dan lebih menyakitkan.

"Apa yang terjadi?" Tanya Aksa yang baru saja selesai membereskan peralatannya.

"Tetaplah di sini, maka kau akan tahu." Romeo menghampiri putrinya. Di saat seperti ini dia tidak bisa memihak ataupun membela.

"Masalah ini, harus di selesaikan." Mereka mengalihkan perhatian ke arah pintu. Di sana, terlihat Lino dan Samuel yang asik memakan lolipop mereka.

"Katakan apa yang kau tahu, Lino Raymond." Titah Romeo.

Semua orang bingung, termasuk Samuel. Bagaimana Romeo tahu nama lengkap dari Lino. Yang bahkan Lino sendiri hanya sekali memperkenalkan diri.

"Tidak sekarang. Kita tunggu Rain sadar." Ucap Lino santai.

Samuel tidak ingin berbicara. Dia harus menjaga rahasia dirinya untuk saat ini. Setidaknya, sampai masalah utama selesai.

"Sebenarnya ada apa? Astaga!" Sungguh Aksa frustasi, mengapa di saat ia sedang menikmati hari libur yang bahkan jarang terjadi padanya, orang-orang ini malah membuat hari liburnya hancur.

"Akan ku adukan kalian pada paman Gaflried." Gumam Aksa tak terima.

Gilbert dan Romeo menatap Aksa sendu. Mereka seakan merasa bahwa Aksa melupakan satu hal.

"Aksa, paman Gaflried sudah tiada." Ucap Gilbert lembut.

Saat mendengar ucapan Gilbert, ekspresi yang semula kesal, kini berubah menjadi sedih.

"Aku, lupa." Ucap Aksa lirih.

Monica menatap sendu ketiga pria itu. 'Padahal kejadian itu sudah lama, tapi tidak pernah melupakannya.'

Suasana menyedihkan mulai menyelimuti ruangan itu. Namun, suara pintu terbuka membuat mereka seketika terkejut.

Terlihat Rain dengan raut wajah datarnya. Tidak biasanya pemuda itu menampilkan raut wajah demikian. Namun, situasi saat ini bisa menjelaskan.

"Ayo kita selesaikan." Ucapnya.

Mereka akhirnya berkumpul di kamar itu. Masih terlihat Rain yang enggan untuk menatap kearah Zitou.

Lino melempar sebuah map, yang dimana map itu berisikan berkas yang menjadi kunci masalah ini.

"Itu adalah berkas yang ku dapatkan dari dalam lift." Ucapnya.

Romeo mengambil map tersebut dan membacanya. Terdapat biodata lengkap milik Zitou. Dari tanggal lahir, negara asal, nama keluarga, bahkan nama asli dari pemuda albino itu.

Dia terkejut. Tentu saja, apalagi saat ia mengetahui bahwa Blaine adalah nama keluarga yang di sandang oleh Zitou.

"Apakah semua ini benar, Zitou?" Tanya Romeo. Pria itu mencoba untuk tetap tenang.

Zitou tidak bisa mengelak lagi, isi dari berkas itu memang benar. Maka dari itu, dia tidak memiliki pilihan lain, selain membenarkannya.

"Ya, itu benar." Ucapnya.

Takdirku Berubah (Sudah Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang